Sosok

Marsma Fajar Adriyanto Gugur di Langit Latihan: Jejak Sang Penerbang F-16 hingga Akhir di Bogor

×

Marsma Fajar Adriyanto Gugur di Langit Latihan: Jejak Sang Penerbang F-16 hingga Akhir di Bogor

Sebarkan artikel ini
Fajar Adriyanto
Asisten Potensi Dirgantara Kepala Staf Komando Operasi Udara Nasional TNI Angkatan Udara Marsekal Pertama TNI Fajar Adriyanto memberi paparan dalam acara bertajuk, “Morotai and Beyond”, yang digelar di Jakarta, Jumat (13/9/2024).

Ringkasan Berita

  • Marsekal Pertama (Marsma) TNI Fajar Adriyanto, salah satu penerbang tempur kebanggaan TNI Angkatan Udara, gugur dalam…
  • Pesawat bernomor ekor S216 milik Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) itu jatuh saat menjalani latihan rutin.
  • Penerbang Tempur F-16 yang Jadi Suara TNI AU Nama Fajar Adriyanto bukanlah wajah baru di tubuh TNI AU maupun di hadap…

Topikseru.com – Kabar duka datang dari langit Ciampea, Bogor, Jawa Barat. Marsekal Pertama (Marsma) TNI Fajar Adriyanto, salah satu penerbang tempur kebanggaan TNI Angkatan Udara, gugur dalam kecelakaan pesawat latih sipil Quicksilver GT500 di Desa Benteng, Kecamatan Ciampea, Minggu (3/8/2025).

Baca Juga  Pesawat S216 Jatuh di Bogor, Pilot Dilaporkan Meninggal Dunia

Pesawat bernomor ekor S216 milik Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) itu jatuh saat menjalani latihan rutin.

Dalam insiden tragis tersebut, Fajar tidak sendiri. Ia terbang bersama seorang pilot lain yang juga tewas di lokasi kejadian.

Penerbang Tempur F-16 yang Jadi Suara TNI AU

Nama Fajar Adriyanto bukanlah wajah baru di tubuh TNI AU maupun di hadapan publik. Lelaki kelahiran Probolinggo ini tercatat memulai karier militernya di Akademi Angkatan Udara (AAU) 1992, lalu menempuh jalur penerbang tempur pesawat F-16 Fighting Falcon – salah satu jet tempur kebanggaan Indonesia.

Karirnya menanjak pesat. Pada 2007 hingga 2019, Fajar dipercaya memimpin Skuadron 3 Lanud Iswahyudi, basis para penerbang F-16. Ia kemudian menduduki sejumlah jabatan strategis:

  • Komandan Lanud Manuhua (2017-2019)
  • Kepala Dinas Penerangan TNI AU (2019-2020)
  • Kepala Dinas Potensi Dirgantara (2020-2023)
  • Aspotdirga Kaskoopsudnas (2023-2024)
  • Kapoksahli Kodiklatau sebagai jabatan terakhirnya.

Sebagai Kadispenau, Fajar sering muncul di hadapan media, menjembatani publik dengan TNI AU.

Sosoknya dikenal tenang namun tegas setiap kali mewakili institusi di tengah isu-isu pertahanan udara.

Pernah Cegat Jet Tempur AS

Baca Juga  Daftar Pasukan Udara Terkuat ASEAN: Indonesia Nomor Berapa?

Tak banyak yang tahu, Fajar juga salah satu saksi sejarah peristiwa dog fight di atas langit Indonesia pada 2003.

Saat itu, pesawat tempur F/A-18 Hornet milik Angkatan Udara Amerika Serikat terdeteksi memasuki ruang udara NKRI.

TNI AU bergerak cepat. Fajar bersama Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) saat ini, Marsekal TNI Mohammad Tonny Harjono, kala itu sama-sama berada di kokpit F-16.

Mereka terlibat aksi kejar-kejaran di udara, memaksa jet Amerika itu menjauh dari wilayah kedaulatan Indonesia.

Diterbangkan ke Probolinggo, Disemayamkan di Jakarta Selatan

Kabar gugurnya Marsma Fajar mengejutkan rekan-rekannya di TNI AU. Sebelum dimakamkan di kampung halamannya, jenazahnya disemayamkan di rumah duka di kawasan Jakarta Selatan.

Rencananya, jasad sang penerbang akan diterbangkan dari Lanud Halim Perdanakusuma menuju Probolinggo untuk dikebumikan secara militer.

Warisan Jejak Kepeloporan

Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) menyebut latihan menggunakan Quicksilver GT500 itu rutin dilakukan untuk membina potensi kedirgantaraan nasional.

Namun, insiden nahas ini menegaskan kembali risiko profesi di langit.

Fajar Adriyanto pergi dengan kehormatan. Ia meninggalkan jejak sebagai penerbang tempur, perwira teladan, juru bicara TNI AU, dan saksi sejarah penjaga kedaulatan udara Indonesia.