Topikseru.com, Washington – Presiden Amerika Serikat Donald Trump memastikan militer AS telah meluncurkan “operasi tempur berskala besar” terhadap Iran, di tengah rangkaian ledakan yang mengguncang Teheran dan klaim Israel telah lebih dulu menyerang wilayah tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Trump melalui video yang diunggah di akun Truth Social miliknya, Sabtu (28/2/2026).
“Beberapa saat lalu, militer Amerika Serikat memulai operasi tempur besar di Iran. Tujuan kami adalah melindungi rakyat Amerika dengan menghilangkan ancaman yang segera dari rezim Iran,” ujar Trump.
Klaim Ancaman Langsung terhadap AS
Trump menyebut aktivitas Iran secara langsung membahayakan kepentingan Amerika Serikat, termasuk pasukan dan pangkalan militer AS di luar negeri serta sekutu-sekutunya.
“Iran dengan aktivitas mengancamnya secara langsung membahayakan Amerika Serikat, pasukan kami, pangkalan kami di luar negeri, dan sekutu kami di seluruh dunia,” katanya.
Dia berjanji akan menghancurkan sistem rudal Iran dan melumpuhkan industri misil negara tersebut. Trump juga menegaskan kembali bahwa Teheran tidak boleh memiliki senjata nuklir.
“Kami akan menghancurkan rudal mereka dan meluluhlantakkan industri misil mereka hingga rata ke tanah,” ucapnya.
Soroti Proksi dan Serangan Masa Lalu
Dalam pernyataannya, Trump juga menyinggung kelompok-kelompok proksi yang menurutnya didukung Iran dan telah mengancam stabilitas kawasan Timur Tengah.
Dia menyoroti penggunaan IED atau bom pinggir jalan yang disebutnya melukai dan menewaskan ribuan orang, termasuk warga Amerika.
Trump merujuk sejumlah insiden bersejarah, seperti pengambilalihan Kedutaan Besar AS di Teheran pada 1979, pemboman barak Marinir AS di Beirut pada 1983 yang menewaskan 241 warga Amerika, serta serangan terhadap USS Cole pada 2000.
Menurutnya, pasukan Iran dan kelompok proksi telah membunuh dan melukai ratusan personel militer Amerika di Irak.
“Proksi rezim terus melancarkan serangan tak terhitung terhadap pasukan Amerika yang ditempatkan di Timur Tengah dalam beberapa tahun terakhir,” ujar Trump.
Dia menyebut Iran sebagai “penyokong terorisme nomor satu di dunia” dan menuduh rezim tersebut mempersenjatai, melatih, serta mendanai milisi di Lebanon, Yaman, Suriah, dan Irak.
Eskalasi di Tengah Serangan Israel
Pengumuman Trump muncul setelah Israel menyatakan telah meluncurkan serangan terhadap Iran dan menetapkan status darurat nasional. Hingga kini belum ada rincian resmi mengenai target atau skala operasi militer AS.
Sementara itu, situasi di Iran dilaporkan masih tegang dengan sejumlah ledakan terjadi di ibu kota Teheran dan beberapa wilayah lain.
Trump kembali menegaskan bahwa kebijakan Washington sejak lama adalah memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir.
“Rezim teroris ini tidak boleh memiliki senjata nuklir,” katanya.
Perkembangan operasi militer ini berpotensi meningkatkan ketegangan geopolitik global, terutama di kawasan Timur Tengah yang selama ini menjadi titik panas konflik antara Iran dan sekutunya dengan Amerika Serikat dan Israel.













