Kesehatan

Jangan Salah Pilih! Ini Sayuran Berbahaya untuk Penderita Penyakit Ginjal

×

Jangan Salah Pilih! Ini Sayuran Berbahaya untuk Penderita Penyakit Ginjal

Sebarkan artikel ini
ginjal
Ilustrasi berbagai sayuran yang sebaiknya dihindari oleh penderita penyakit ginjal, seperti bayam, tomat, dan bit, karena kandungan oksalat dan kalium yang tinggi.

Topikseru.com – Untuk kamu penderita penyakit ginjal, Enam Sayuran ini wajib kamu hindari, kalau tidak bisa berakibat fatal

Penyakit ginjal merupakan kondisi yang dapat membahayakan nyawa jika tidak ditangani dengan tepat.

Salah satu kunci utama dalam menjaga kesehatan ginjal adalah mengatur pola makan dengan bijak.

Sayuran memang dikenal sebagai makanan sehat yang penuh gizi, namun tidak semua sayuran aman untuk penderita ginjal.

Beberapa justru bisa memperburuk kondisi dan mempercepat penurunan fungsi ginjal.

Oleh karena itu, sangat penting untuk mengenali jenis sayuran yang sebaiknya dihindari oleh penderita penyakit ginjal.

Baca Juga  Coba Sekarang! Ini 6 Ramuan Rebusan 2 Bahan yang Terbukti Menyembuhkan Sakit Lutut Tanpa Obat Kimia

1. Tomat – Kandungan Potasium Tinggi yang Berbahaya untuk Ginjal

Tomat, terutama dalam bentuk olahan seperti saus atau pasta, mengandung potasium yang sangat tinggi. Dalam 1 cangkir saus tomat, potasium bisa mencapai 900 mg, sedangkan kebutuhan potasium harian untuk penderita penyakit ginjal kronis hanya berkisar antara 1500–2000 mg.

Ketika ginjal tidak berfungsi dengan optimal, maka tubuh tidak mampu membuang potasium secara efisien. Akibatnya, terjadi penumpukan potasium dalam darah yang dapat menyebabkan hiperkalemia. Kondisi ini dapat memicu kelemahan otot, kelumpuhan, dan gangguan irama jantung seperti fibrilasi ventrikel atau bahkan henti jantung.

Lebih berbahaya lagi, tomat juga sering dikonsumsi dalam bentuk mentah dalam jumlah banyak, misalnya dalam salad, yang tanpa sadar menambah beban ginjal. Oleh karena itu, penderita penyakit ginjal sangat disarankan membatasi konsumsi tomat, atau bahkan menghindarinya sepenuhnya terutama jika sedang menjalani hemodialisis.

2. Kentang – Sumber Karbohidrat dengan Potasium Tersembunyi

Kentang merupakan makanan pokok di banyak negara, dan dikenal sebagai pengganti nasi yang kaya karbohidrat. Namun, sayangnya kentang juga merupakan salah satu sumber potasium tertinggi di antara sayuran, dengan kadar mencapai 610 mg dalam satu kentang berukuran sedang.

Potasium memang penting untuk kontraksi otot dan fungsi jantung, tetapi jika kadar dalam tubuh terlalu tinggi, fungsi jantung bisa terganggu secara fatal. Untuk penderita ginjal, hal ini menjadi mimpi buruk.

Salah satu metode yang umum disarankan oleh ahli gizi untuk menurunkan kandungan potasium dalam kentang adalah proses leaching. Proses ini melibatkan pengupasan, pemotongan kecil-kecil, perendaman selama beberapa jam dalam air hangat, lalu direbus. Meski efektif menurunkan potasium hingga 50%, tetap saja konsumsi kentang harus dibatasi dan tidak dijadikan makanan harian.

Lebih baik, penderita ginjal mengganti kentang dengan sayuran rendah potasium seperti lobak putih atau kol rebus yang lebih aman dan tetap bergizi.

3. Kacang-Kacangan – Sumber Fosforus yang Menghancurkan Tulang dan Jantung

Kacang-kacangan seperti kacang merah, kacang hijau, lentil, hingga kacang almond memang terkenal kaya protein nabati dan serat. Namun, dibalik manfaatnya, terkandung fosforus dalam kadar yang sangat tinggi, berkisar 200–400 mg per 100 gram tergantung jenis kacangnya.

Bagi penderita ginjal, tingginya fosforus dalam darah dapat menyebabkan hiperfosfatemia, yaitu kelebihan fosforus yang memicu pelepasan kalsium dari tulang. Dalam jangka panjang, hal ini akan menyebabkan tulang menjadi keropos, mudah patah, dan nyeri hebat.

Tak hanya itu, kelebihan fosforus juga dapat menyebabkan pengapuran pada pembuluh darah (vaskular kalsifikasi). Kondisi ini meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, hingga kematian mendadak.

Kacang-kacangan dalam bentuk makanan olahan seperti tempe, tahu, atau susu kacang juga sebaiknya dibatasi atau diganti dengan sumber protein rendah fosforus seperti putih telur atau daging ayam tanpa kulit.

Baca Juga  Stop Salah Pakai! Begini Cara Pakai Tisu Magic yang Benar dan Aman untuk Pria

4. Bayam – Si Hijau Kaya Oksalat dan Potasium yang Bisa Picu Batu Ginjal

Bayam merupakan sayuran hijau yang tinggi zat besi dan sering direkomendasikan untuk menurunkan kolesterol. Tapi bagi penderita ginjal, bayam justru mengandung dua senyawa yang sangat berisiko, yakni potasium dan oksalat.

Dalam satu cangkir bayam matang terkandung sekitar 839 mg potasium, jumlah yang hampir setengah dari batas maksimal harian bagi penderita gagal ginjal. Selain itu, bayam juga mengandung oksalat tinggi, yaitu senyawa yang bila bereaksi dengan kalsium bisa membentuk kristal kalsium oksalat, penyebab utama terbentuknya batu ginjal.

Konsumsi rutin bayam dalam jumlah banyak bisa memperparah kondisi batu ginjal, bahkan mempercepat pembesaran batu. Oleh karena itu, bayam termasuk sayuran yang harus dihindari sama sekali oleh penderita batu ginjal atau gagal ginjal.

Jika ingin mengganti bayam, penderita ginjal bisa memilih sayuran rendah oksalat seperti kubis, paprika, atau terong.

5. Acar – Pengawet dengan Sodium Tinggi yang Menyiksa Ginjal

Acar adalah sayuran yang diawetkan dengan garam dan cuka. Proses pengawetan ini membuat acar memiliki kadar sodium yang sangat tinggi, yang bisa mencapai 500–600 mg dalam satu sendok makan tergantung jenisnya.

Sodium yang tinggi sangat berbahaya bagi penderita ginjal karena ginjal tidak mampu membuang kelebihan garam dengan baik. Akibatnya, terjadi retensi cairan, pembengkakan tubuh (edema), sesak napas, dan peningkatan tekanan darah.

Sodium juga meningkatkan risiko kerusakan pembuluh darah, mempercepat kerusakan ginjal, dan memperburuk kondisi hipertensi yang sudah diderita oleh mayoritas pasien ginjal kronis.

Lebih bijak jika mengganti acar dengan sayuran segar yang dimasak tanpa garam, seperti wortel kukus atau buncis rebus tanpa tambahan bumbu asin.

6. Ubi Jalar – Alternatif Diet yang Justru Mengandung Potasium Tinggi

Ubi jalar kerap dijadikan pengganti nasi saat diet karena mengenyangkan dan rendah lemak. Namun di balik itu, ubi jalar mengandung potasium dalam jumlah besar, yakni sekitar 475 mg dalam 100 gram.

Sama seperti kentang, kelebihan potasium yang tidak terbuang oleh ginjal bisa menyebabkan hiperkalemia yang berujung pada kerusakan jantung dan saraf. Meskipun potasium dalam ubi bisa dikurangi melalui perebusan, tetap saja konsumsi harian harus dibatasi.

Penderita penyakit ginjal sebaiknya mengganti ubi jalar dengan makanan yang lebih aman seperti labu kuning atau tepung singkong, yang lebih rendah potasium dan tidak terlalu membebani ginjal.

Baca Juga  5 Tanaman Pembersih Udara Alami di Rumah dan Kantor: Murah, Estetik

Strategi Diet Ginjal yang Aman dan Efektif

Agar fungsi ginjal tidak makin memburuk, berikut beberapa panduan diet bagi penderita ginjal:

  • Batasi konsumsi potasium, fosforus, dan sodium.

  • Perhatikan label gizi pada kemasan makanan sebelum membeli.

  • Konsultasi dengan ahli gizi secara rutin untuk menyusun menu makanan yang aman.

  • Hindari makanan olahan, kalengan, dan cepat saji.

  • Pilih teknik memasak sehat seperti kukus atau rebus, tanpa tambahan garam atau penyedap.

  • Minum air putih secukupnya, sesuai anjuran dokter.

Pilihan Sayur yang Salah Bisa Berakibat Fatal

Sayuran memang merupakan bagian penting dari pola makan sehat, tetapi bagi penderita penyakit ginjal, tidak semua sayuran aman dikonsumsi.

Konsumsi tomat, kentang, kacang-kacangan, bayam, acar, dan ubi jalar secara sembarangan dapat menyebabkan komplikasi serius seperti hiperkalemia, gagal jantung, batu ginjal, hingga kerusakan tulang.

Maka dari itu, sangat penting untuk mengetahui dan memilih sayuran yang benar-benar aman untuk ginjal, demi menjaga kualitas hidup dan memperlambat perkembangan penyakit.

Dengan pengelolaan pola makan yang tepat, penderita ginjal tetap bisa hidup sehat dan produktif.

Sayangi ginjal Anda, karena ketika ginjal rusak, tidak ada jalan kembali kecuali transplantasi (*).