Nasional

Kontak Tembak TNI dan KKB di Papua: Pimpinan KKB Tewas, Situasi Masih Tegang

×

Kontak Tembak TNI dan KKB di Papua: Pimpinan KKB Tewas, Situasi Masih Tegang

Sebarkan artikel ini
Kontak Tembak TNI dan KKB
Ilustrasi - Aparat gabungan TNI-Polri kontak tembak dengan KKB di wilayah Distrik Tembagapura, Mimika, Papua.

Ringkasan Berita

  • Insiden ini mengakibatkan dua anggota KKB tewas, salah satunya diduga kuat adalah pimpinan KKB wilayah tersebut, Abub…
  • Letjen Richard menambahkan bahwa keberhasilan aparat keamanan gabungan TNI-Polri mereduksi kekuatan KKB kali ini meru…
  • Merespons situasi tersebut, aparat keamanan gabungan TNI-Polri yang terdiri dari Satgas Nanggala Damai Cartenz TNI-Po…

Topikseru.com, JAYAPURA – Kontak tembak antara aparat gabungan TNI-Polri dan kelompok kriminal bersenjata (KKB) terjadi di wilayah Distrik Tembagapura, Mimika, Papua, Kamis sore (15/5). Insiden ini mengakibatkan dua anggota KKB tewas, salah satunya diduga kuat adalah pimpinan KKB wilayah tersebut, Abubakar Kogoya.

Menurut informasi dari Pangkogabwilhan III, Letjen Richard TH Tampubolon, kontak tembak bermula dari bunyi letusan senjata di Area Mile 69 Kali Kuluk Tembagapura yang mengakibatkan para pendulang non-karyawan atau masyarakat setempat lari ketakutan dan berlari ke arah Utikini.

Merespons situasi tersebut, aparat keamanan gabungan TNI-Polri yang terdiri dari Satgas Nanggala Damai Cartenz TNI-Polri bersama KOOPS HABEMA merapat ke lokasi dan terjadi kontak tembak.

Pasca-kontak tembak, ditemukan dua korban jiwa di pihak KKB Papua, yang diyakini salah satunya adalah Abubakar Kogoya serta sebuah pucuk pistol. Tidak ada korban jiwa dari anggota TNI-Polri.

Baca Juga  KKB Menyerang Warga, Seorang Tukang Kayu di Intan Jaya Tewas

Letjen Richard menambahkan bahwa keberhasilan aparat keamanan gabungan TNI-Polri mereduksi kekuatan KKB kali ini merupakan bagian dari upaya untuk menjaga stabilitas keamanan demi lancarnya proses percepatan pembangunan di Papua.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Kristomei Sianturi menyebut operasi ini mengutamakan keselamatan warga sipil.

“Operasi ini dilakukan secara terukur, profesional, dan mengutamakan keselamatan warga sipil,” kata Kristomei.

Dalam operasi tersebut, TNI mengamankan beberapa barang bukti antara lain, satu pucuk senjata organik AK-47, satu senjata rakitan, puluhan butir munisi, busur dan anak panah, serta bendera Bintang Kejora dan alat komunikasi.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi kejadian masih dijaga ketat oleh aparat keamanan. Warga diimbau untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

Pemerintah daerah setempat bersama aparat keamanan terus berkoordinasi untuk memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah tersebut. Evakuasi terhadap masyarakat yang terdampak juga tengah dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Peristiwa ini menambah daftar panjang konflik bersenjata antara aparat keamanan dan KKB di Papua. Pemerintah pusat diharapkan dapat mengambil langkah strategis untuk menyelesaikan konflik ini secara menyeluruh demi terciptanya perdamaian yang berkelanjutan di Bumi Cenderawasih.