Kesehatan

Daun Sirsak: Dalam Negeri Dibuang, Jadi “Emas” di Negeri Orang

×

Daun Sirsak: Dalam Negeri Dibuang, Jadi “Emas” di Negeri Orang

Sebarkan artikel ini
Daun Sirsak
Daun Sirsak diklaim memiliki khasiat mulai dari pereda nyeri kepala hingga potensi antikanker

Ringkasan Berita

  • Dari Asia Tenggara hingga Amerika Latin, tumbuhan tropis ini diklaim memiliki khasiat mulai dari pereda nyeri kepala …
  • Indonesia sendiri mulai merintis ekspor sejak 2021, dengan pengiriman percobaan ke Jerman dan Korea Selatan.
  • Namun, di balik peluang ekonominya, masih ada tantangan besar: standar mutu, klaim kesehatan, dan rantai pasok ekspor.

Topikseru.com – Daun sirsak (Annona muricata) semakin populer di pasar herbal global. Dari Asia Tenggara hingga Amerika Latin, tumbuhan tropis ini diklaim memiliki khasiat mulai dari pereda nyeri kepala hingga potensi antikanker.

Namun, di balik peluang ekonominya, masih ada tantangan besar: standar mutu, klaim kesehatan, dan rantai pasok ekspor.

Secara tradisional, daun sirsak diseduh sebagai teh atau diolah menjadi ekstrak. Kandungan fenolik, flavonoid, dan acetogenin diduga memberi efek antioksidan, antimikroba, hingga anti-inflamasi.

Meski begitu, para peneliti mengingatkan bahwa bukti klinis pada manusia masih terbatas. Beberapa senyawa, seperti annonacin, bahkan dikaitkan dengan potensi neurotoksisitas sehingga konsumsi berlebihan perlu diawasi medis.

Pasar Global Menggeliat

Di e-commerce internasional seperti Amazon, teh daun sirsak kemasan 40–60 sachet dijual sekitar US$12 – 15 per kotak. Angka ini menunjukkan nilai tambah signifikan bagi produk yang diolah dengan baik.

Konsumen global umumnya mencari produk siap konsumsi: teh celup, kapsul ekstrak, atau bubuk herbal.

Indonesia sendiri mulai merintis ekspor sejak 2021, dengan pengiriman percobaan ke Jerman dan Korea Selatan.

Namun, volume perdagangan masih kecil dan sporadis. Penyebabnya, standar mutu dan regulasi ekspor belum sepenuhnya terpenuhi.

Pasar Eropa dan Asia Timur menuntut sertifikat fitosanitasi, uji residu pestisida, dan label komposisi yang jelas.

Tantangan dan Peluang

Banyak petani atau UMKM di hulu hanya menjual daun kering sederhana tanpa pengolahan standar. Kondisi ini membuat harga jual rendah dan sulit bersaing.

Padahal, harga ritel global relatif tinggi membuka peluang margin besar bagi eksportir yang mampu menghadirkan produk berkemasan modern dengan standar Good Manufacturing Practice (GMP).

Pengamat perdagangan menyebut, investasi pada fasilitas pengeringan, sortasi, pengemasan, dan sertifikasi organik akan menentukan daya saing Indonesia di pasar herbal dunia.

Antara Khasiat dan Kehati-hatian

Daun sirsak berpotensi menjadi komoditas herbal bernilai tambah tinggi bagi Indonesia. Namun, klaim kesehatan harus disampaikan proporsional.

Penelitian laboratorium memang menjanjikan, tapi risiko toksisitas juga nyata.

Bila rantai pasok ditingkatkan dan regulasi ekspor dipenuhi, daun sirsak bukan hanya ramuan tradisional, melainkan juga peluang ekonomi hijau di pasar herbal global.