Ringkasan Berita
- Gus Ipul menegaskan santunan diberikan kepada korban meninggal dunia sebesar Rp 15 juta untuk ahli waris, sementara k…
- Bantuan ini bersumber dari alokasi anggaran bansos APBN melalui Kementerian Sosial.
- Insya Allah akan kita salurkan," kata Gus Ipul di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (4/9).
Topikseru.com – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyatakan bahwa pemerintah mulai menyalurkan santunan bagi korban unjuk rasa ricuh yang terjadi di sejumlah daerah, termasuk Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar. Bantuan ini bersumber dari alokasi anggaran bansos APBN melalui Kementerian Sosial.
Gus Ipul menegaskan santunan diberikan kepada korban meninggal dunia sebesar Rp 15 juta untuk ahli waris, sementara korban luka berat menerima Rp 5 juta per orang.
“Langsung diserahkan kalau yang wafat kepada ahli waris. Kalau luka berat kepada yang bersangkutan. Mulai kemarin sudah (disalurkan), tapi nanti ini akan kita teruskan ke Makassar dan Yogyakarta, beberapa titik lah. Insya Allah akan kita salurkan,” kata Gus Ipul di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (4/9).
Data Korban Ricuh Unjuk Rasa
Kementerian Sosial mencatat sedikitnya 22 korban akibat unjuk rasa yang berujung bentrok pekan lalu.
Dari jumlah itu, terdapat 7 korban meninggal dunia, 9 korban luka berat dari masyarakat, serta 6 anggota Polri yang masih dirawat di RS Polri.
“Ini data yang baru saya terima tadi. Tentu kita tidak bisa membedakan mana masyarakat, mana petugas. Dua-duanya adalah korban,” ujar Gus Ipul.
Tidak Hanya Santunan, Ada Program Rehabilitasi
Gus Ipul menambahkan, santunan bukan satu-satunya bentuk bantuan. Kementerian Sosial juga menyiapkan rehabilitasi sosial dan program pemberdayaan ekonomi bagi keluarga korban.
Dalam kunjungan sebelumnya, Mensos telah menyalurkan langsung santunan kepada keluarga Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang meninggal dunia usai dilindas kendaraan taktis Polri saat unjuk rasa pada 28 Agustus 2025.
Keluarga Affan menerima Rp 15 juta santunan tunai dan paket sembako.
“Kami tadi sempat berdialog dengan orang tuanya tentang usaha-usaha yang ingin dirintis. Di dalam Kemensos ada program pemberdayaan yang mungkin bisa kita diskusikan lebih lanjut,” kata Gus Ipul.
Pemerintah Janji Lanjutkan Penyaluran
Santunan disebut akan terus disalurkan di berbagai titik lokasi kerusuhan, termasuk di Makassar dan Yogyakarta, dalam beberapa hari ke depan.
Pemerintah berharap bantuan ini bisa meringankan beban keluarga korban sekaligus menjadi pintu masuk bagi program pemberdayaan sosial yang lebih berkelanjutan.









