Ringkasan Berita
- Haru Urara, kuda yang populer di kalangan pecinta pacuan sekaligus menjadi inspirasi karakter dalam gim Uma Musume Pr…
- Kabar tersebut pertama kali dilaporkan sejumlah media Jepang, termasuk Friday Kodansha.
- Momen Terakhir Haru Urara Yuko Miyahara, staf peternakan yang merawat Haru Urara, mengisahkan detik-detik terakhir ku…
Topikseru.com – Kabar duka datang dari dunia pacuan kuda Jepang. Haru Urara, kuda yang populer di kalangan pecinta pacuan sekaligus menjadi inspirasi karakter dalam gim Uma Musume Pretty Derby, dikabarkan meninggal dunia pada 9 September 2025 dalam usia 29 tahun.
Kabar tersebut pertama kali dilaporkan sejumlah media Jepang, termasuk Friday Kodansha. Haru Urara ditemukan tak bernyawa di sebuah peternakan di Prefektur Chiba, tempat ia menghabiskan masa tuanya.
Momen Terakhir Haru Urara
Yuko Miyahara, staf peternakan yang merawat Haru Urara, mengisahkan detik-detik terakhir kuda legendaris itu.
“Dia mengalami sulit buang air besar sejak pagi hari pada 8 September. Saya langsung memanggil dokter hewan. Sepanjang malam saya menemaninya, namun saat matahari terbit kondisinya memburuk dan akhirnya dia tiada. Sungguh disayangkan,” ujar Yuko.
Pemeriksaan dokter memastikan bahwa Haru Urara meninggal akibat kolik, penyakit berbahaya yang menyerang sistem pencernaan kuda. Kondisi ini terjadi ketika gas menumpuk di usus akibat pencernaan yang buruk sehingga memperlambat pergerakan usus.
Kolik dikenal sebagai salah satu penyebab kematian paling umum pada kuda. Sebelumnya, kuda pacuan terkenal Winning Ticket juga dilaporkan meninggal dunia akibat penyakit serupa.
Ikon yang Tak Pernah Menyerah
Haru Urara menjadi fenomena di Jepang bukan karena banyak kemenangan, melainkan karena kisah perjuangannya. Meski hampir selalu kalah dalam setiap perlombaan, ia dicintai publik karena semangat juangnya yang tak pernah padam.
Popularitasnya bahkan menembus dunia gim melalui karakter di Uma Musume, yang memperkenalkan kembali sosoknya kepada generasi baru.
Belakangan, Haru Urara kerap dikunjungi oleh penggemar, baik dari Jepang maupun dari luar negeri. Kehadirannya dianggap sebagai simbol harapan dan konsistensi meski menghadapi kekalahan berulang kali.
Selamat Jalan Haru Urara
Kepergian Haru Urara meninggalkan duka mendalam bagi komunitas penggemar Uma Musume dan pecinta pacuan kuda di Jepang. Bagi banyak orang, ia bukan sekadar kuda, tetapi simbol dari semangat untuk tidak menyerah.








