Topikseru.com, Jakarta – Kabar yang menggembirakan terkait penentuan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah masih menunggu keputusan resmi pemerintah melalui sidang isbat yang digelar menjelang akhir Ramadan 2026.
Metode yang digunakan pemerintah menggabungkan perhitungan astronomi atau hisab dengan pemantauan langsung hilal di berbagai titik pengamatan.
Perkiraan Awal Syawal Mengarah ke 21 Maret 2026
Berdasarkan kalender Hijriah yang disusun Kementerian Agama, Idul Fitri tahun ini diperkirakan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Perkiraan tersebut juga sejalan dengan hasil kajian Lembaga Falakiyah PWNU Aceh yang menilai posisi hilal belum memenuhi syarat visibilitas pada akhir Ramadan.
Data Astronomi Tunjukkan Hilal Belum Memadai
Data pemerintah mencatat tinggi hilal pada 19 Maret 2026 berkisar antara 0 derajat 54 menit hingga 3 derajat 7 menit, dengan elongasi sekitar 4 derajat 32 menit sampai 6 derajat 6 menit.
Perhitungan serupa juga disampaikan oleh pihak Nahdlatul Ulama dengan angka yang tidak jauh berbeda dalam parameter tinggi dan elongasi hilal.
-Tinggi hilal minimum berada di bawah batas kriteria
-Elongasi belum mencapai standar yang ditetapkan
-Hilal diperkirakan sulit terlihat saat matahari terbenam
Kondisi tersebut belum memenuhi kriteria imkanur rukyah yang mensyaratkan tinggi minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.
Ramadan Berpotensi Digenapkan 30 Hari
Dengan belum terpenuhinya syarat visibilitas hilal, awal Syawal kemungkinan besar ditetapkan setelah Ramadan disempurnakan menjadi 30 hari.
Jika kondisi ini tidak berubah, maka Idul Fitri 1447 H berpeluang dirayakan secara bersamaan oleh pemerintah, NU, dan Muhammadiyah pada 21 Maret 2026.













