Kesehatan

Kontroversi Menu Serangga: Apakah Ini Pilihan Tepat untuk Gizi Anak?

×

Kontroversi Menu Serangga: Apakah Ini Pilihan Tepat untuk Gizi Anak?

Sebarkan artikel ini
Menu MBG Serangga
Menu MBG Serangga

Ringkasan Berita

  • Ahli gizi masyarakat Tan Shot Yen menyebutkan bahwa menu tersebut tidak etis jika bukan tradisi lokal dan dapat mengu…
  • Namun, usulan menu serangga seperti belalang dan ulat sagu memicu kontroversi.
  • Keamanan pangan menjadi aspek utama yang tidak boleh diabaikan.

TOPIIKSERU.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bertujuan meningkatkan gizi siswa. Namun, usulan menu serangga seperti belalang dan ulat sagu memicu kontroversi. Ahli gizi masyarakat Tan Shot Yen menyebutkan bahwa menu tersebut tidak etis jika bukan tradisi lokal dan dapat mengurangi selera makan anak.

Keamanan pangan menjadi aspek utama yang tidak boleh diabaikan. Tan menyarankan agar pemerintah fokus menyediakan makanan seperti telur dan ikan, yang sudah terbukti aman dan bergizi, dengan pengawasan ketat dalam pengolahan hingga penyajian.

Kritik terhadap Serangga sebagai Menu MBG

Badan Gizi Nasional (BGN) mengusulkan serangga sebagai sumber protein potensial dalam program MBG. Namun, Tan Shot Yen mengungkapkan kekhawatirannya terkait higienitas dan risiko kontaminasi serangga.

“Generasi sekarang jarang mengonsumsi serangga. Keamanan pangan harus menjadi prioritas,” ungkapnya.

Serangga mungkin terpapar bahan kimia seperti pestisida, yang membahayakan kesehatan anak-anak.

Pada dasarnya kandungan dalam makanan bukan hanya mengenai gizi tapi yang juga tidak kalah penting adalah keamanan pangan. Sehingga pemerintah daerah seharusnya lebih baik menyajikan makanan seperti telur yang juga mengandung protein hewani, kemudian pengolahannya diawasi secara ketat hingga makanan itu sampai ke tangan siswa.

“Menyajikan serangga, belalang, ulat sagu atau yang disebutkan itu dalam menu MBG rasanya bukan hanya tidak etis jika bukan tradisi setempat tapi malah merusak nafsu makan,” kata Tan Shot Yen

Baca Juga  Program MBG Dimulai di Tapteng, Kandungan Gizi dan Kehigienisan Dipertanyakan

Alternatif Sumber Protein yang Aman dan Terjangkau

Pemerintah seharusnya memilih sumber protein yang lebih aman dan diterima masyarakat. Beberapa alternatif yang direkomendasikan adalah:

1. Telur

Telur merupakan sumber protein hewani yang mudah diolah, terjangkau, dan kaya nutrisi penting untuk pertumbuhan anak.

2. Ikan

Ikan mengandung omega-3 dan nutrisi esensial lainnya, sangat baik untuk perkembangan otak dan kesehatan tubuh anak.

3. Daging Ayam

Daging ayam lebih umum dikonsumsi dan tersedia di hampir seluruh wilayah. Proses pengolahannya juga lebih familiar bagi masyarakat.

Pengawasan yang ketat terhadap penyediaan makanan ini sangat penting untuk memastikan kualitas dan keamanannya.

Serangga: Tradisi Lokal atau Tantangan Nasional?

Mengonsumsi serangga merupakan tradisi di beberapa daerah. Namun, untuk skala nasional, perlu dilakukan kajian mendalam mengenai:

  • Kandungan Gizi: Apakah serangga memenuhi kebutuhan gizi anak?
  • Higienitas: Apakah pengolahan serangga memenuhi standar keamanan pangan?
  • Penerimaan Sosial: Apakah masyarakat umum, terutama anak-anak, dapat menerima serangga sebagai menu harian?

Tan Shot Yen menekankan perlunya perhatian pada kandungan protein dan jumlah konsumsi serangga jika tetap digunakan dalam program MBG.

Menu dalam program MBG harus memperhatikan gizi, keamanan, dan penerimaan sosial. Serangga mungkin sesuai untuk beberapa daerah, tetapi telur, ikan, dan daging ayam lebih layak untuk diterapkan secara luas.

Pemerintah perlu memastikan bahwa setiap makanan yang disajikan dalam program ini tidak hanya bergizi tetapi juga aman dan sesuai dengan norma masyarakat. Dengan demikian, program MBG dapat benar-benar meningkatkan kualitas hidup anak-anak Indonesia. (*)