Kesehatan

14 Penyakit Ini Bisa Dideteksi dari Skrining BPJS Kesehatan 2025—Sudah Coba?

×

14 Penyakit Ini Bisa Dideteksi dari Skrining BPJS Kesehatan 2025—Sudah Coba?

Sebarkan artikel ini
Skrining BPJS Kesehatan
Skrining BPJS Kesehatan

Ringkasan Berita

  • Melalui skrining ini, peserta dapat mengetahui risiko terkena penyakit kronis sedini mungkin, sehingga dapat melakuka…
  • Pada tahun 2025, layanan ini semakin diperluas dan difasilitasi melalui berbagai kanal digital.
  • Melalui Aplikasi Mobile JKN Untuk peserta yang memiliki smartphone, skrining dapat dilakukan dengan sangat mudah mela…

Topikeru.com – Skrining riwayat kesehatan BPJS Kesehatan merupakan salah satu langkah preventif paling penting dalam sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dijalankan oleh BPJS Kesehatan.

Melalui skrining ini, peserta dapat mengetahui risiko terkena penyakit kronis sedini mungkin, sehingga dapat melakukan penanganan dan perubahan gaya hidup sebelum penyakit berkembang lebih lanjut.

Pada tahun 2025, layanan ini semakin diperluas dan difasilitasi melalui berbagai kanal digital.

Apa Itu Skrining Riwayat Kesehatan BPJS Kesehatan?

Skrining riwayat kesehatan adalah pemeriksaan awal tanpa biaya tambahan yang ditujukan kepada peserta JKN-KIS untuk mengidentifikasi risiko terhadap 14 jenis penyakit kronis, seperti diabetes melitus, hipertensi, jantung iskemik, stroke, dan berbagai jenis kanker.

BPJS Kesehatan menghadirkan inovasi dengan menyediakan akses skrining secara online melalui Mobile JKN, website BPJS Kesehatan, serta layanan PANDAWA.

Upaya ini bertujuan mempercepat deteksi dini, meningkatkan kesadaran masyarakat, dan menekan angka penyakit kronis di Indonesia.

Langkah-Langkah Mengisi Skrining BPJS Kesehatan 2025

1. Melalui Aplikasi Mobile JKN

Untuk peserta yang memiliki smartphone, skrining dapat dilakukan dengan sangat mudah melalui aplikasi resmi BPJS:

  • Unduh dan buka aplikasi Mobile JKN.
  • Masuk menggunakan akun yang sudah terdaftar.
  • Pilih menu “Lainnya”, lalu klik “Skrining Riwayat Kesehatan”.
  • Pilih anggota keluarga yang ingin diskrining.
  • Klik “Setuju” untuk melanjutkan.
  • Isi formulir secara lengkap dan jujur.
  • Klik “Selanjutnya” dan tunggu hasil skrining yang akan muncul otomatis.

2. Melalui Website Resmi BPJS Kesehatan

Bagi yang lebih nyaman menggunakan komputer atau browser, skrining bisa diakses melalui situs resmi berikut:

  • Kunjungi https://webskrining.bpjs-kesehatan.go.id
  • Masukkan nomor kartu BPJS, tanggal lahir, dan captcha.
  • Klik “Cari Peserta” dan kemudian klik “Setuju”.
  • Isi data pribadi seperti tinggi badan, berat badan, pendidikan, nomor kontak, dan kontak keluarga.
  • Jawab 16 pertanyaan terkait gaya hidup dan riwayat kesehatan dengan jujur.
  • Klik “Simpan” dan hasil skrining akan muncul, menunjukkan risiko penyakit serta saran kesehatan.

Manfaat Skrining BPJS Kesehatan untuk Peserta JKN-KIS

Menurut Kepala Cabang BPJS Kesehatan Sorong, Pupung Purnama seperti yang dilansir dari Kompas.com, skrining ini mampu mendeteksi 14 jenis penyakit berisiko tinggi, termasuk:

  • Diabetes melitus
  • Hipertensi
  • Penyakit jantung iskemik
  • Stroke
  • Kanker serviks
  • Kanker payudara
  • Anemia pada remaja putri
  • Tuberkulosis (TBC)
  • Hepatitis
  • Penyakit paru obstruktif kronik
  • Thalasemia
  • Kanker kolorektal
  • Kanker paru-paru
Baca Juga  Cara Cek Status Kepesertaan BPJS Kesehatan 2025 via Aplikasi, WhatsApp, dan Website

Pupung menekankan bahwa banyak peserta JKN yang tidak menyadari gaya hidup mereka sudah masuk kategori berisiko tinggi.

Oleh karena itu, skrining menjadi alat deteksi dini yang sangat vital dalam strategi kesehatan nasional.

Kebijakan Terbaru: Perluasan Akses Berdasarkan Perpres Nomor 59 Tahun 2024

Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2024 menegaskan perlunya perluasan akses skrining riwayat kesehatan secara nasional.

Dalam peraturan ini, semua peserta JKN diwajibkan untuk melakukan skrining secara berkala sebagai bagian dari pencegahan dan promotif kesehatan.

Metode skrining kini juga bisa dilakukan lewat:

  • Pelayanan Administrasi Melalui WhatsApp (PANDAWA) di nomor 0811165165
  • Puskesmas dan fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP)
  • Posyandu dan kegiatan promotif lainnya

Dengan integrasi sistem yang semakin luas dan teknologi digital yang mendukung, BPJS Kesehatan berharap jumlah peserta yang melakukan skrining terus meningkat.

Kenapa Skrining Harus Dilakukan Sekarang, Bukan Nanti?

Menunggu hingga gejala muncul sering kali sudah terlambat. Banyak penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes tidak menunjukkan gejala pada tahap awal, tetapi sudah mulai merusak organ tubuh secara perlahan.

Skrining memberikan informasi awal mengenai risiko penyakit, dan dengan informasi itu, peserta bisa:

  • Mengubah pola makan dan gaya hidup.
  • Berkonsultasi lebih awal dengan dokter.
  • Menghindari komplikasi jangka panjang.
  • Menekan biaya pengobatan di masa depan.

Skrining Adalah Investasi Kesehatan Jangka Panjang

BPJS Kesehatan kini tidak hanya menjadi penanggung biaya pengobatan saat sakit, tetapi juga bertransformasi sebagai institusi promotif dan preventif. Layanan skrining ini merupakan bentuk komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas masyarakat melalui pencegahan dini.

Cara Membaca dan Menindaklanjuti Hasil Skrining

Setelah hasil skrining muncul, peserta akan diberikan kategori risiko:

  • Risiko Rendah: Tetap jaga gaya hidup sehat dan ulangi skrining sesuai jadwal.
  • Risiko Sedang: Disarankan melakukan pemeriksaan lanjutan ke fasilitas kesehatan.
  • Risiko Tinggi: Segera lakukan pemeriksaan medis menyeluruh dan ubah gaya hidup.

Hasil ini juga bisa dicetak untuk keperluan rekam medis pribadi atau sebagai bahan konsultasi dengan dokter.

Ayo Mulai Skrining Hari Ini, Jangan Tunda Kesehatan Anda!

Kesehatan bukanlah sesuatu yang bisa ditunda. Dengan layanan skrining dari BPJS Kesehatan, kita diberikan alat untuk mencegah penyakit, bukan hanya mengobati.

Mari manfaatkan kemudahan akses layanan ini untuk menjaga diri, keluarga, dan masa depan yang lebih sehat.

Ingat! Pencegahan selalu lebih baik dan lebih murah dibanding pengobatan. Jangan tunggu sampai tubuh memberi sinyal bahaya. Lakukan skrining hari ini dan mulailah perjalanan hidup yang lebih sehat dan lebih sadar akan risiko penyakit. (*)

Sumber:Kompas.com