Ringkasan Berita
- Sebab, kehamilan bukan hanya perkara seberapa sering hubungan dilakukan, tapi juga waktu, posisi, hingga kebiasaan se…
- Waktu Ideal Berhubungan: Pagi Hari, Lebih Subur Penelitian menunjukkan bahwa pukul 06.00 hingga 09.00 pagi merupakan …
- Namun, kenyataannya tidak semua pasangan langsung dikaruniai kehamilan meski sudah rutin berhubungan intim.
Topikseru.com – Banyak pasangan muda yang berharap bisa cepat hamil dan dikaruniai momongan usai menikah. Namun, kenyataannya tidak semua pasangan langsung dikaruniai kehamilan meski sudah rutin berhubungan intim.
Sebab, kehamilan bukan hanya perkara seberapa sering hubungan dilakukan, tapi juga waktu, posisi, hingga kebiasaan setelahnya.
Faktanya, peluang terjadinya pembuahan bisa meningkat jika pasangan memahami cara berhubungan intim agar cepat hamil.
Bagaimana Cara Bercinta agar Cepat Hamil?
Berikut ini panduan lengkapnya berdasarkan sejumlah studi dan rekomendasi medis.
1. Posisi Seks yang Mendukung Penetrasi Mendalam
Dalam dunia medis, posisi misionaris dan doggy style dikenal lebih efektif mendukung pembuahan. Alasannya, posisi ini memungkinkan penetrasi lebih dalam, sehingga sperma dapat lebih dekat menuju serviks.
Posisi misionaris – di mana wanita berada di bawah pria – juga meningkatkan keintiman antar pasangan. Sementara itu, posisi doggy style memberi sudut penetrasi yang membantu sperma bergerak lebih cepat ke arah sel telur.
2. Waktu Ideal Berhubungan: Pagi Hari, Lebih Subur
Penelitian menunjukkan bahwa pukul 06.00 hingga 09.00 pagi merupakan jam terbaik untuk berhubungan intim agar cepat hamil. Pada waktu ini, kualitas dan kuantitas sperma pria berada pada titik optimal, mendukung peluang pembuahan yang lebih besar.
3. Berhubungan Seks di Masa Subur, Bukan Setiap Hari
Sperma dapat bertahan hingga lima hari dalam tubuh wanita. Maka, penting untuk menyasar masa subur wanita, bukan sekadar memperbanyak frekuensi.
Idealnya, hubungan dilakukan pada hari ke-7 hingga ke-15 sejak hari pertama menstruasi, terutama pada wanita dengan siklus 28 hari.
4. Berbaring Setelah Seks, Tidak Perlu Angkat Kaki
Salah satu mitos yang masih dipercaya adalah mengangkat kaki setelah berhubungan intim.
Namun, dokter menyarankan cukup berbaring selama 10–15 menit setelah berhubungan agar sperma memiliki waktu mencapai sel telur.
5. Konsumsi Asam Folat Rutin Sebelum Kehamilan
Asam folat berperan penting dalam mempersiapkan tubuh wanita untuk kehamilan. Kandungan ini membantu mencegah cacat tabung saraf pada janin.
Dianjurkan mengonsumsi 400 mcg per hari, setidaknya tiga bulan sebelum merencanakan kehamilan.
Asam folat juga dapat ditemukan dalam bayam, kacang-kacangan, hati sapi, hingga buah-buahan seperti alpukat dan jeruk.
6. Hindari Penggunaan Pelumas Berbasis Air
Pelumas berbahan dasar air diketahui dapat mengurangi motilitas sperma hingga 49 persen dalam 10 menit. Jika memang diperlukan, pasangan bisa memilih pelumas alami seperti minyak mineral atau minyak kanola.
7. Stop Alat Kontrasepsi, Beri Waktu Tubuh Beradaptasi
Jika Anda baru saja berhenti menggunakan KB, tubuh memerlukan waktu untuk kembali ke siklus hormonal normal. Oleh karena itu, penting memberi jeda waktu bagi tubuh sebelum aktif mencoba hamil secara alami.
8. Tak Perlu Setiap Hari, Fokus pada Kualitas
Hubungan seksual setiap hari tidak selalu meningkatkan peluang hamil. Justru bisa menurunkan kualitas sperma karena tidak cukup waktu untuk regenerasi. Lebih baik, lakukan hubungan secara berkualitas di masa subur.
9. Jaga Kebersihan Organ Intim
Setelah berhubungan, penting untuk membersihkan organ intim guna mencegah infeksi. Gunakan air bersih tanpa sabun pewangi, dan hindari douching karena dapat mengganggu keseimbangan flora normal vagina.
10. Buang Air Kecil Setelah Berhubungan, Cegah Infeksi
Meski tidak mempengaruhi pembuahan, buang air kecil setelah berhubungan intim bisa membantu mencegah infeksi saluran kemih (ISK). Kebiasaan ini penting, terutama pada wanita dengan riwayat ISK berulang.
Kehamilan bukan hanya hasil dari hubungan intim yang rutin. Ada faktor fisiologis, nutrisi, serta gaya hidup yang saling memengaruhi.
Memahami cara berhubungan intim agar cepat hamil – termasuk waktu, posisi, dan kebiasaan setelahnya – adalah langkah awal untuk meningkatkan peluang memiliki keturunan.
Jika sudah mencoba berbagai cara dan belum berhasil, tak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan guna mengetahui penyebab pastinya.









