Ringkasan Berita
- Xu Kecheng, justru menegaskan bahwa arah pengobatan masa depan bukan lagi sekadar menyembuhkan total, melainkan mengu…
- Enam Pilar Utama Penanganan Kanker Menurut Xu, ada enam pilar utama dalam pengobatan kanker: 1.
- Empat Teknologi Canggih untuk Kanker Xu kini fokus mengembangkan empat teknologi utama: – Cryosurgery (pembekuan tumo…
Topikseru.com – Penyakit kanker sering dianggap sebagai vonis mati. Namun pakar onkologi asal China, Prof. Xu Kecheng, justru menegaskan bahwa arah pengobatan masa depan bukan lagi sekadar menyembuhkan total, melainkan mengubah kanker menjadi kondisi kronis yang bisa dikendalikan.
“Tujuan penanganan adalah mengubah kanker menjadi kondisi tidak kronis, yang memungkinkan pasien mencapai kelangsungan hidup jangka panjang dengan kualitas hidup yang baik,” ujar Xu Kecheng dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa, 19 Agustus 2025.
Enam Pilar Utama Penanganan Kanker
Menurut Xu, ada enam pilar utama dalam pengobatan kanker:
1. Filosofi yang benar,
2. Tim medis yang unggul,
3. Teknologi canggih,
4. Peralatan maju,
5. Lingkungan yang mendukung,
6. Perawatan penuh kasih sayang.
Xu, yang juga Presiden Kehormatan International Society of Cryosurgery dan pendiri ASEAN Society of Cryosurgery, menilai meski kanker tidak bisa dihapus sepenuhnya, pendekatan holistik bisa memperpanjang umur pasien sekaligus menjaga kualitas hidup mereka.
Empat Teknologi Canggih untuk Kanker
Xu kini fokus mengembangkan empat teknologi utama:
– Cryosurgery (pembekuan tumor),
– Intervention,
– Nano Knife,
– Integrated Therapy.
“Demi kelangsungan kesehatan pasien, penting untuk menerapkan pengobatan yang menyenangkan, memperpanjang umur, dan meningkatkan kesehatan,” kata Xu.
Kolaborasi Indonesia–China
Ketua Umum Indonesia Diaspora Network-China, Prof. Yenni Thamrin, menilai kolaborasi lintas negara sangat penting untuk menghadirkan layanan onkologi terbaik di Indonesia.
Menurutnya, integrasi pengobatan Barat dan Tiongkok bisa menciptakan keunggulan layanan rumah sakit kanker, termasuk metode invasif minimal ultra yang memungkinkan pengangkatan tumor tanpa rasa sakit dan trauma berlebih.
“Pendapat para ahli onkologi diharapkan bisa memacu kolaborasi Indonesia–Tiongkok dalam pengembangan penanganan kanker. Sekaligus membuka jalan kerja sama lebih luas dalam bidang onkologi,” ujar Yenni.








