Topikseru.com – Sidang akhir penerimaan Taruna dan Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) tahun anggaran 2025 resmi menetapkan 350 orang terbaik dari 530 peserta yang menembus tahap akhir seleksi nasional.
Pengumuman ini dibacakan langsung di Auditorium Cendikia, Kompleks Akpol, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (29/7/2025).
Suasana auditorium terasa tegang sekaligus haru. Tangis bahagia dan pelukan keluarga pecah ketika nama-nama peserta yang lolos resmi dipanggil satu per satu.
Irjen Anwar, Asisten Kapolri Bidang SDM yang memimpin sidang akhir rekrutmen, tak lupa mengingatkan para calon perwira muda ini untuk tetap rendah hati dan bersyukur.
“Adik-adik yang terpilih pada hari ini, selamat, berbahagialah yang sewajarnya. Jangan lupa bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan orang tua. Jangan lekas berpuas diri karena ini hanyalah awal dari langkah panjang berikutnya,” kata Irjen Anwar di hadapan para calon Taruna-Taruni Akpol.
Seleksi Akpol 2025 Ketat, Demi Menjaring Perwira Terbaik
Proses seleksi taruna Akpol 2025 bukanlah perjalanan singkat. Seleksi tingkat Panitia Pusat digelar sejak 7 Juli 2025, dengan serangkaian tahap yang menuntut para peserta menunjukkan keunggulan fisik, mental, akademik, hingga integritas moral.
Pada tahap pertama, peserta harus lolos pemeriksaan administrasi, tes kesehatan menyeluruh, hingga penelusuran mental dan kepribadian.
Usai tahap ini, mereka harus menghadapi tahap kedua yang tak kalah berat, yakni tes akademik dengan metode Computer Assisted Test (CAT), tes kesamaptaan jasmani, dan pemeriksaan penampilan.
Dari 530 peserta yang berjuang hingga akhir, 180 orang terpaksa harus rela menghentikan langkahnya. Meski gagal, mereka tetap diimbau untuk tidak menyerah mengejar cita-cita menjadi abdi negara.
350 Taruna-Taruni Akpol 2025 Siap Menjalani “Sekolah Kehidupan”
Bagi 350 nama yang lolos, gerbang baru terbuka menuju pembentukan jati diri seorang perwira Polri.
Pendidikan di Akpol bukan hanya soal fisik yang prima dan otak yang encer, tetapi juga pembentukan karakter, moral, dan kepemimpinan.
“Mereka akan melalui jalan panjang pendidikan yang membutuhkan keseriusan, ketekunan, serta komitmen untuk terus meningkatkan kualitas diri. Ini bukan akhir, tapi awal pengabdian,” tegas Irjen Anwar.
Menjadi Taruna Akpol masih menjadi mimpi prestisius bagi ribuan remaja setiap tahun. Tak hanya menjanjikan karier sebagai penegak hukum, Akpol juga simbol kebanggaan keluarga karena mendidik generasi penerus dengan nilai-nilai disiplin, nasionalisme, dan tanggung jawab.






