Kesehatan

Membongkar Mitos Feses Hitam “Tanda Kematian”, Ini Penjelasan Medis dan Kapan Harus Segera Ke Rumah Sakit

×

Membongkar Mitos Feses Hitam “Tanda Kematian”, Ini Penjelasan Medis dan Kapan Harus Segera Ke Rumah Sakit

Sebarkan artikel ini
Mitos feses hitam
Ilustrasi - Membongkar mitos feses hitam tanda kematian

Topikseru.com – Warna feses yang berubah menjadi hitam kerap memicu kecemasan. Di masyarakat beredar anggapan ekstrem bahwa feses hitam menandakan kematian sudah dekat, klaim yang membuat keluarga pasien sakit berat atau lansia panik.

Namun menurut literatur medis, feses hitam tidak otomatis berarti seseorang akan meninggal. Penyebabnya beragam, mulai dari konsumsi makanan dan obat, hingga perdarahan di saluran cerna.

Mengapa Feses Bisa Menjadi Hitam?

Feses berwarna hitam terbagi dua kategori penting: yang jinak dan yang berbahaya. Warna gelap bisa muncul setelah mengonsumsi makanan atau obat-obatan tertentu, misalnya suplemen zat besi, makanan berwarna gelap, atau obat yang mengandung bismuth (seperti Pepto-Bismol). Dalam kasus ini perubahan warna bersifat sementara dan akan hilang saat konsumsi dihentikan.

Di sisi lain, feses hitam yang bertekstur lengket dan berbau sangat menyengat (dikenal sebagai melena) biasanya menandakan perdarahan pada saluran cerna bagian atas, misalnya lambung, duodenum, atau kerongkongan.

Darah yang bercampur dengan asam lambung akan berubah warna menjadi hitam saat melewati usus. Melena adalah gejala serius yang memerlukan pemeriksaan medis segera.

Apa Saja Penyebab Melena?

Penyebab umum melena meliputi tukak lambung (ulcus pepticum), perdarahan akibat varises esofagus, gastritis berat, hingga cedera mekanis pada saluran pencernaan.

Selain itu, penggunaan obat pengencer darah (antikoagulan) atau obat antiinflamasi non-steroid (NSAID) juga dapat meningkatkan risiko perdarahan saluran cerna.

Gejala yang harus membuat Anda segera ke IGD

Baca Juga  Cara Benar Menghitung Berat Badan Ideal dan Tips Untuk Menjaganya

Jika feses hitam disertai salah satu dari gejala berikut, segera cari pertolongan medis darurat:

  • Muntah darah atau muntah seperti butiran kopi;
  • Tubuh sangat lemas, pusing hebat, atau hampir pingsan;
  • Napas cepat, kulit pucat berkeringat dingin, atau tanda-tanda syok;
  • Nyeri perut hebat atau perut terasa kaku.

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, tes darah, tes tinja (untuk mendeteksi kandungan darah), dan bila perlu endoskopi untuk mencari sumber perdarahan.

Kapan Tidak Perlu Panik dan Apa yang Harus Dicek

Jika feses hitam muncul setelah mengonsumsi suplemen zat besi, makanan seperti hati atau makanan berwarna gelap, atau obat mengandung bismuth, biasanya tidak berbahaya.

Coba hentikan konsumsi yang dicurigai dan pantau perubahan warna selama 48–72 jam. Jika warna tidak kembali normal atau ada gejala lain, konsultasikan ke dokter.

Intinya: bukan pertanda kematian, tetapi jangan diabaikan

Kesimpulannya, feses hitam bisa menjadi tanda kondisi serius (melena akibat perdarahan), tetapi anggapan bahwa feses hitam merupakan “tanda kematian” adalah salah kaprah.

Penilaian harus didasarkan pada konteks klinis, riwayat makanan/obat, gejala menyertai, dan pemeriksaan medis. Bila ragu, terutama bila ada gejala berat, segeralah ke fasilitas kesehatan untuk evaluasi lebih lanjut.

Sumber rujukan singkat: Cleveland Clinic (melena), Mayo Clinic (gastrointestinal bleeding), NHS (efek bismuth dan penyebab feses gelap), MedlinePlus (obat/izin makanan dan pengaruhnya), StatPearls/NCBI (melena & perdarahan GI).