Ringkasan Berita
- BPOM menegaskan bahwa pengawasan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari tingkat distributor hingga fasilitas penjual…
- Pengawasan Penarikan Produk oleh BPOM Dalam pelaksanaan pengawasan, BPOM enjalin koordinasi aktif dengan PT Nestlé I…
- Langkah ini diambil sebagai bentuk perlindungan kesehatan masyarakat, khususnya bayi sebagai kelompok yang sangat ren…
Topikseru.com, Medan – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan pengawasan ketat terhadap penarikan susu formula bayi produksi Nestlé yang diduga berkaitan dengan potensi cemaran Bacillus cereus.
Langkah ini diambil sebagai bentuk perlindungan kesehatan masyarakat, khususnya bayi sebagai kelompok yang sangat rentan terhadap risiko keamanan pangan.
BPOM menegaskan bahwa pengawasan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari tingkat distributor hingga fasilitas penjualan, guna memastikan produk yang berpotensi berisiko tidak lagi beredar di masyarakat.
Pengawasan Penarikan Produk oleh BPOM
Dalam pelaksanaan pengawasan, BPOM enjalin koordinasi aktif dengan PT Nestlé Indonesia selaku distributor.
Pihak distributor diminta melaporkan secara berkala perkembangan proses penarikan produk dari peredaran, termasuk jumlah produk yang telah ditarik dan lokasi distribusinya.
BPOM memastikan bahwa seluruh tahapan penarikan dilakukan sesuai prosedur yang berlaku dan berada di bawah pengawasan langsung petugas.
BPOM mengedepankan prinsip kehati-hatian karena produk yang ditarik merupakan susu formula bayi, yang dikonsumsi oleh kelompok usia paling rentan.
Setiap potensi risiko keamanan pangan pada produk ini harus ditangani secara cepat dan terukur untuk mencegah dampak kesehatan yang tidak diinginkan.
Bacillus cereus dan Risiko Keamanan Pangan
Pengertian Bacillus cereus
Bacillus cereus adalah bakteri gram-positif berbentuk batang yang mampu membentuk spora. Bakteri ini umum ditemukan di lingkungan alami seperti tanah, debu, air, dan bahan pangan mentah.
Karena kemampuannya membentuk spora, Bacillus cereus dapat bertahan hidup dalam kondisi lingkungan yang ekstrem, termasuk suhu tinggi dan kekeringan.
Spora Bacillus cereus dapat bertahan selama proses pengolahan makanan dan kemudian berkembang biak ketika kondisi lingkungan mendukung, seperti suhu penyimpanan yang tidak tepat.
Cara Bacillus cereus Mengontaminasi Pangan
Kontaminasi Bacillus cereus umumnya terjadi melalui:
Bahan baku pangan yang terkontaminasi tanah atau debu
Proses produksi atau pengolahan yang tidak higienis
Penyimpanan makanan pada suhu yang tidak aman
Bakteri ini sering ditemukan pada makanan seperti nasi dan produk bertepung, produk susu, daging, serta sayuran. Dalam kondisi tertentu, Bacillus cereus dapat berkembang biak dengan cepat dan menghasilkan toksin berbahaya.
Toksin yang Dihasilkan Bacillus cereus
Bacillus cereus diketahui menghasilkan dua jenis toksin utama yang dapat menyebabkan keracunan makanan:
Toksin Emetik (Cereulide)
Toksin emetik, yang dikenal sebagai cereulide, merupakan toksin yang menyebabkan muntah. Toksin ini bersifat tahan panas (heat stable) sehingga tidak dapat dimusnahkan melalui proses pemasakan atau penyeduhan dengan air mendidih.
Paparan cereulide dapat menimbulkan gejala dalam waktu singkat, biasanya 30 menit hingga enam jam setelah konsumsi, dengan gejala berupa:
Muntah hebat atau berulang
Mual berat
Kelesuan yang tidak biasa
Toksin Diare
Selain toksin emetik, Bacillus cereus juga menghasilkan toksin penyebab diare. Toksin ini umumnya menyebabkan:
Diare berair
Nyeri perut
Kram perut
Gejala toksin diare biasanya muncul lebih lambat dibandingkan toksin emetik, yakni beberapa jam hingga lebih dari enam jam setelah konsumsi makanan terkontaminasi.
Dampak Bacillus cereus pada Bayi dan Kelompok Rentan
Pada umumnya, keracunan Bacillus cereus bersifat ringan hingga sedang. Namun pada bayi, lansia, dan individu dengan sistem kekebalan tubuh lemah, dampaknya dapat lebih serius.
Dalam kasus tertentu, Bacillus cereus juga dapat menyebabkan infeksi serius di luar saluran pencernaan, seperti:
Infeksi mata (endoftalmitis)
Infeksi sistemik pada pasien dengan daya tahan tubuh rendah
Imbauan BPOM kepada Masyarakat
Waspada terhadap Produk yang Ditarik
BPOM mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, untuk segera menghentikan penggunaan produk susu formula bayi yang ditarik dari peredaran dan mengikuti arahan resmi terkait mekanisme pengembalian atau penukaran produk.
Pentingnya Peran Konsumen Cerdas
Masyarakat diminta untuk selalu waspada dan selektif dalam memilih produk pangan, terutama yang dikonsumsi oleh bayi dan anak-anak.
Terapkan Prinsip Cek KLIK
Sebagai langkah pencegahan, BPOM mengajak masyarakat untuk menerapkan prinsip Cek KLIK, yaitu:
Memeriksa Kemasan
Membaca Label
Memastikan Izin edar
Memeriksa Kedaluwarsa
Pengawasan Berkelanjutan Keamanan Pangan
BPOM menegaskan akan terus melakukan pengawasan pre-market dan post-market serta berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pelaku usaha dan otoritas internasional, guna memastikan produk pangan yang beredar di Indonesia aman, bermutu, dan bergizi.









