Medan

Lapas Kelas I Medan Panen 500 Kg Lele dan 300 Kg Sayuran Hidroponik, Program Pembinaan WBP Berjalan Produktif

×

Lapas Kelas I Medan Panen 500 Kg Lele dan 300 Kg Sayuran Hidroponik, Program Pembinaan WBP Berjalan Produktif

Sebarkan artikel ini
Lapas Kelas I Medan panen lele
Lapas Kelas I Medan panen lele dan hidroponik karya warga binaan, Kamis (12/3/2026). Foto: Topikseru.com/Agustian

Topikseru.com, Medan – Lembaga Pemasyarakatan atau Lapas Kelas I Medan kembali menunjukkan komitmennya dalam membina kemandirian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui kegiatan panen raya ikan lele dan tanaman hidroponik yang digelar pada Kamis (12/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung di area belakang lapas tersebut berhasil menghasilkan sekitar 500 kilogram ikan lele dari program budidaya perikanan yang dikelola langsung oleh para warga binaan.

Program ini merupakan bagian dari upaya pembinaan keterampilan agar para WBP memiliki kemampuan produktif yang dapat dimanfaatkan setelah menyelesaikan masa pidana.

Kolam Kembali Diisi 7.000 Bibit Lele

Setelah proses panen dilakukan, pengelola program langsung kembali mengisi kolam budidaya dengan sekitar 7.000 bibit lele.

Langkah ini dilakukan untuk menjaga keberlanjutan program pembinaan berbasis budidaya perikanan yang telah berjalan di lingkungan lapas.

Program tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan keterampilan warga binaan, tetapi juga mendukung kegiatan produktif yang bernilai ekonomi.

Panen 300 Kilogram Sayuran Hidroponik

Selain sektor perikanan, program pertanian modern berbasis hidroponik juga menunjukkan hasil yang menggembirakan.

Para warga binaan berhasil memanen sekitar 300 kilogram sayuran hidroponik yang terdiri dari sawi, pak coy, dan kailan.

Baca Juga  3.088 Narapidana di Sumut Terima Remisi Natal 2025, 43 Orang Langsung Bebas

Tanaman tersebut dinilai memiliki kualitas konsumsi yang baik serta memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi di pasar.

Bekal Keterampilan bagi Warga Binaan

Kepala Bidang Bimbingan Kerja Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Medan, Yan Patmos, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan keterampilan bagi warga binaan.

Menurutnya, kegiatan produktif seperti budidaya perikanan dan pertanian hidroponik dapat menjadi sarana pembelajaran yang bermanfaat bagi para WBP.

“Program ini menjadi wadah bagi warga binaan untuk belajar keterampilan yang memiliki nilai ekonomi sehingga dapat menjadi modal mereka untuk hidup mandiri setelah bebas,” ujar Yan.

Hasil Panen Dipasarkan

Hasil panen dari kegiatan tersebut selanjutnya didistribusikan dan dipasarkan melalui pihak BAMA sebagai bagian dari upaya optimalisasi hasil karya warga binaan.

Langkah ini diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus mendukung keberlanjutan program pembinaan di lingkungan lapas.

Seluruh rangkaian kegiatan panen raya berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif serta menjadi bukti nyata upaya pembinaan kemandirian yang terus dikembangkan oleh Lapas Kelas I Medan.