Topikseru.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Presiden China Xi Jinping tidak akan mencoba merebut Taiwan selama ia menjabat sebagai Presiden AS. Pernyataan itu disampaikan Trump dalam wawancara dengan The New York Times yang dipublikasikan pada awal Januari 2026.
Trump mengatakan kepada media bahwa keputusan mengenai tindakan China terhadap Taiwan pada akhirnya berada di tangan Xi. Namun, Trump meyakini Xi tidak akan mengambil langkah militer terhadap Taiwan selama masa jabatannya.
“Itu terserah dia (Xi), apa yang akan dia lakukan. Namun, saya telah menyampaikan kepadanya bahwa saya akan sangat tidak senang jika dia melakukan itu, dan saya tidak berpikir dia akan melakukannya,” ujar Trump.
Trump menambahkan keyakinannya bahwa, meskipun China memandang Taiwan sebagai ancaman separatis, Beijing tidak akan melakukan agresi militer terhadap pulau demokratis itu dalam waktu dekat, setidaknya tidak selagi ia masih menjabat Presiden Amerika Serikat.
Permintaan untuk Xi: Status Quo Harus Dipertahankan
Trump menyampaikan bahwa ia telah mengungkapkan ketidaksenangannya kepada Xi jika Beijing mengambil tindakan agresif terhadap Taiwan, tetapi ia percaya Xi akan memilih menahan diri selama Trump tetap menjabat hingga 2029.
China selama ini menganggap Taiwan sebagai provinsi yang memisahkan diri sejak 1949, meski Taipei mempertahankan pemerintahan sendiri dan demokrasi yang mapan.
Perbandingan dengan Venezuela
Dalam wawancara yang sama, Trump juga ditanya apakah operasi militer Amerika Serikat dan penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro baru-baru ini membentuk sebuah preseden untuk konflik lain, seperti dengan China atas Taiwan.
Trump menilai ancaman dari Venezuela berbeda secara substansial dengan pandangan Beijing terhadap Taiwan.
Dia menggambarkan Venezuela sebagai “ancaman nyata,” dengan alasan bahwa kebijakan Maduro telah menyebabkan masuknya anggota geng dan narkoba ke Amerika Serikat, sesuatu yang tidak tampak di China.
“Anda tidak melihat orang-orang berbondong-bondong masuk ke China,” kata Trump.
Implikasi Kebijakan Luar Negeri
Komentar Trump ini muncul di tengah hubungan yang tegang antara Washington dan Beijing, khususnya terkait kebijakan Indo-Pasifik dan keamanan regional.
Meskipun Trump menegaskan keyakinannya bahwa Xi tidak akan menyerang Taiwan, analis internasional mengingatkan bahwa ketegangan lintas Selat Taiwan tetap menjadi salah satu isu geopolitik paling sensitif di dunia.
Hubungan AS-China mencakup berbagai aspek mulai dari perdagangan, teknologi, hingga dominasi strategis di kawasan Asia Timur.
Keputusan Trump untuk menempatkan isu Taiwan dalam diskusi bilateral menunjukkan pentingnya peran diplomasi dalam meredam potensi konflik berskala besar.










