Breaking News

Presiden Nepal Mundur di Tengah “Revolusi Gen Z” dan Gelombang Kerusuhan

×

Presiden Nepal Mundur di Tengah “Revolusi Gen Z” dan Gelombang Kerusuhan

Sebarkan artikel ini
Nepal
Demo besar-besaran di Nepal berujung rusuh tewaskan 19 orang. (AFP/PRABIN RANABHAT)

Ringkasan Berita

  • Menurut laporan India Today, mundurnya Paudel dipicu oleh tekanan massa yang menamakan diri mereka sebagai bagian dar…
  • 1.500 Tahanan Kabur, Markas Polisi Ditembak Kerusuhan yang meluas berimbas pada kaburnya 1.500 tahanan dari Penjara N…
  • Pemblokiran Media Sosial Picu Amarah Publik Akar kemarahan publik berawal dari kebijakan pemerintah Nepal yang memblo…

Topikseru.com – Krisis politik di Nepal mencapai puncaknya setelah Presiden Ram Chandra Paudel mengumumkan pengunduran dirinya pada Selasa (9/9/2025). Keputusan itu diambil di tengah gelombang kerusuhan massal yang melanda ibu kota Kathmandu hingga berbagai kota besar di Nepal.

Menurut laporan India Today, mundurnya Paudel dipicu oleh tekanan massa yang menamakan diri mereka sebagai bagian dari “Revolusi Gen Z”.

Dalam sebuah surat terbuka, kelompok perusuh menyatakan bahwa Nepal kini berada di bawah kendali mereka. Mereka juga mendesak pembentukan pemerintahan sipil yang dipimpin oleh tokoh dengan legitimasi universal, serta penyelenggaraan pemilu segera.

1.500 Tahanan Kabur, Markas Polisi Ditembak

Kerusuhan yang meluas berimbas pada kaburnya 1.500 tahanan dari Penjara Nakkhu di Lalitpur, menurut laporan portal lokal Khabarhub. Situasi kian tegang setelah media setempat memberitakan adanya penembakan di markas besar Kepolisian Nepal.

Protes yang dimotori generasi muda ini telah berlangsung sejak Senin (8/9) dan segera menyebar ke berbagai kota besar. Aksi yang awalnya menuntut pencabutan pemblokiran media sosial berkembang menjadi tuntutan perubahan rezim.

Baca Juga  Istri Mantan PM Nepal Tewas, Kerusuhan "Revolusi Gen Z" Guncang Kathmandu

Bentrok dengan aparat pun tak terelakkan. Sedikitnya 19 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka akibat penggunaan meriam air, gas air mata, hingga peluru tajam oleh aparat keamanan.

Pemblokiran Media Sosial Picu Amarah Publik

Akar kemarahan publik berawal dari kebijakan pemerintah Nepal yang memblokir sejumlah media sosial populer pada 4 September. Langkah ini diambil lantaran platform tersebut tidak mendaftar ke Kementerian Komunikasi dan Teknologi Informasi sesuai tenggat waktu.

Namun, keputusan itu justru memicu gelombang protes yang makin membesar. Setelah aksi turun ke jalan, pemerintah akhirnya mencabut pemblokiran. Meski demikian, kerusuhan terlanjur meluas dengan massa berhasil menembus gedung parlemen.

Jam Malam Diberlakukan

Menanggapi situasi yang kian tidak terkendali, otoritas Kathmandu langsung memberlakukan jam malam di sejumlah distrik. Namun, kebijakan ini belum mampu meredam eskalasi kerusuhan yang kini berkembang menjadi krisis politik nasional.

Krisis Legitimasi Pemerintah Nepal

Pengunduran diri Presiden Paudel dianggap menandai krisis legitimasi pemerintahan Nepal. Tuntutan pembentukan pemerintahan sipil yang diterima luas menandakan adanya pergeseran besar dalam lanskap politik negara Himalaya itu.

“Revolusi Gen Z” yang dipimpin generasi muda menjadi motor utama perlawanan terhadap pemerintah, sekaligus mencatatkan babak baru dalam sejarah politik Nepal.