KesehatanNews

Waspada, Bulu Kucing Bisa Sebabkan Sejumlah Penyakit

×

Waspada, Bulu Kucing Bisa Sebabkan Sejumlah Penyakit

Sebarkan artikel ini
Bulu kucing
Kucing. Foto: homecare24

Ringkasan Berita

  • Hal ini karena bulu kucing bisa mengandung bakteri dan parasit yang dapat menyebabkan terjadinya berbagai penyakit.
  • Dikutip dari Alodokter, ada berbagai penyakit yang patut diwaspadai dari bulu kucing, mulai dari munculnya reaksi ale…
  • Beberapa penyakit yang Disebabkan oleh Bulu Kucing: 1.

Topikseru.comDibalik tingkah pola dan gerak-gerik kucing yang menggemaskan, ada hal yang tak boleh diabaikan lho dari bulu kucing.

Dikutip dari Alodokter, ada berbagai penyakit yang patut diwaspadai dari bulu kucing, mulai dari munculnya reaksi alergi hingga toksoplasmosis dari kucing yang dipelihara di rumah. Hal ini karena bulu kucing bisa mengandung bakteri dan parasit yang dapat menyebabkan terjadinya berbagai penyakit.

Bulu kucing juga bisa lebih berbahaya bagi ibu hamil, terlebih jika ada kontak langsung dengan kotoran kucing saat membersihkannya. Hal ini dapat meningkatkan risiko berat badan bayi rendah hingga kelahiran prematur.

Beberapa penyakit yang Disebabkan oleh Bulu Kucing:

1. Penyakit cakar kucing (cat scratch disease)

Penyakit cakar kucing disebabkan oleh infeksi bakteri Bartonella henselae. Bakteri ini tak hanya mampu berpindah ke manusia lewat gigitan atau cakaran kucing, tetapi juga melalui bulu kucing.

Saat mengelus bulu kucing yang terkontaminasi bakteri dan secara tidak sadar langsung menyeka mata, Anda berisiko terkena penyakit ini.

Bahaya bulu kucing ini kucing dapat memicu masalah kesehatan yang lebih serius bagi orang dengan gangguan sistem kekebalan tubuh, seperti HIV/AIDS atau pasien kanker yang sedang menjalani kemoterapi.

2. Kurap (ringworm)

Kurap merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi jamur dermatofita pada kulit. Penyakit ini dapat ditularkan oleh hewan, seperti kucing, ke manusia.

Kucing merupakan hewan yang sering terinfeksi kurap. Hewan ini bisa terkena kurap apabila bulunya sering basah atau jarang dibersihkan. Anda perlu waspada saat menemukan gejala kurap pada kucing, seperti adanya area melingkar yang berkerak dan disertai kerontokan bulu.

Apabila kucing Anda terkena kurap, bawalah ke fasilitas atau klinik kesehatan hewan dan bersihkan rumah secara menyeluruh agar tidak ada spora jamur yang tertinggal.

3. Toksoplasmosis

Toksoplasmosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii. Parasit ini terdapat pada kotoran kucing yang sudah terinfeksi dan dapat menular ke manusia.

Penyakit ini bisa membahayakan ibu hamil dan orang yang memiliki daya tahan tubuh lemah. Pada ibu hamil, toksoplasmosis berisiko menyebabkan keguguran, kelahiran prematur, atau penyakit bawaan lahir pada janin.

Baca Juga  Cara 5 Merawat Bayi Prematur Bagi Ibu Pemula

Selain itu, penelitian juga menunjukkan penyakit ini dapat menyebabkan menurunnya tingkat kesuburan pada wanita.

4. Reaksi alergi

Bulu kucing sering kali terpapar oleh air ludah, kotoran, dan urine kucing. Saat menyentuh bulu kucing yang kotor tersebut, orang yang memiliki riwayat alergi bisa mengalami reaksi alergi.

Reaksi alergi yang umumnya muncul adalah gatal-gatal, ruam, atau bentol di kulit. Namun, reaksi alergi karena bahaya bulu kucing juga bisa menimbulkan gejala pilek, bersin, dan mata gatal karena rhinitis alergi.

Orang yang memiliki riwayat asma pun bisa lebih sering mengalami kambuhnya gejala ketika terpapar bulu kucing.

Mengurangi Risiko Bahaya Bulu Kucing

Untuk melindungi diri dari bahaya bulu kucing, dapat dilakukan dengan beberapa langkah berikut ini:

Bersihkan diri setelah menyentuh kucing

Jangan lupa untuk selalu mencuci tangan dengan air bersih dan sabun setelah menyentuh kucing maupun membersihkan kandang atau tempat buang airnya. Kebiasaan ini perlu diterapkan oleh semua orang yang tinggal di rumah, terutama anak-anak.

Agar lebih aman, pastikan juga anak Anda tidak bermain di lokasi yang mudah terkontaminasi kotoran kucing.

Bersihkan kucing dan kandangnya secara rutin

Kebersihan tubuh dan kandang menjadi hal penting dalam mencegah bahaya bulu kucing. Untuk menjaga kesehatan kucing dan diri Anda, mandikanlah kucing secara rutin dengan air bersih dan sampo khusus kucing. Hal ini penting untuk mencegah berkembangnya bakteri, parasit, dan jamur pada tubuh kucing.

Jangan tidur bersama kucing

Batasi area tertentu di rumah, terutama kamar tidur, dengan tidak membiarkan kucing masuk, bahkan tidur bersama Anda. Hal ini dikarenakan bulu kucing dapat rontok dan menempel di seprai serta selimut yang Anda gunakan.

Berikan vaksin

Selain beberapa cara mengurangi bahaya di atas, periksakan kucing ke dokter hewan dan berikan juga vaksin secara rutin. Pemberian vaksin dapat melindungi kucing Anda dari infeksi virus maupun bakteri.

Memelihara kucing memang sangat menyenangkan, tetapi bahaya bulunya harus Anda waspadai untuk mencegah beragam penyakit di atas. Jika Anda alergi terhadap bulu kucing atau merasakan keluhan setelah terpapar kucing, jangan ragu untuk memeriksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan.