Kesehatan

Dinkes Temukan 9.878 Kasus HIV/AIDS di Medan, 55 Kasus Berstatus Anak

×

Dinkes Temukan 9.878 Kasus HIV/AIDS di Medan, 55 Kasus Berstatus Anak

Sebarkan artikel ini
Kasus HIV
Ilustrasi - Sejumlah mahasiswa membentangkan spanduk saat aksi peringatan Hari HIV/AIDS Sedunia di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta. Foto: Dok Antara

Ringkasan Berita

  • Dari sejumlah kasus tersebut terdapat 55 kasus masih berstatus anak.
  • Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan Yuda Pratiwi Setiawan dalam acara peringatan Hari AIDS Sed…
  • Yuda menjelaskan dari total jumlah tersebut, 5.813 di antaranya saat ini sedang menjalani pengobatan dengan antiretro…

TOPIKSERU.COM, MEDANDinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan menemukan 9.878 kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immunodefiency Syndrome (AIDS). Dari sejumlah kasus tersebut terdapat 55 kasus masih berstatus anak.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan Yuda Pratiwi Setiawan dalam acara peringatan Hari AIDS Sedunia di Kota Medan, Jumat (29/11).

“Kasus HIV/AIDS yang ditemukan di Kota Medan saat ini sebanyak 9.878 orang,” kata Yuda Pratiwi Setiawan.

Yuda menjelaskan dari total jumlah tersebut, 5.813 di antaranya saat ini sedang menjalani pengobatan dengan antiretroviral (ARV).

Menurutnya, penularan HIV/AIDS tidak saja terjadi pada kelompok masyarakat dengan perilaku berissiko, tetapi juga bisa pada orang yang berstatus istri.

Selain itu, lanjutnya, selain masyarakat, petugas medis juga bisa terkontaminasi karena kurang disiplin dalam melaksanakan prosedur pelayanan orang dengan HIV/AIDS.

Yuda mengatakan anak yang baru lahir juga bisa tertular dari sang ibu karena tidak mengetahui status HIV, sehingga tidak sempat dilakukan pencegahan penularan ibu ke anak (PPIA).

Baca Juga  Sopir Bus Protes Penertiban Pool Bus, Bobby Nasution: Mau Ditertibkan, Kok Demo Ya?

“Di Kota Medan saat ini ada 55 orang anak dengan status anak dengan HIV/AIDS atau ADHA,” ujar Yuda.

Oleh sebab itu, di hadapan para pegiat dan lembaga swadaya masyarakat di bidang penanganan HIV/AIDS serta media massa, dia meminta semua pihak terkait agar belajar atas kondisi yang terjadi.

“Adapun hal-hal yang perlu ditingkatkan bersama adalah menyampaikan pentingnya tes HIV pada ibu hamil, terutama trimester pertama kehamilannya,” kata Yuda.

Bila ibu hamil terdeteksi, papar dia, segera berikan pengobatan dengan antiretroviral agar ibu hamil dan janinnya sehat menjalani kehamilan dan persalinan nantinya.

“Ini juga diharapkan akan memutus penularan dari ibu ke anak, sehingga tidak ada lagi kasus baru HIV pada anak,” ujar Yuda.

Selain itu, tutur dia, perlunya tes HIV bagi calon pengantin di Kota Medan, serta perlindungan yang tepat bagi tenaga kesehatan.

Dia memaparkan, hingga kini berbagai upaya sudah dan sedang dilakukan untuk menanggulangi penularan HIV/AIDS di Kota Medan, baik oleh pemerintah maupun swasta.

Dinas Kesehatan terus berusaha menemukan kasus HIV/AIDS dengan memperbanyak tempat pelayanan konseling dan tes HIV atau dikenal VCT (Voluntary Conseling and Testing).

“Di samping itu, juga disediakan tempat pelayanan perawatan dukungan dan pengobatan, baik puskesmas, rumah sakit maupun klinik,” pungkasnya.