International

Malam Berdarah di Washington DC! Anak 5 Tahun Jadi Korban Penembakan Brutal, Polisi Sebut Paling Parah Sejak Agustus

×

Malam Berdarah di Washington DC! Anak 5 Tahun Jadi Korban Penembakan Brutal, Polisi Sebut Paling Parah Sejak Agustus

Sebarkan artikel ini
penembakan Washington DC
Malam Berdarah di Washington DC! Anak 5 Tahun Jadi Korban Penembakan Brutal, Polisi Sebut Paling Parah Sejak Agustus

Ringkasan Berita

  • Dikutip dari The Washington Post, penembakan terjadi di beberapa lokasi berbeda pada Jumat (24/10) malam hingga Sabtu…
  • Operasi tersebut merupakan bagian dari deklarasi “darurat keamanan publik” yang diumumkan oleh Presiden Amerika S…
  • Langkah itu menuai kontroversi karena ditentang oleh sejumlah gubernur dan wali kota dari Partai Demokrat, yang menil…

Topikseru.com – Suasana malam di ibu kota Amerika Serikat mendadak berubah mencekam. Serangkaian insiden penembakan brutal mengguncang Washington DC, menyebabkan puluhan orang terluka, termasuk seorang anak berusia lima tahun.

Dikutip dari The Washington Post, penembakan terjadi di beberapa lokasi berbeda pada Jumat (24/10) malam hingga Sabtu (25/10) pagi waktu setempat. Hingga kini, pihak kepolisian belum dapat memastikan apakah seluruh insiden tersebut saling berkaitan.

Anak 5 Tahun Jadi Korban Luka

Salah satu peristiwa paling tragis terjadi di dekat Universitas Howard, usai sebuah acara reuni kampus. Polisi melaporkan lima orang terluka, terdiri dari empat dewasa dan satu anak kecil.

“Salah satu korban mengalami luka serius dan mengancam nyawa, sementara korban lainnya, termasuk anak laki-laki berusia sekitar lima atau enam tahun, dilaporkan selamat meski mengalami luka,” ungkap juru bicara kepolisian, Tom Lynch, seperti dikutip The Washington Post, Sabtu (25/10).

Malam Paling Keras Sejak Operasi Federal Dimulai

Media lokal menyebut insiden ini sebagai “malam paling keras” di Washington DC, sejak pemerintah federal meningkatkan operasi penegakan hukum besar-besaran pada Agustus lalu.

Operasi tersebut merupakan bagian dari deklarasi “darurat keamanan publik” yang diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada 11 Agustus 2025.

Trump memerintahkan pengerahan pasukan Garda Nasional ke Washington DC dan kota-kota besar lainnya seperti New York, Chicago, Baltimore, Oakland, dan Los Angeles.

“Pemerintahan saya bertekad memulihkan ketertiban dan keamanan di kota-kota Amerika, apa pun risikonya,” tegas Trump dalam pernyataan resminya.

Langkah itu menuai kontroversi karena ditentang oleh sejumlah gubernur dan wali kota dari Partai Demokrat, yang menilai pengerahan militer justru bisa memperburuk situasi sosial di wilayah mereka.

Kekerasan Bersenjata Masih Jadi Luka Lama AS

Insiden berdarah di Washington DC kembali menyoroti krisis kekerasan bersenjata yang belum pernah tuntas di Amerika Serikat.

Menurut data Gun Violence Archive, sepanjang tahun 2025 telah terjadi lebih dari 500 kasus penembakan massal di AS, sebagian besar menelan korban anak-anak dan warga sipil tak bersenjata.

Meski berbagai upaya dilakukan, yakni dari peningkatan patroli hingga operasi federal, angka kekerasan masih terus melonjak. Banyak pihak menilai bahwa akar masalah sebenarnya terletak pada longgarnya regulasi kepemilikan senjata api di AS.