International

Apa Jadinya Seorang Presiden Ketahuan Kunjungi Klub Tari Telanjang? Ini yang Menerpa Presiden Kolombia Gustavo Petro!

×

Apa Jadinya Seorang Presiden Ketahuan Kunjungi Klub Tari Telanjang? Ini yang Menerpa Presiden Kolombia Gustavo Petro!

Sebarkan artikel ini
Gustavo Petro
Presiden Kolombia Gustavo Petro mengikuti aksi dalam protes terhadap komentar terbaru Presiden AS Donald Trump yang menuduhnya melakukan perdagangan narkoba. Foto: REUTERS/Luisa Gonzalez

Ringkasan Berita

  • Setelah saling serang dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal dugaan perdagangan narkoba dan pencucian uang…
  • Skandal ini muncul tidak lama setelah Petro mempublikasikan laporan transaksi keuangannya untuk membantah tuduhan kej…
  • Komentar itu semakin memperburuk reputasinya, mengingat Petro sebelumnya juga pernah diperintahkan pengadilan untuk m…

Topikseru.com – Presiden Kolombia, Gustavo Petro, kembali diterpa badai kontroversi. Setelah saling serang dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal dugaan perdagangan narkoba dan pencucian uang, nama Petro mendadak terseret ke isu baru: kunjungan ke klub penari telanjang saat menjalani dinas luar negeri.

Skandal ini muncul tidak lama setelah Petro mempublikasikan laporan transaksi keuangannya untuk membantah tuduhan kejahatan finansial dari Washington.

Baca Juga  Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum Dilecehkan Saat Menyapa Warga, Pelaku Ditangkap

Namun, dari dokumen yang ia buka sendiri, publik menemukan catatan kunjungan Petro ke klub tari telanjang Menage di Lisbon, Portugal, pada Mei 2023.

Dalam laporan itu, tertera bahwa ia mengeluarkan biaya US$ 50 atau sekitar Rp 836.000.

Isu tersebut langsung memicu kritik keras terutama dari kelompok pegiat hak perempuan di Kolombia.

Mereka menilai tindakan Petro tidak mencerminkan sikap seorang pemimpin negara yang sedang menghadapi situasi krisis eksploitasi seksual.

“Bagaimana mungkin kita berada di tengah darurat eksploitasi seksual, sementara presiden justru mengunjungi tempat seperti itu?” ujar Sara Jaramillo dari Jaringan Abolisionis Medellin.

Petro Beri Respons Nyeleneh di Media Sosial

Menanggapi kritik yang menghujani dirinya, Petro memilih merespons secara santai melalui platform X (Twitter).

Dia mengatakan suatu hari akan menjelaskan alasan keberadaannya di klub tersebut.

Dalam kunjungan yang sama, Petro juga menghadiri agenda resmi bertemu Presiden Portugal Marcelo Rebelo de Sousa di Istana Belem.

Namun, yang membuat publik semakin gaduh adalah komentar Petro berikutnya yang dinilai merendahkan perempuan.

Baca Juga  Skandal BYD dan Chery Terkuak, Ketahuan Klaim Subsidi Palsu Rp 845 Miliar

“Ada dua hal yang saya pelajari dalam hidup: tidak tidur dengan perempuan yang tidak saya sukai, dan tidak membeli seks ketika saya masih bisa merayu,” tulis Petro di X.

Komentar itu semakin memperburuk reputasinya, mengingat Petro sebelumnya juga pernah diperintahkan pengadilan untuk meminta maaf karena dianggap menstigmatisasi perempuan setelah menyebut wartawan perempuan kritis sebagai “boneka mafia”.

Hubungan Kolombia – AS Memanas

Skandal ini muncul di tengah hubungan diplomatik yang makin panas antara Bogota dan Washington.

Petro menjadi sasaran sanksi dan tuduhan berat dari Presiden Trump, yang menyebutnya sebagai “pemimpin narkoba ilegal”, meski tanpa disertai bukti.

Trump bahkan mencabut status Kolombia sebagai sekutu utama Amerika Serikat dalam perang melawan narkotika, sebuah langkah drastis yang makin menegangkan relasi kedua negara.

Petro menyebut tuduhan tersebut sebagai bentuk tekanan politik dan menyatakan publik perlu melihat bagaimana “kesewenang-wenangan dilakukan terhadap Kolombia”.