Ringkasan Berita
- Pengangkatan Harli ini tertuang dalam Keputusan Jaksa Agung RI Nomor 325 Tahun 2025 yang ditandatangani langsung oleh…
- Dia menggantikan posisi Idianto setelah menjalani masa tugas sebagai juru bicara resmi Kejaksaan Agung sejak Juni 2024.
- Lahir pada 12 April 1970, ia menyelesaikan pendidikan hukumnya di Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU) dan…
Topikseru.com – Kursi panas Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajati Sumut) kini resmi diduduki oleh Harli Siregar, seorang jaksa senior yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung RI.
Pengangkatan Harli ini tertuang dalam Keputusan Jaksa Agung RI Nomor 325 Tahun 2025 yang ditandatangani langsung oleh Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin.
Dia menggantikan posisi Idianto setelah menjalani masa tugas sebagai juru bicara resmi Kejaksaan Agung sejak Juni 2024.
Langkah rotasi ini disebut sebagai bagian dari penyegaran jajaran struktural Adhyaksa, terutama pada jabatan strategis di tingkat daerah yang bersentuhan langsung dengan isu-isu hukum dan publik.
Alumni USU dan Punya Rekam Jejak Cemerlang
Sosok Harli Siregar bukan nama baru di tubuh Kejaksaan. Lahir pada 12 April 1970, ia menyelesaikan pendidikan hukumnya di Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU) dan meraih gelar doktor di bidang hukum dari kampus yang sama pada 2022.
Selam bertugas di Krop Adhyaksa, Harli memiliki rekam jejak cemerlang dan pernah memegang berbagai posisi penting, yakni:
– Kepala Kejaksaan Negeri Lubuk Pakam, Deli Serdang
– Wakil Kajati Kalimantan Timur
– Wakil Kajati Bangka Belitung
– Kepala Kajati Papua Barat
– Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung RI
Sepak Terjang Harli Siregar di Papua Barat
Di Papua Barat, Harli dikenal publik karena ketegasannya dalam menangani kasus-kasus dugaan korupsi proyek strategis daerah.
Salah satu perkara yang mencuat ialah penyidikan pembangunan Gedung Kantor Dinas Perumahan Provinsi Papua Barat Tahun Anggaran 2017, yang menyeret seorang tersangka berinisial BP.
Sumatera Utara bukan medan baru bagi Harli. Dengan rekam jejaknya di Lubuk Pakam dan USU, banyak yang menaruh harapan bahwa ia mampu menjawab tantangan penegakan hukum di provinsi ini – mulai dari korupsi struktural hingga praktik mafia tanah dan konflik agraria.
Sumut dalam beberapa waktu terakhir menjadi sorotan nasional karena sejumlah kasus besar, seperti dugaan korupsi di Dinas PUPR Sumut dan kasus seleksi PPPK Langkat yang berbuntut panjang.
Harli Siregar diharapkan mampu membawa kultur keterbukaan dan integritas yang selama ini ia bangun saat menjadi Kapuspenkum Kejagung.
“Dengan latar belakang yang kuat dalam komunikasi hukum dan investigasi lapangan, Harli Siregar menjadi figur ideal untuk menjembatani institusi Adhyaksa dengan masyarakat Sumut yang kritis dan dinamis,” ujar Gumilar Aditya Nugroho, Presiden Medan Lawyer FC (MLFC) di Medan.
Dia juga diprediksi akan memperkuat kolaborasi antara penegak hukum dan masyarakat sipil di Sumatera Utara untuk memberantas korupsi, memperkuat supremasi hukum, dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap lembaga kejaksaan.










