Kuliner

Rahasia Lezatnya Bika Bakar Amak Nurmalis, Kuliner Legendaris di Jalan Amaliun Medan

×

Rahasia Lezatnya Bika Bakar Amak Nurmalis, Kuliner Legendaris di Jalan Amaliun Medan

Sebarkan artikel ini
Kue Bika Bakar Amak Nurmalis
Kue Bika Bakar Amak Nurmalis, Jalan Amaliun, Kecamatan Medan Area, Sumatera Utara, Jumat (10/10/2025). topikseru.com/Agus Sinaga

Ringkasan Berita

  • Berdiri lebih dari 30 tahun yang lalu, Bika Bakar Amak Nurmalis menjadi salah satu ikon jajanan tradisional khas Suma…
  • Meski zaman telah berubah dan persaingan semakin ketat, aroma khas bika bakar dari tungku arang di kedai ini tetap me…
  • Didirikan oleh Amak Nurmalis, seorang perantau Minang yang gigih, usaha ini bermula dari resep keluarga yang diwarisk…

Topikseru.com – Kue Bika Bakar Amak Nurmalis yang legendaris di Jalan Amaliun, Kecamatan Medan Area, Kota Medan, Sumatera Utara, menjadi bukti nyata keteguhan usaha kuliner tradisional di tengah badai inflasi dan kenaikan harga bahan pangan.

Meski zaman telah berubah dan persaingan semakin ketat, aroma khas bika bakar dari tungku arang di kedai ini tetap menggoda siapa pun yang melintas.

Berdiri lebih dari 30 tahun yang lalu, Bika Bakar Amak Nurmalis menjadi salah satu ikon jajanan tradisional khas Sumatera Barat yang berhasil merebut hati masyarakat Medan.

Cita rasa manis legit, berpadu dengan aroma harum kelapa muda dan renyahnya bagian luar yang dibakar, menjadikannya primadona di masanya.

Didirikan oleh Amak Nurmalis, seorang perantau Minang yang gigih, usaha ini bermula dari resep keluarga yang diwariskan turun-temurun. Kini, estafet usaha tersebut diteruskan oleh sang putri, Ibu Upik, yang tetap menjaga keaslian rasa meski harus berhadapan dengan tantangan ekonomi yang berat.

Resep Tradisional yang Tetap Dijaga

Keistimewaan bika bakar Amak Nurmalis terletak pada bahan-bahan alaminya. Adonan terbuat dari tepung beras, parutan kelapa muda, gula pasir, dan sedikit fermentasi alami untuk menghasilkan tekstur berserat lembut. Proses pembakaran masih menggunakan arang kayu, yang memberikan aroma smoky khas dan rasa gurih yang tak bisa digantikan oven modern.

Menurut Ibu Upik, menjaga resep asli adalah kunci agar pelanggan lama tetap setia.

“Kami tidak ingin mengubah rasa, walau bahan makin mahal. Cuma ukuran yang kami kecilkan sedikit biar tetap bisa dijual dengan harga terjangkau,” ujarnya dengan nada lirih.

Seperti banyak pelaku UMKM lainnya, kenaikan harga bahan baku menjadi tantangan terbesar. Harga kelapa muda, gula, dan tepung beras terus melonjak dalam dua tahun terakhir. Akibatnya, margin keuntungan semakin menipis.

“Kalau dinaikkan harga, pelanggan bisa kabur. Tapi kalau dikecilkan ukuran, nanti dikira menipu. Serba salah,” kata Upik, menggambarkan dilema pedagang kecil.

Kini, ukuran bika bakar terpaksa diperkecil, sementara produksi pun dikurangi dari 7–10 kilogram per hari menjadi hanya 5 kilogram. Bahkan, tak jarang sebagian bika tak laku terjual dan harus dibagikan ke tetangga agar tidak terbuang sia-sia.

Dampak Penurunan Daya Beli Konsumen

Kondisi ekonomi masyarakat yang belum pulih sepenuhnya pasca pandemi turut memengaruhi daya beli. Banyak pelanggan setia kini hanya membeli separuh dari biasanya. Dalam dua bulan terakhir, penjualan menurun drastis hingga 40%.

“Kalau dulu pagi udah ramai, sekarang kadang sampai sore baru habis setengah,” ujar Upik sambil memandangi loyang bika yang masih menumpuk di meja.

Penurunan penjualan ini juga berdampak pada pengurangan tenaga kerja. Beberapa pekerja yang dulu membantu Amak Nurmalis kini harus dirumahkan karena biaya produksi tak lagi sebanding dengan hasil penjualan.

Meski kondisi sulit, Ibu Upik tidak menyerah begitu saja. Ia mencoba diversifikasi usaha dengan membuka warung kopi kecil di lokasi yang sama. Kombinasi bika bakar hangat dengan segelas kopi robusta dari dataran tinggi Mandailing menjadi daya tarik tersendiri bagi pelanggan yang ingin menikmati suasana sore yang santai.

Baca Juga  Wali Kota Medan Ajak Hotel Promosikan Produk UMKM Lokal

“Kami ingin pelanggan tetap datang, walau cuma ngopi. Kadang dari situ mereka juga beli bika untuk dibawa pulang,” katanya.

Selain itu, promosi lewat media sosial juga mulai dilakukan, meski dengan cara sederhana. Melalui WhatsApp dan Facebook, Ibu Upik kerap memposting foto bika bakar yang baru matang, berharap bisa menarik pembeli dari lingkungan sekitar.

Cita Rasa Nostalgia yang Tak Lekang Waktu

Mencicipi bika bakar Amak Nurmalis bukan sekadar soal rasa, tapi juga tentang nostalgia masa lalu. Banyak pelanggan lama yang datang bukan hanya karena ingin membeli, melainkan karena kenangan akan masa kecil mereka di Medan.

“Bika ini dulu dibeli ayah saya tiap minggu. Sekarang saya yang bawa anak saya ke sini,” ujar Rina, seorang pelanggan yang sudah 20 tahun mengenal bika Amak Nurmalis.

Dengan tekstur lembut di dalam, renyah di luar, serta aroma bakaran yang khas, bika ini mampu membangkitkan kenangan masa lalu yang hangat dan penuh makna.

Lokasi dan Jam Operasional

Kedai Bika Bakar Amak Nurmalis berlokasi di:
📍 Jalan Amaliun, Kecamatan Medan Area, Kota Medan, Sumatera Utara.

Buka setiap hari dari Pukul 08.30 hingga 18.30 WIB, kedai ini menjadi tempat persinggahan yang sempurna bagi siapa pun yang ingin menikmati camilan tradisional sambil menyeruput kopi panas. Suasananya sederhana, namun penuh kehangatan khas keluarga.

Meski menghadapi banyak tantangan, Ibu Upik tetap optimistis. Ia berharap pemerintah dapat lebih memperhatikan pelaku UMKM kuliner tradisional agar tetap bisa bertahan. Dukungan berupa bantuan bahan baku, pelatihan digital marketing, atau subsidi usaha kecil akan sangat membantu agar kuliner warisan seperti bika bakar tidak punah dimakan zaman.

“Kami ingin tetap hidup dari kue ini, karena ini bukan sekadar dagangan, tapi warisan dari Amak yang harus dijaga,” tutur Upik dengan mata berkaca-kaca.

Dalam era serba digital, tantangan terbesar bagi kuliner tradisional adalah menjangkau generasi muda. Namun, Bika Bakar Amak Nurmalis justru punya potensi besar untuk menarik minat anak muda dengan kemasan modern tanpa meninggalkan cita rasa aslinya.

Beberapa pelanggan muda mulai merekomendasikan kedai ini di media sosial, bahkan ada yang mengunggah ulasan positif di TikTok dan Instagram. Jika tren ini terus berkembang, bukan tidak mungkin bika bakar khas Amak Nurmalis akan kembali menjadi jajanan favorit di Medan.

Kue Bika Bakar Amak Nurmalis bukan sekadar kuliner — ia adalah simbol keteguhan, kerja keras, dan cinta terhadap warisan leluhur. Di tengah gempuran inflasi, perubahan selera pasar, dan tantangan ekonomi, semangat Ibu Upik untuk mempertahankan cita rasa tradisi patut diapresiasi.

Setiap potongan bika bakar yang dijual bukan hanya mengenyangkan perut, tapi juga menghangatkan hati. Sebuah pengingat bahwa di balik setiap kue tradisional, ada cerita perjuangan dan cinta yang tak ternilai.

Jika Anda berkunjung ke Medan, sempatkanlah mampir ke Jalan Amaliun dan rasakan sendiri kelezatan bika bakar yang telah melegenda ini.