International

179 Orang Tewas dalam Kecelakaan Pesawat Jeju Air di Korsel

×

179 Orang Tewas dalam Kecelakaan Pesawat Jeju Air di Korsel

Sebarkan artikel ini
Jeju Air
Pesawat Jeju Air mendarat darurat dan meledak di Bandara Internasional Muan. Foto: Getty Images

Ringkasan Berita

  • Dalam peristiwa ini 179 penumpang tewas dan dua orang lainnya berhasil diselamatkan.
  • Kecelakaan pesawat Jeju Air terjadi pada pukul 9 pagi waktu setempat.
  • Hingga Pukul 9 malam waktu setempat, pihak berwenang mengonfirmasi 179 orang tewas dan mengatakan dua awak pesawat be…

TOPIKSERU.COM – Pesawat Jeju Air pengangkut 181 penumpang mendarat darurat dan meledak di sebuah bandara di Muan, Korea Selatan, pada Minggu. Dalam peristiwa ini 179 penumpang tewas dan dua orang lainnya berhasil diselamatkan.

Kecelakaan pesawat Jeju Air terjadi pada pukul 9 pagi waktu setempat. Pesawat yang membawa 175 penumpang dan enam awak, ini mendarat darurat dan keluar dari landasan pacu Bandara Internasional Muan, Provinsi Jeolla Selatan.

Psawat mendarat di tanah tanpa roda pendaratan, menabrak dinding beton sebelum meledak dengan suara yang cukup keras.

Itu adalah kecelakaan penerbangan paling mematikan yang pernah terjadi di tanah Korsel dan merupakan kecelakaan ketiga dengan jumlah korban tewas terbanyak yang melibatkan maskapai Korsel.

Hingga Pukul 9 malam waktu setempat, pihak berwenang mengonfirmasi 179 orang tewas dan mengatakan dua awak pesawat berhasil diselamatkan.

Kedua orang tersebut dibawa ke rumah sakit yang berbeda di Seoul, setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit dekat bandara.

“Setelah pesawat menabrak dinding, penumpang terlempar keluar dari pesawat. Peluang untuk selamat sangat rendah,” kata seorang pejabat badan pemadam kebakaran pada Minggu pagi.

Baca Juga  Laporan di Polsek Pinangsori Diduga Mandek, Korban Penganiayaan Minta Keadilan

“Pesawat hampir sepenuhnya hancur dan sulit untuk mengidentifikasi korban yang tewas,” kata pejabat tersebut, seraya menambahkan bahwa pihaknya sedang dalam proses menemukan jenazah yang akan memakan waktu.

Sebanyak 181 orang berada di dalam pesawat Boeing 737-800 yang lepas landas dari Bangkok, Thailand pada pukul 01.30 pagi.

Pesawat tersebut dijadwalkan tiba di Muan sekitar pukul 08.30 pagi. Para penumpang semuanya warga Korea, kecuali dua warga negara Thailand.

Dari penumpang yang ada dalam pesawat, 82 orang adalah pria dan 93 orang adalah wanita dengan rentang usia mulai dari tiga tahun hingga 78 tahun. Banyak dari mereka yang berusia 40-an, 50-an, dan 60-an.

Sebuah ruang mayat sementara telah didirikan di dalam Bandara Muan untuk meletakkan jenazah korban.

Pihak berwenang percaya bahwa kegagalan roda pendaratan, kemungkinan besar disebabkan oleh tabrakan dengan burung yang mungkin menjadi penyebab kecelakaan tersebut.

Mereka telah memulai penyelidikan di lokasi untuk menentukan penyebab pasti.

Mereka telah mengambil alat perekam data penerbangan dan perekam suara kokpit dari reruntuhan, meskipun mungkin memakan waktu berbulan-bulan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan tersebut.

Kementerian Pertahanan mengatakan dalam pengarahan bahwa menara pengawas bandara telah memperingatkan mengenai tabrakan dengan burung pada pukul 08.54 pagi.

Pilot mengumumkan mayday atau keadaan darurat pada pukul 08.59 pagi dan mendaratkan pesawat pada pukul 09.03 pagi tanpa roda pendaratan yang dikeluarkan.