Asmara

Siapa yang Harus Klimaks Duluan, Pria atau Wanita? Psikolog Ungkap Jawaban demi Keharmonisan

×

Siapa yang Harus Klimaks Duluan, Pria atau Wanita? Psikolog Ungkap Jawaban demi Keharmonisan

Sebarkan artikel ini
Fakta unik bercinta
5 Fakta Unik Bercinta Saat Hujan Terasa Lebih Panas, Pasangan Wajib Coba!

Ringkasan Berita

  • Psikolog klinis Inez Kristianti, M.Psi., yang kerap membagikan edukasi seksualitas di Instagram, memberikan penjelasa…
  • Namun, kenyataannya, pertanyaan klasik terkait siapa yang sebaiknya klimaks duluan, suami atau istri?
  • Menurutnya, secara biologis, perempuan memiliki kemampuan untuk mengalami multiple orgasm dalam waktu berdekatan.

Topikseru.com – Aktivitas bercinta dalam rumah tangga seharusnya menjadi momen intim yang menghadirkan kesenangan bagi kedua pihak. Namun, kenyataannya, pertanyaan klasik terkait siapa yang sebaiknya klimaks duluan, suami atau istri?

Psikolog klinis Inez Kristianti, M.Psi., yang kerap membagikan edukasi seksualitas di Instagram, memberikan penjelasan menarik.

Menurutnya, secara biologis, perempuan memiliki kemampuan untuk mengalami multiple orgasm dalam waktu berdekatan. Sebaliknya, laki-laki membutuhkan waktu jeda atau refractory period setelah klimaks sebelum bisa melanjutkan aktivitas seksual kembali.

“Kalau pria sudah orgasme duluan, ia harus beristirahat dulu sebelum bisa lanjut. Sementara itu, pasangannya mungkin masih ingin berlanjut karena belum mencapai orgasme,” kata Inez.

Fokus pada Kenikmatan Pasangan

Inez menyarankan agar pasangan pria mempertimbangkan untuk memprioritaskan kepuasan istri lebih dahulu. Setelah istri mencapai orgasme, barulah giliran suami. Meski begitu, ia menekankan bahwa hal ini bukan aturan mutlak, sebab setiap pasangan memiliki dinamika yang berbeda.

Baca Juga  Istri Menolak Bercinta, Apakah Tanda Mulai Berselingkuh? Ini 7 Alasan yang Jarang Disadari Suami

Pendekatan ini diyakini mampu menghindarkan rasa kecewa salah satu pihak dan mengembalikan “fase bulan madu” dalam hubungan.

“Memperlakukan pasangan sebagai prioritas, khususnya dalam urusan seks, bukan pilihan tapi keharusan,” ujar Inez.

Komunikasi Adalah Kunci

Banyak pasangan yang rela mengorbankan kepuasan diri demi pasangan, namun jika dilakukan terus-menerus tanpa saling memahami kebutuhan, hubungan bisa menjadi timpang.

Karena itu, Inez menekankan pentingnya komunikasi terbuka tentang kebutuhan dan keinginan masing-masing di ranjang.

Dia juga mengingatkan bahwa orgasme bukan satu-satunya tujuan seks.

“Bagian terbaik justru terletak pada proses sebelum klimaks, seperti foreplay yang dilakukan tanpa terburu-buru,” tuturnya.

Dengan memahami perbedaan biologis dan mengutamakan komunikasi, pasangan dapat membangun pengalaman seksual yang memuaskan bagi kedua pihak, tak hanya soal siapa yang klimaks duluan, tapi juga bagaimana perjalanan menuju ke sana.