International

Trump Tak Tutup Peluang Serangan Kedua ke Venezuela Usai Penangkapan Maduro

×

Trump Tak Tutup Peluang Serangan Kedua ke Venezuela Usai Penangkapan Maduro

Sebarkan artikel ini
serangan AS ke Venezuela
Ilustrasi Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Topikseru.com, Washinton – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Washington tidak menutup kemungkinan melancarkan gelombang serangan kedua ke Venezuela, menyusul operasi militer AS yang diklaim berhasil menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Dalam wawancara dengan Fox News, Sabtu, Trump mengatakan pemerintahannya telah menyiapkan berbagai skenario lanjutan jika situasi di Venezuela berkembang ke arah yang dinilai mengancam kepentingan Amerika Serikat.

“Kami siap. Kami siap melakukan gelombang kedua. Semuanya sudah disiapkan. Operasi ini begitu kuat sehingga kami tidak perlu melakukannya, tetapi kami tetap siap,” ujar Trump.

Dia menambahkan bahwa kekuatan militer AS saat ini berada dalam status siaga penuh.

Armada Laut AS Disebut Sudah Dikerahkan

Trump juga mengklaim Amerika Serikat telah mengerahkan kekuatan laut dalam skala besar di kawasan tersebut.

“Kami berada di luar sana dengan armada seperti yang belum pernah dilihat siapa pun sebelumnya, dan kami siap,” kata Trump.

Pernyataan itu disampaikan setelah Trump sebelumnya mengumumkan bahwa Maduro telah ditangkap dan dikeluarkan dari Venezuela dalam sebuah operasi militer yang, menurutnya, dilakukan dengan presisi tinggi dan tanpa korban di pihak AS.

Caracas Bantah dan Minta Klarifikasi

Klaim Washington tersebut memicu kebingungan dan reaksi keras dari Caracas. Otoritas Venezuela menyatakan belum memperoleh informasi pasti mengenai keberadaan Presiden Nicolas Maduro dan menuntut klarifikasi resmi terkait kondisi pemimpin negara tersebut.

Baca Juga  China Desak AS Bebaskan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan Istrinya

Kementerian Luar Negeri Venezuela bahkan mengumumkan rencana untuk mengajukan banding ke berbagai organisasi internasional, serta mendesak Dewan Keamanan PBB menggelar rapat darurat guna membahas operasi militer AS di wilayahnya.

Wakil Presiden Venezuela Tegaskan Maduro Masih Berkuasa

Di tengah ketidakpastian tersebut, Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez menegaskan bahwa Nicolas Maduro tetap menjadi presiden sah Venezuela.

“Hanya ada satu presiden di negara ini, namanya Nicolas Maduro Moros,” ujar Rodriguez dalam pertemuan Dewan Pertahanan Venezuela, menyusul operasi yang dilancarkan Amerika Serikat.

Ledakan di Caracas dan Sorotan Internasional

Sejumlah media internasional sebelumnya melaporkan terdengarnya ledakan di Caracas, serta menyebut operasi tersebut melibatkan pasukan elite Amerika Serikat.

Namun, hingga kini belum ada konfirmasi independen mengenai detail operasi maupun kondisi terkini Maduro.

Di Washington, beberapa anggota Kongres AS mulai mempertanyakan dasar hukum operasi militer tersebut.

Mereka juga mengingatkan risiko eskalasi konflik yang dapat memperluas ketegangan dan instabilitas di kawasan Amerika Latin.

Seruan Penahanan Diri dari Dunia Internasional

Sementara pemerintah AS menyatakan bahwa Maduro akan menghadapi proses hukum, di tingkat global berbagai negara dan organisasi internasional menyerukan penahanan diri serta menekankan pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan negara dan hukum internasional.

Ancaman kemungkinan gelombang serangan lanjutan dinilai dapat memperburuk instabilitas regional dan memicu konfrontasi yang lebih luas jika tidak dikelola melalui jalur diplomasi.