International

Ini Sosok Zohran Mamdani, Wali Kota Muslim Termuda New York: Progresivisme Menguat di Jantung Politik AS, Bikin Trump Gelisah!

×

Ini Sosok Zohran Mamdani, Wali Kota Muslim Termuda New York: Progresivisme Menguat di Jantung Politik AS, Bikin Trump Gelisah!

Sebarkan artikel ini
Zohran Mamdani
Wali Kota terpilih New York, Zohran Mamdani

Ringkasan Berita

  • Mamdani menumbangkan mantan Gubernur Demokrat Andrew Cuomo, yang maju sebagai kandidat independen untuk memperbaiki r…
  • Karier politiknya dimulai pada 2020 sebagai anggota parlemen negara bagian New York untuk distrik Astoria, Queens, te…
  • Kemenangan ini bukan sekadar simbol keberagaman, tetapi juga menandai pergeseran ideologi di jantung politik liberal AS.

Topikseru.com – Zohran Mamdani, politisi progresif dari Partai Demokrat berusia 34 tahun, resmi terpilih sebagai wali kota Muslim pertama sekaligus termuda di kota terbesar Amerika Serikat (AS). Kemenangan ini bukan sekadar simbol keberagaman, tetapi juga menandai pergeseran ideologi di jantung politik liberal AS.

Mamdani menumbangkan mantan Gubernur Demokrat Andrew Cuomo, yang maju sebagai kandidat independen untuk memperbaiki reputasi setelah terseret skandal pelecehan seksual. Meski Cuomo sempat unggul di awal, ia gagal merebut hati publik.

“Kemenangan ini milik mereka yang percaya New York bisa lebih adil, lebih setara, dan lebih manusiawi,” kata Mamdani dalam pidato kemenangannya, dikutip The Associated Press, Rabu (5/11/2025).

Latar Belakang Zohran Mamdani

Zohran Kwame Mamdani lahir di Kampala, Uganda, dari pasangan akademisi Mahmood Mamdani dan sutradara Mira Nair. Dia pindah ke New York saat berusia tujuh tahun dan menempuh pendidikan di Bowdoin College, Maine.

Sebelum terjun ke politik, Mamdani aktif membantu warga berpenghasilan rendah menghadapi penggusuran.

Karier politiknya dimulai pada 2020 sebagai anggota parlemen negara bagian New York untuk distrik Astoria, Queens, tempat ia mulai dikenal sebagai politisi progresif yang vokal.

Kebijakan Tegas Soal Gaza

Mamdani dikenal lantang menentang kebijakan Israel di Gaza. Pada 2024, ia menyebut, “Israel sedang melakukan genosida,” dan mendukung gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS).

Pernyataan kontroversialnya termasuk klaim, “Sebagai wali kota, saya akan menangkap Netanyahu jika ia datang ke New York,” dalam wawancara dengan Mehdi Hasan.

Baca Juga  Wall Street Kembali Cetak Rekor Penutupan Tertinggi Dipicu Lonjakan Saham Nvidia

Meski sempat diserang tuduhan anti-Semitisme, Mamdani menegaskan kritiknya tertuju pada kebijakan pemerintah, bukan komunitas Yahudi.

“Tak ada tempat bagi anti-Semitisme di kota ini, sama halnya dengan Islamofobia,” tegasnya pada Juni 2025.

Agenda Progresif dan Reformasi Kota

Sebagai wali kota, Mamdani membawa agenda inklusif yang berpihak pada rakyat kecil. Beberapa program unggulannya meliputi:

  • Transportasi publik gratis
  • Perumahan sosial terjangkau
  • Makanan gratis di kampus
  • Pendidikan anak usia dini universal

Pajak progresif bagi individu berpenghasilan di atas US$1 juta dan korporasi besar

Kampanye Mamdani dikenal sebagai salah satu gerakan akar rumput paling solid dalam sejarah politik lokal New York. Dukungan kuat dari pemilih muda dan komunitas minoritas berhasil mengusung agenda progresif seperti perumahan terjangkau, reformasi kepolisian, dan peningkatan layanan publik.

Dengan usia muda dan latar belakang multikultural, Mamdani dianggap simbol perubahan generasi dalam politik Amerika. Energi barunya diyakini akan mengubah wajah New York menjadi kota yang lebih adil dan berpihak pada keadilan sosial.

Kontroversi dan Dukungan Trump

Sebelum pemilihan, mantan Presiden Donald Trump mendukung Cuomo, mengabaikan kandidat Partai Republik Curtis Sliwa.

“Saya lebih percaya Cuomo daripada seorang radikal sayap kiri,” ujar Trump, bahkan sempat menyinggung kemungkinan menahan dana federal untuk New York jika Mamdani menang.

Dukungan Trump dianggap strategi untuk menggagalkan kandidat progresif. Namun hasil akhir justru memperkuat dukungan bagi Mamdani, karena publik menolak intervensi Washington dalam politik kota.

Kemenangan Zohran Mamdani menandai era baru bagi New York, menegaskan bahwa politik progresif dan keberagaman kultural kini menjadi kekuatan signifikan di jantung kota terbesar Amerika Serikat.