International

Perang Thailand-Kamboja, 13 Tewas dan Puluhan Ribu Mengungsi

×

Perang Thailand-Kamboja, 13 Tewas dan Puluhan Ribu Mengungsi

Sebarkan artikel ini
Perang Thailand-Kamboja
Pasukan militer Thailand dengan merayap di lantai untuk mengantisipasi situasi perang Thailand-Kamboja di perbatasan (Meta imaage: X)

Ringkasan Berita

  • Serangan artileri Thailand menewaskan 13 orang, terdiri dari lima tentara dan delapan warga sipil Kamboja.
  • Sebanyak 71 orang lainnya luka-luka, sebagian besar warga sipil.
  • Sekitar 35.800 warga di Oddar Meanchey, Preah Vihear, Pursat, dan Banteay Meanchey terpaksa mengungsi," kata Maly Soc…

Topikseru.com -Aroma mesiu dan serpihan artileri kembali membelah sunyi hutan perbatasan dari perang Thailand-Kamboja, Sabtu (24/7).

Serangan artileri Thailand menewaskan 13 orang, terdiri dari lima tentara dan delapan warga sipil Kamboja. Sebanyak 71 orang lainnya luka-luka, sebagian besar warga sipil.

Baca Juga  Konflik Thailand-Kamboja, 12 Tewas Mayoritas Warga Sipil

“Thailand telah menewaskan lima tentara dan delapan warga sipil, serta melukai 21 tentara dan 50 warga sipil. Sekitar 35.800 warga di Oddar Meanchey, Preah Vihear, Pursat, dan Banteay Meanchey terpaksa mengungsi,” kata Maly Socheata, Juru Bicara Kementerian Pertahanan Kamboja, dikutip Khmer Times.

Akar Perang Thailand-Kamboja: Sengketa Peta Lama ke Konflik Berdarah

Zona netral yang diperebutkan di Pursat menjadi saksi ledakan konflik, buntut bentrokan maut pada 28 Mei lalu yang menewaskan seorang tentara Kamboja. Akar masalahnya mengendap ratusan tahun, bermula dari masa kolonial Prancis pada 1907.

Kala itu, komisi demarkasi Prancis menggambar peta batas yang di beberapa bagian terpaksa diabaikan lantaran medannya sulit dijangkau.

Celah inilah yang kemudian memantik tafsir berbeda antara Bangkok dan Phnom Penh sejak Kamboja merdeka pada 1953.

Baca Juga  Poipet Lumpuh Akibat Perang Thailand-Kamboja, WNI Kesulitan Pulang

Negosiasi vs Mahkamah Internasional

Thailand dan Kamboja tak pernah sepakat cara menyelesaikan sengketa. Bangkok lebih memilih jalur negosiasi bilateral, sementara Phnom Penh sejak lama menggantungkan harapan pada Mahkamah Internasional (ICJ) – lembaga yang tidak diakui yurisdiksinya oleh Thailand.

Perbatasan di Pursat, Oddar Meanchey, hingga Preah Vihear kerap jadi ladang perselisihan bersenjata, meski kesepakatan damai sudah dicoba berulang kali.

Ancaman Krisis Kemanusiaan

Hingga hari ini, hampir 36 ribu jiwa terpaksa mengungsi ke penampungan darurat akibat perang Thailand-Kamboja.

Rumah-rumah rata dengan tanah, suara mortir membelah malam, dan trauma membayang di perbatasan dua negara ASEAN yang pernah berikrar damai di meja diplomasi.

Baca Juga  Ketegangan Memuncak: Jet Tempur Thailand Serang Kamboja di Perbatasan

Dengan korban sipil terus bertambah, dunia internasional kembali mendesak agar Bangkok dan Phnom Penh segera meredakan konflik. Namun, sejarah panjang sengketa peta yang kabur itu masih menyimpan bara.