Gaya Hidup

Cerita Mistis, Penjual Sosis Hilang 2 Tahun Terjebak di Alam Ghaib

×

Cerita Mistis, Penjual Sosis Hilang 2 Tahun Terjebak di Alam Ghaib

Sebarkan artikel ini
Cerita Mistis
Cerita mistis seorang penjual sosis hilang selama 2 tahun diduga terjebak di alam gaib. Foto: Pixabay

Ringkasan Berita

  • Seperti kisah Kang Gugum (40), pedagang sosis dan nuget, yang mengalami kejadian aneh diduga tersesat di alam gaib.
  • Beberapa peristiwa yang sulit diterima akal sehat itu kerap dikaitkan dengan cerita mistis.
  • Melansir kanal YouTube Malam Mencekam, Gugum mengatakan kisah mistis itu dia alami pada 2007 lalu.

TOPIKSERU.COM – Ada berbagai peristiwa di alam semesta ini yang terkadang tak lazim sulit diterima akal. Beberapa peristiwa yang sulit diterima akal sehat itu kerap dikaitkan dengan cerita mistis.

Seperti kisah Kang Gugum (40), pedagang sosis dan nuget, yang mengalami kejadian aneh diduga tersesat di alam gaib.

Gugum mengaku selama hilang, dia tinggal di sebuah perkampungan yang ada di Gunung Puyuh, Sumedang, Jawa Barat.

Melansir kanal YouTube Malam Mencekam, Gugum mengatakan kisah mistis itu dia alami pada 2007 lalu.

Kisah ini bermula saat Gugum mengalami kesulitan ekonomi setelah tidak lagi bekerja.

Hidup sebagai anak dari keluarga kurang mampu membuatnya sering terkucilkan oleh lingkungan.

Dia sempat bekerja di sebuah bengkel, tetapi suasana lingkungan yang tidak nyaman karena kerap dijauhi rekan-rekan, membuat Gugum berhenti bekerja.

Kondisi tersebut membuat Gugum depresi.

Pada satu malam, dengan kondisi ekonomi yang terus menjepit, Gugum duduk sambil merenung di teras depan rumahnya.

Namun, begitu terkejutnya dia dengan kedatang seorang kakek yang mengajaknya ke suatu tempat.

Dalam keadaan bingung, Gugum terus mengikuti arahan sosok tersebut hingga tiba di suatu tempat.

Oleh sang kakek, Gugum diminta untuk mengikuti sosok perempuan masuk ke dalam hutan dan menuju sebuah goa.

Goa kecil itu terlihat penuh dengan akar-akar pohon hingga menutupi mulut goa.

Gugum mengaku setelah tiba di goa tersebut dia tidak sadarkan diri. Saat terbangun, dia menyadari sosok kakek yang mendatanginya sudah berada di sampingnya.

Sang kakek yang terlihat seperti layaknya manusia normal lalu mengelus punggung Gugum.

“Duduk saja di sini, baca salawat dan istighfar,” cerita Gugum menirukan ucapan kakek tersebut.

Selanjutnya, kakek tersebut menuntun Gugum untuk mengikuti gerakannya. Gugum semula bingung dengan doa yang diucapkan sang kakek.

Dalam keadaan kebingungan, Gugum terus mengikuti instruksi dari sosok tersebut. Dia menyilangkan kaki dan meletakkan tangan dengan posisi jari manis menyentuh ibu jari, di atas paha.

Baca Juga  Polres Tapteng Gelar Pasukan Operasi Lilin Toba 2024

Gugum kembali merasakan tak sadarkan diri dan terbangun saat mendengar suara seperti suara napas macan dan desingan ular. Dia penasaran dan mencoba mengintip, tetapi tidak dapat melihat apa-apa.

Dia hanya melihat banyak kunang-kunang beterbangan. Semakin lama, kunang-kunang itu berubah menjadi kabut hitam. Gugum kembali tak sadarkan diri.

Untuk kesekian kalinya Gugum kembali terbangun dan kali ini dia sudah berada di tengah hamparan padang rumput yang menjulang.

“Kok saya ada di tempat ini,” kata Gugum.

Dengan suasana hati yang tak karuan, dia segera mencari tahu tempat tersebut. Di tengah kebingungannya, Gugum melihat seorang laki-laki sedang mencangkul.

Dia kemudian menghampiri sosok yang ternyata seorang kakek. Sang kakek mengajak Gugum ke desa yang tak pernah ia temui sebelumnya.

Semula, Gugum merasa senang bahwa telah menemukan jalan keluar dari hutan aneh tersebut. Di rumah rumah si kakek, dia mendapat hidangan yang lezat.

Gugum mengatakan suasana desa tersebut sangat sederhana, istri sang kakek masih menggunakan tungku untuk menanak nasi.

“Kek, saya besok sepertinya harus pulang,” ujar Gugum kepada si kakek.

Namun, kakek tersebut tidak mengizinkan dengan alasan belum saatnya Gugum pulang.

“Belum saatnya, lagian kamu mau pulang ke mana,” jawab kakek tersebut.

Merasa tidak punya pilihan, Gugum mengiyakan instruksi sang kakek untuk tinggal di rumah mereka.

Si kakek mengatakan Gugum punya peran penting bagi desa mereka. Sebab, suatu saat nanti dia akan kembali ke desa tersebut.

Tiba pada hari keempat, sang kakek memberikan seekor kunang-kunang kepada Gugum yang sama persis seperti yang dia lihat saat di goa.

Saat diberikan, kunang-kunang itu berubah wujud dan merasuk ke badan Gugum.

“Kek, ini kenapa masuk ke dalam badan saya. Bagaimana cara mengeluarkan,” tanya Gugum.

“Kamu enggak usah tahu, nanti kakek ceritakan bila sudah tiba saatnya,” jelas sang kakek.

Tiba lah saat yang ditunggu-tunggu, Gugum akhirnya diperbolehkan pulang dan seketika dia kembali pingsan. Saat sadar, Gugum telah menyadari bahwa dirinya berada di hutan yang tak jauh dari rumahnya.

Gugum lalu pulang ke rumah dan disambut penuh suka cita oleh keluarga. Tetapi betapa terkejutnya Gugum saat mengetahui bahwa sang ayah telah meningal.

Ibu Gugum memberitahu bahwa dia sudah menghilang dua tahun lamanya.