Ringkasan Berita
- Melalui pernyataan di platform X, Kementerian Penerangan Pakistan menyebut serangan itu menghantam “tujuh kamp dan …
- Menteri Negara Urusan Dalam Negeri Pakistan, Talal Chaudhry, mengatakan kepada Geo News bahwa sedikitnya 70 orang yan…
- Islamabad menyebut operasi tersebut menargetkan kamp militan, sementara otoritas Kabul melaporkan jatuhnya korban war…
Topikseru.com, Islamabad – Jet-jet tempur Pakistan melancarkan serangan udara lintas batas ke wilayah timur dan tenggara Afghanistan pada Minggu (22/2) dini hari. Islamabad menyebut operasi tersebut menargetkan kamp militan, sementara otoritas Kabul melaporkan jatuhnya korban warga sipil dan berjanji akan memberikan respons.
Melalui pernyataan di platform X, Kementerian Penerangan Pakistan menyebut serangan itu menghantam “tujuh kamp dan tempat persembunyian teroris” yang diklaim milik Tehrik-i-Taliban Pakistan dan kelompok Islamic State Khorasan Province.
Pemerintah Pakistan menyatakan memiliki “bukti kuat” bahwa sejumlah serangan bom bunuh diri baru-baru ini, termasuk yang terjadi di Islamabad, direncanakan dan dilancarkan dari wilayah Afghanistan.
Menteri Negara Urusan Dalam Negeri Pakistan, Talal Chaudhry, mengatakan kepada Geo News bahwa sedikitnya 70 orang yang disebut sebagai “teroris” tewas dalam serangan tersebut, berdasarkan laporan awal.
Afghanistan Klaim Korban Sipil, Siap Membalas
Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Afghanistan menyatakan akan mengambil “respons yang tepat dan terukur” pada waktu yang dianggap sesuai.
Kementerian Luar Negeri Afghanistan juga memanggil Duta Besar Pakistan untuk Kabul, Ubaid Ur Rehman Nizamani, serta menyerahkan nota protes atas serangan udara tersebut.
Media Afghanistan, Tolo News, melaporkan serangan udara menghantam distrik Khogyani, Ghani Khel, dan Behsud di Provinsi Nangarhar, serta distrik Barmal dan Urgun di Provinsi Paktika. Mengutip sumber setempat, media itu menyebut warga sipil termasuk di antara korban.
Juru bicara Kementerian Pertahanan Afghanistan, Enayatullah Khwarazmi, dan juru bicara pemerintah, Zabihullah Mujahid, mengatakan serangan tersebut menewaskan dan melukai puluhan perempuan serta anak-anak.
Ketegangan Regional Kembali Memanas
Pakistan dalam beberapa tahun terakhir menghadapi lonjakan kekerasan militan yang sebagian besar dikaitkan dengan Tehrik-i-Taliban Pakistan dan kelompok separatis Baloch. Islamabad berulang kali menuduh kelompok tersebut beroperasi dari wilayah Afghanistan, tuduhan yang dibantah oleh pemerintah Taliban di Kabul.
Hubungan kedua negara bertetangga itu telah lama diliputi ketegangan. Bentrokan mematikan pada Oktober lalu memperburuk situasi, meskipun gencatan senjata yang dimediasi Qatar sempat meredakan eskalasi. Namun, pembicaraan lanjutan di Istanbul gagal menghasilkan kesepakatan resmi.
Pakistan juga menuding India memfasilitasi serangan teror melalui perbatasan Afghanistan yang rawan. Tuduhan tersebut dibantah oleh pemerintah India.
Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri India mengutuk serangan udara pada Minggu dan menyoroti adanya korban sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, terlebih terjadi pada bulan suci Ramadan.
“India menegaskan kembali dukungannya terhadap kedaulatan, integritas wilayah, dan kemerdekaan Afghanistan,” demikian pernyataan resmi kementerian tersebut.
Potensi Dampak Keamanan Kawasan
Serangan udara lintas batas ini berpotensi memperburuk stabilitas kawasan Asia Selatan yang telah lama dilanda konflik. Pengamat menilai, jika tidak dikelola melalui jalur diplomatik, eskalasi dapat memicu ketegangan militer yang lebih luas antara Islamabad dan Kabul.
Situasi di perbatasan Afghanistan – Pakistan kini menjadi sorotan internasional, seiring meningkatnya aktivitas militan dan dinamika geopolitik yang melibatkan kekuatan regional.










