Ringkasan Berita
- Di Stasiun Baja Linggei, Kabupaten Serdang Bedagai, Jumat (15/8), rangkaian kereta berwarna putih-hijau itu berhenti …
- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara menggelar Bakti Sosial Rail Clinic KAI, melanjutka…
- Rail Clinic memanfaatkan jalur kereta api untuk menjangkau daerah yang sulit diakses kendaraan umum.
Topikseru.com – Suara peluit kereta kali ini tak hanya mengantar penumpang. Di Stasiun Baja Linggei, Kabupaten Serdang Bedagai, Jumat (15/8), rangkaian kereta berwarna putih-hijau itu berhenti membawa misi berbeda: menghadirkan layanan kesehatan gratis bagi warga.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara menggelar Bakti Sosial Rail Clinic KAI, melanjutkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang sehari sebelumnya berlangsung di Stasiun Siantar.
Rail Clinic memanfaatkan jalur kereta api untuk menjangkau daerah yang sulit diakses kendaraan umum.
“Melalui Bakti Sosial Rail Clinic ini, KAI Divre I Sumut ingin meningkatkan kesehatan warga, sekaligus memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia,” ujar Manager Humas KAI Divre I Sumut, M. As’ad Habibuddin.
Rangkaian Rail Clinic terdiri dari dua kereta diesel yang disulap menjadi klinik berjalan. Layanannya meliputi pemeriksaan umum, gigi, kandungan (obgyn), mata, farmasi, dan laboratorium sederhana, dengan fasilitas dental unit, EKG, USG, hingga autorefraktometer.
Di Baja Linggei, tim medis KAI membawa 3 dokter umum, 2 dokter gigi, 1 dokter spesialis kandungan, 3 bidan, 4 paramedis, 2 apoteker, 2 petugas laboratorium, dan 2 optisien.
Sebanyak 200 warga menerima pemeriksaan gratis, termasuk 20 siswa SD yang mendapat kacamata baru.
Selain itu, KAI menggelar penyuluhan kesehatan gigi, sosialisasi keselamatan perjalanan kereta api, dan edukasi pemesanan tiket lewat aplikasi Access by KAI.
Jika digabungkan dengan kegiatan di Siantar, total penerima manfaat mencapai 400 warga dan 40 kacamata gratis dibagikan.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api,” pungkas As’ad.
Dengan inisiatif ini, KAI tak hanya menjadi penghubung antarwilayah, tetapi juga penghubung antara akses kesehatan dan warga yang membutuhkannya, membawa pesan bahwa rel kereta bisa menjadi jalur menuju kesehatan dan keselamatan bersama.













