TOPIKSERU.COM – Menstruasi atau haid merupakan siklus alami pada setiap wanita dari remaja hingga dewasa. Siklus menstruasi penting untuk diperhatikan karena berkaitan dengan kesehatan reproduksi.
Namun, tidak jarang ada yang mengalami siklus haid tidak normal. Siklus yang normal adalah setiap 28 hari, tetapi ada pula yang berkisar antara 21 hari atau 35 hari.
Dokter Boyke Dian Nugraha menyampaikan siklus haid menjadi indikator kesehatan seorang wanita.
Ada beberapa wanita justru mengalami waktu haid yang tidak normal. Beberapa jarang mengalami haid tiap bulan dan beberapa lainnya justru mengalami dalam waktu yang sering.
Lantas apa yang menyebabkan siklus haid tidak teratur pada wanita?
Melansir kanal YouTube SONORA FM, seksolog dr Boyke mengatakan ada beberapa faktor yang menyebabkan siklus haid menjadi tidak normal.
1. Faktor Stres
Dokter Boyke mengatakan salah satu faktor yang paling sering menjadi penyebab haid tidak normal adalah tingkat stres.
Kondisi stres akan memengaruhi hormon sehingga menyebabkan haid tidak teratur.
“Paling sering yang terjadi adalah gangguan dari hormonal itu sendiri. Misalnya, remaja yang sedang menghadapi ujian atau tes PNS. Mereka stres mikirin apakah diterima atau tidak, gimana ya ngisi datanya. Nah, biasanya menstruasinya itu aur-auran,” kata Boyke, Senin (20/1).
2. Infeksi
Selain stres, faktor lain yang merusak siklus menstruasi normal adalah kondisi kesehatan alat reproduksi. Misalnya, terjadi infeksi akibat keputihan.
Keputihan pada kondisi normal justru metode alami tubuh untuk menjaga vagina tetap bersih.
Namun, keputihan yang tidak normal harus diwaspadai karena dapat menyebabkan risiko infeksi dan merusak siklus normal menstruasi.
“Kemudian mereka yang terinfeksi, keputihan itu didiamkan aja, itu kalau ga diobati akan infeksi seperti jamur dan sebagainya. Sehingga menstruasinya bisa karena selaput lendir di rahimnya lebih mudah luruh,” ujar Boyke Dian Nugraha.
Boyke menyarankan bagi yang menstruasi tidak normal karena stres, agar memanajemen stres.
Namun, bila karena infeksi, segera berobat ke dokter.
“Mereka-mereka itu harus diobati. Kalau penyebab mereka stres ya manage stresnya. Impactnya stres kalau gak mens, mencret, gatal, kulitnya garuk-garuk kalau stres, ada yang sakit perut, mens juga gitu, tergantung tempat paling lemah di tubuh manusia adalah gangguan haid, oleh karena itu ke dokter lah,” ujar dokter Boyke.
Lebih lanjut, dr Boyke menjabarkan bahwa haid yang normal adalah yang biasanya dialami dalam lima sampai tujuh hari.
“Lima sampai tujuh hari yang normal. Siklusnya 21 sampai 35 hari jedanya. Lebih dari itu sudah dianggap tidak normal,” pungkasnya.










