Ringkasan Berita
- Insiden ini terjadi secara tiba-tiba dan berhasil terekam oleh kamera pengawas.
- Kejadian ini memicu kepanikan luar biasa di kalangan masyarakat sekitar, terutama bagi mereka yang berada di sekitar …
- Menurut laporan awal, para napi melarikan diri dengan cara yang cukup terorganisir.
TOPIKSERU.COM – Puluhan narapidana dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh, dilaporkan melarikan diri pada Senin (10/3).
Insiden ini terjadi secara tiba-tiba dan berhasil terekam oleh kamera pengawas.
Kejadian ini memicu kepanikan luar biasa di kalangan masyarakat sekitar, terutama bagi mereka yang berada di sekitar area lapas saat kejadian berlangsung.
Menurut laporan awal, para napi melarikan diri dengan cara yang cukup terorganisir.
Beberapa di antaranya tampak sudah memiliki rencana matang untuk kabur, sementara yang lain memanfaatkan situasi kacau untuk ikut melarikan diri.
Saksi mata menyebutkan bahwa suasana menjadi sangat tegang, terutama ketika petugas lapas mencoba mengendalikan keadaan.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Provinsi Aceh, Yan Rusmanto, mengonfirmasi kejadian tersebut.
Namun, ia belum dapat memastikan jumlah pasti narapidana yang kabur.
“Saya belum bisa pastikan berapa orang yang melarikan diri. Saat ini, petugas di lapas sedang apel menghitung warga binaan. Nanti, detailnya saya informasikan, begitu juga apa yang menjadi penyebabnya,” ujar Yan seperti yang dilansir dari Antara.
Hingga kini, pihak berwenang masih terus melakukan pendataan untuk mengetahui berapa banyak narapidana yang berhasil kabur dan berapa yang sudah berhasil ditangkap kembali.
Selain itu, investigasi juga dilakukan untuk mengetahui apakah ada kelalaian dari petugas atau ada unsur kesengajaan yang membantu para napi dalam pelarian mereka.
Untuk menangani situasi ini secara langsung, Yan Rusmanto melakukan perjalanan darat menuju Kutacane.
Perjalanan ini diperkirakan memakan waktu sekitar 16 jam. Lamanya perjalanan ini menunjukkan bahwa pihak berwenang menanggapi insiden ini dengan serius.
Setibanya di lokasi, Yan langsung mengadakan pertemuan dengan petugas lapas untuk membahas langkah-langkah strategis yang akan diambil.
Salah satu fokus utama adalah memperketat keamanan di dalam lapas agar tidak terjadi kejadian serupa di masa mendatang.
Pelarian massal ini terjadi menjelang berbuka puasa, saat suasana biasanya lebih tenang karena sebagian besar orang sedang bersiap-siap untuk berbuka.
Namun, dalam situasi ini, kondisi justru berbalik menjadi kacau balau.
Beberapa narapidana dilaporkan kabur melalui pintu utama, sementara yang lain melarikan diri dengan cara yang lebih berani, yaitu memanjat dan melompati atap lapas.
Hal ini menunjukkan bahwa ada kemungkinan pelarian ini telah direncanakan sebelumnya, dengan narapidana sudah mengetahui titik-titik lemah dalam sistem keamanan lapas.
Kejadian ini mengakibatkan kepanikan di sekitar lapas. Warga yang sedang beraktivitas dikejutkan dengan pemandangan para napi yang melompat dari pintu gerbang utama dan berusaha kabur secepat mungkin.
Sejumlah saksi mata bahkan mengaku melihat beberapa napi berusaha menyamar dengan melepas pakaian tahanan mereka.
Pihak berwenang kini tengah melakukan penyelidikan mendalam guna mengetahui penyebab pasti dari pelarian massal ini.
Apakah ada keterlibatan pihak dalam yang membantu para napi kabur, ataukah ada kelalaian dalam sistem keamanan lapas yang memungkinkan mereka melarikan diri?
Selain itu, langkah-langkah keamanan tambahan juga sedang dipertimbangkan untuk mencegah insiden serupa di masa depan.
Beberapa di antaranya termasuk peningkatan jumlah petugas jaga, pemasangan lebih banyak kamera pengawas di titik-titik strategis, serta evaluasi terhadap infrastruktur lapas untuk menutup celah yang bisa dimanfaatkan napi untuk kabur.
Pelarian napi dalam jumlah besar ini menyoroti berbagai tantangan dalam sistem pemasyarakatan di Indonesia.
Kejadian ini juga menjadi peringatan bagi pihak berwenang untuk meningkatkan pengawasan dan pengamanan di dalam lapas.
Tidak hanya itu, peristiwa ini juga membuka mata masyarakat tentang pentingnya reformasi dalam sistem pemasyarakatan agar kejadian serupa tidak terulang.
Pihaknya juha menghimbau, masyarakat untuk tetap tenang dan waspada. Jika melihat atau menemukan aktivitas mencurigakan, segera laporkan kepada pihak berwenang.
Kolaborasi antara warga dan aparat keamanan sangat diperlukan untuk memastikan para napi yang kabur segera ditangkap kembali.
Warga di sekitar lokasi juga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap orang-orang yang tidak dikenal atau memiliki gelagat mencurigakan.
Jika menemukan seseorang yang dicurigai sebagai narapidana yang kabur, diharapkan segera melaporkan ke kantor polisi terdekat agar dapat segera ditindaklanjuti. (*)
Sumber: Antara








