Topikseru.com, Medan – Rumah Tahanan Negara Kelas I Medan, Sumatera Utara, memperkuat langkah deteksi dini melalui razia rutin guna mewujudkan program zero handphone, pungli, dan narkoba (halinar) menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026.
Kepala Rutan Kelas I Medan, Andi Surya, mengatakan razia dilakukan dengan melibatkan unsur TNI dan Polri sebagai bentuk sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
“Razia ini dilakukan untuk memperkuat deteksi dini sekaligus meningkatkan kewaspadaan menjelang Idulfitri,” ujarnya, Selasa (17/3/2026).
Razia Rutin dan Insidental dengan Sasaran Acak
Menurut Andi, kegiatan penggeledahan tidak hanya dilakukan secara berkala, tetapi juga bersifat insidental dengan waktu dan target acak.
- Mencegah potensi pelanggaran di dalam rutan
- Menghindari kebocoran informasi
- Memastikan kondisi tetap kondusif
Razia diawali dengan apel gabungan sebagai simbol kesiapan aparat, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan kamar hunian warga binaan.
Proses Penggeledahan Humanis dan Terukur
Dalam pelaksanaannya, petugas menerapkan pendekatan yang humanis dan terukur.
Prosedur razia meliputi:
- Mengeluarkan warga binaan dari kamar
- Melakukan penggeledahan badan
- Memeriksa kamar hunian dengan disaksikan perwakilan penghuni
“Kegiatan ini dilakukan secara humanis, terukur, dan tetap mengedepankan keamanan serta ketertiban,” kata Andi.
Temukan Senjata Tajam Rakitan hingga Kabel
Dari hasil razia, petugas menemukan sejumlah barang terlarang, antara lain:
- Sendok besi
- Gulungan kabel
- Senjata tajam rakitan
Seluruh barang bukti tersebut langsung diamankan ke gudang penyimpanan untuk dilakukan inventarisasi serta tindak lanjut sesuai prosedur.
Komitmen Ciptakan Rutan Kelas I Medan Kondusif
Andi menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Rutan Kelas I Medan dalam mendukung program nasional pemberantasan halinar di lingkungan pemasyarakatan.
Dengan pengawasan yang diperketat menjelang Lebaran, pihak rutan berharap situasi tetap aman dan terkendali, sekaligus menciptakan lingkungan pembinaan yang lebih baik bagi warga binaan.












