Ringkasan Berita
- Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan langkah ini demi memastikan bansos tepat sasaran, di tengah pote…
- Tak Semua Korban PHK Otomatis Dapat Bansos "Kalau mereka terkena PHK, kita lihat dulu apakah benar-benar turun kelas …
- Selama mereka ada di DTSEN dan desilnya sesuai sasaran, maka bansos akan diberikan," kata Gus Ipul di Jakarta, Senin …
Topikseru.com – Pemerintah memastikan bantuan sosial (bansos) untuk korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) tak akan tumpang tindih dan tetap mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan langkah ini demi memastikan bansos tepat sasaran, di tengah potensi lonjakan angka PHK akibat perlambatan ekonomi.
Tak Semua Korban PHK Otomatis Dapat Bansos
“Kalau mereka terkena PHK, kita lihat dulu apakah benar-benar turun kelas atau tidak. Selama mereka ada di DTSEN dan desilnya sesuai sasaran, maka bansos akan diberikan,” kata Gus Ipul di Jakarta, Senin (28/7/2025).
Ia menekankan, verifikasi data dilakukan setiap tiga bulan sekali agar program bansos tepat guna.
Validasi penerima, lanjutnya, dilakukan bersama Badan Pusat Statistik (BPS), Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), hingga Bank Indonesia (BI).
Fokus Pemberdayaan: Tahan Korban PHK agar Tak Turun Kelas
Selain bansos tunai, Kemensos kini lebih mengedepankan program pemberdayaan, mulai dari pelatihan kerja, dukungan permodalan, hingga bantuan wirausaha. Tujuannya, agar korban PHK tetap produktif dan tidak jatuh ke jurang kemiskinan baru.
“Ada banyak program pemberdayaan, ini cara kita menahan agar mereka tidak turun kelas,” jelas Gus Ipul.
Menaker: Jaminan Kehilangan Pekerjaan Siap Diperluas
Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan pemerintah telah menyiapkan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) sebagai bantalan awal menghadapi gelombang PHK.
Skema ini diklaim akan diperbesar manfaatnya.
“Kita sudah punya JKP. Selain itu, Satgas PHK juga akan segera diluncurkan agar persoalan ini bisa ditangani dari hulu ke hilir,” kata Yassierli.
Dalam situasi ekonomi global yang penuh tekanan, potensi PHK masih menjadi bayang-bayang.
Namun, pemerintah berupaya agar jalur perlindungan sosial dan pemberdayaan berjalan seimbang, dengan DTSEN sebagai pagar penyaluran bansos agar tidak salah sasaran.








