Topikseru.com – Isu pengibaran bendera One Piece atau bajak laut Jolly Roger dari komik manga jelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia menyita perhatian publik.
Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pun angkat bicara, menekankan pentingnya bendera merah putih sebagai simbol pemersatu bangsa.
Bendera One Piece, Simbol Perlawanan?
Dalam beberapa hari terakhir, media sosial ramai memperbincangkan beredarnya foto dan video pengibaran bendera Jolly Roger – bendera hitam dengan simbol tengkorak ber-topi jerami ikonik dari One Piece.
Dalam manga karangan Eiichiro Oda tersebut, Jolly Roger menjadi lambang kebebasan, perlawanan, solidaritas, dan semangat petualangan para bajak laut.
Bagi sebagian warganet, pengibaran bendera bajak laut ini diartikan sebagai sindiran halus atau bentuk simbolik perlawanan terhadap pemerintah, di tengah berbagai tantangan dan kritik terhadap kinerja negara menjelang momentum sakral HUT RI ke-80.
Kemendagri: Jangan Lupakan Merah Putih
Menanggapi fenomena ini, Direktur Jenderal Polpum Kemendagri Bahtiar Baharuddin angkat suara di sela pembagian 10 juta bendera merah putih di Denpasar, Bali, Jumat (2/8).
Bahtiar menekankan, memimpin negara di era global yang penuh gejolak bukan perkara mudah. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk tetap fokus menjaga persatuan nasional di bawah simbol merah putih.
“Tidak mudah memimpin negara dalam situasi dunia yang tidak normal di global maupun regional, tantangannya besar sekali,” kata Bahtiar.
Tak Dilarang, Tapi Harus Ingat Simbol Pemersatu
Kendati tidak melarang secara langsung pengibaran bendera One Piece, Bahtiar mengingatkan bahwa bendera merah putih lah yang sepatutnya menjadi prioritas warga Indonesia di momen kemerdekaan.
“Ya silakan saja, natural saja, semua warga negara boleh, tapi semangat persatuan itu kita kuatkan. Apa yang menyatukan kita — saya orang Bone, ini orang Bali — salah satunya ya bendera merah putih,” ujar Bahtiar.
Ia menegaskan, bendera merah putih adalah pengikat bersama di tengah perbedaan. Apapun kritik atau masalah bangsa, ia mengajak publik kembali merapatkan barisan. “Kita sepakat bahwa menjadi sebuah negara apapun masalah dihadapi bareng-bareng, nah pengikatnya bendera merah putih, ini harus kita ingatkan dan gelorakan ke warga,” tegasnya.
Fokus pada Gerakan 10 Juta Bendera
Saat ditanya soal kemungkinan gerakan pengibaran bendera bajak laut menjadi simbol protes massal, Bahtiar memilih tak menanggapi lebih jauh. Dirinya justru menekankan gerakan masif pembagian 10 juta bendera merah putih sebagai simbol nyata semangat kebangsaan di HUT RI ke-80 ini.
“Fokus saja bahwa ini negara berdaulat dan banyak sekali tantangan di usia 80 tahun ini yang harus kita kerjakan. Maka semangat persatuan kebangsaan yang dipimpin Prabowo-Gibran hari ini dan pemimpin kita, kita harus di posisi sana,” ujarnya.
Tantangan Pemimpin, Tanggung Jawab Rakyat
Isu bendera Jolly Roger One Piece menjadi pengingat bahwa di era digital, simbol-simbol budaya pop dapat mudah dimaknai ulang oleh publik.
Namun di tengah dinamika pengibaran bendera One Piece, Kemendagri menekankan kembali urgensi merawat semangat persatuan di bawah bendera resmi negara.
“Tidak mudah memimpin negara dalam kondisi ini, juga di daerah tidak mudah,” ujar Bahtiar menutup pesannya, mengajak masyarakat mengibarkan merah putih di pekarangan rumah masing-masing sebagai wujud rasa cinta tanah air.
Sekilas Cerita One Piece
One Piece adalah nama yang diberikan dunia untuk semua harta yang diperoleh oleh Raja Bajak Laut Gol D. Roger. Setidaknya sebagian darinya pernah menjadi milik Joy Boy selama Abad Kekosongan. Harta karun tersebut konon memiliki nilai yang tak terbayangkan, dan saat ini berada di pulau terakhir dari Grand Line: Raftel.
One Piece adalah tujuan utama Monkey D. Luffy dan krunya, serta beberapa Bajak Laut lainnya, yang semuanya berusaha mengklaim harta karun di untuk menjadi Raja Bajak Laut berikutnya, mengikuti kata-kata sekarat Roger saat dieksekusi.
Pada suatu saat selama Abad Kekosongan, seorang pria bernama Joy Boy menemukan sebuah pulau yang terletak di ujung Grand Line. Di sini, dia meninggalkan harta karun yang nilainya tak terbayangkan.
Kisah tentang harta karun di pulau terakhir ini menarik minat Gol D. Roger, dan dia mengambil Pemerintah Dunia yang melarang penjelajahan pulau sebagai bukti bahwa pulau itu nyata.
Hanya anggota kru Bajak Laut Roger yang melakukan perjalanan ke pulau itu yang mengetahui apa sebenarnya isi dari harta karun itu. Saat tiba di pulau dan melihat harta karun Joy Boy, Bajak Laut Roger mulai tertawa.
Roger menggambarkannya sebagai “kisah penuh tawa”, yang memberinya ide untuk menamai pulau terakhir “Raftel”. Beberapa saat setelah penemuan Bajak Laut Roger, dunia pada umumnya akan mulai menyebut harta karun Roger sebagai “One Piece”.
Sebelum Roger dieksekusi, dia mengumumkan kepada dunia bahwa harta karun yang besar ini dapat diklaim oleh siapa saja yang dapat mencapainya, dengan demikian memulai Zaman Bajak Laut yang Hebat.












