Ringkasan Berita
- Saat bendera Merah Putih hendak dikibarkan, Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) membentuk formasi angka “8…
- Formasi itu terekam jelas dalam siaran langsung di kanal YouTube Sekretariat Presiden.
- Dia didampingi Arka Bintang Is’adkauthar dari Jawa Timur sebagai komandan Kelompok 8, Farrel Argantha Irawan dari D…
Topikseru.com – Langkah tegap pasukan putih-putih di halaman Istana Merdeka pada Minggu (17/8) seakan membekukan waktu. Saat bendera Merah Putih hendak dikibarkan, Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) membentuk formasi angka “80”, simbol peringatan 80 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.
Formasi itu terekam jelas dalam siaran langsung di kanal YouTube Sekretariat Presiden. Dari udara, barisan rapat para pasukan membentuk angka delapan di sisi kiri dan angka nol di kanan, melambangkan perjalanan delapan dekade Indonesia merdeka.
Di barisan depan angka nol, tampak Bianca Alessia Christabella Lantang dari Sulawesi Utara memegang baki merah berisi Sang Saka Merah Putih.
Dia didampingi Arka Bintang Is’adkauthar dari Jawa Timur sebagai komandan Kelompok 8, Farrel Argantha Irawan dari DKI Jakarta yang bertugas mengerek bendera, serta El Rayyi Mujahid Faqih dari Kalimantan Timur sebagai pembentang bendera.
Dengan iringan lagu kebangsaan Indonesia Raya, pengibaran berlangsung khidmat, lancar, dan penuh haru.
Prabowo Pimpin Detik-Detik Proklamasi
Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi di Istana Merdeka.
Tahun ini, perayaan kemerdekaan mengusung tema “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, menegaskan komitmen pemerintah menjaga persatuan sekaligus mendorong kemajuan bangsa.
Selain prosesi pengibaran bendera, rangkaian acara HUT Ke-80 RI juga diramaikan oleh Kirab Bendera Sang Merah Putih dan Teks Proklamasi, Pesta Rakyat, serta Karnaval Bersatu Kemerdekaan yang digelar di berbagai titik perayaan.
Delapan puluh tahun setelah proklamasi dibacakan di Jakarta, simbol angka “80” yang dibentuk Paskibraka bukan sekadar barisan. Dia adalah pengingat bahwa Indonesia masih berdiri tegak, bersatu, dan terus melangkah ke depan.













