Nasional

10 Perusahaan Beras Terbukti Oplos Merek, Presiden Prabowo Minta Usut Tuntas: Kerugian Capai Rp 100 Triliun

×

10 Perusahaan Beras Terbukti Oplos Merek, Presiden Prabowo Minta Usut Tuntas: Kerugian Capai Rp 100 Triliun

Sebarkan artikel ini
Pesan Prabowo
Presiden Prabowo Subianto. Foto: Tangkapan Layar YouTube Setpres

Ringkasan Berita

  • Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, 10 perusahaan dengan 26 merek beras palsu kini resmi naik ke tahap …
  • Temuan ini bagian dari 212 merek yang diduga terlibat permainan licik di pasar beras nasional.
  • Beras Oplosan: Modus Licik Menguras Rp 100 Triliun Modus pengoplosan ini sederhana tapi merugikan: beras biasa dibung…

Topikseru.com – Pemerintah tak mau main-main menghadapi praktik nakal pengoplosan beras. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, 10 perusahaan dengan 26 merek beras palsu kini resmi naik ke tahap penyidikan.

Temuan ini bagian dari 212 merek yang diduga terlibat permainan licik di pasar beras nasional.

“Yang kemarin ada 10 perusahaan, ada 26 merek sudah ditindaklanjuti dan sudah naik penyidikan,” kata Andi Amran di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Selasa (29/7/2025).

Amran menegaskan, langkah tegas ini sejalan dengan perintah Presiden Prabowo Subianto yang meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Jaksa Agung ST Burhanuddin turun tangan menindak para mafia beras yang merugikan negara dan menipu rakyat.

Beras Oplosan: Modus Licik Menguras Rp 100 Triliun

Modus pengoplosan ini sederhana tapi merugikan: beras biasa dibungkus ulang, diberi label premium, lalu dijual dengan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Presiden Prabowo menyebut praktik ini penipuan terang-terangan yang harus dijerat pidana.

“Beras biasa dibungkus dikasih stempel beras premium, dijual Rp 5.000 di atas HET. Saudara-saudara, ini penipuan, ini pidana. Usut, tindak!” kata Presiden dalam acara peluncuran 80 ribu unit Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Klaten, Jawa Tengah, Senin (21/7).

Kerugian negara akibat permainan licik segelintir kelompok usaha ini ditaksir mencapai Rp 100 triliun per tahun.

Dana sebesar itu, menurut Prabowo, bisa digunakan untuk membiayai sektor vital seperti pendidikan.

Presiden: Lebih Baik Membela Kebenaran Sebelum Dipanggil Yang Maha Kuasa

Dalam pernyataan tegasnya, Presiden menegaskan loyalitas Jaksa Agung dan Kapolri akan diuji untuk menindak tuntas mafia beras.

“Jaksa Agung dan Kapolri, saya yakin saudara setia kepada bangsa dan rakyat Indonesia. Kita tidak tahu berapa lama kita di bumi ini, bisa sewaktu-waktu dipanggil Yang Maha Kuasa. Lebih baik sebelum dipanggil, kita bela kebenaran dan keadilan, kita bela rakyat kita,” tegas Prabowo.

Mentan Pastikan Proses Hukum Jalan

Menteri Pertanian memastikan proses hukum terhadap kasus beras berjalan hingga tuntas demi menjaga integritas pasokan pangan nasional dan perlindungan konsumen.

“Saya kira kalau yang melanggar ditindak, itu perintah Bapak Presiden. Ditindak tegas,” ucap Amran.