Ringkasan Berita
- Momen ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan karier panjang seorang teknokrat yang telah malang melintang di bi…
- Ia menamatkan studi sarjana di Teknik Elektro, Institut Teknologi Bandung (ITB), kemudian melanjutkan pendidikan ke j…
- Awal Karier di Dunia Industri 1989–1994: Field Engineer di Schlumberger Overseas SA, sebuah perusahaan energi global.
Topikseru.com – Purbaya Yudhi Sadewa resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia pada Senin, 8 September 2025, di Istana Kepresidenan Jakarta.
Momen ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan karier panjang seorang teknokrat yang telah malang melintang di bidang ekonomi, keuangan, dan pemerintahan.
Purbaya menggantikan Sri Mulyani Indrawati, sosok yang sebelumnya dikenal sebagai arsitek kebijakan fiskal Indonesia, berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 86P Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Indonesia Maju periode 2024–2029.
Dalam upacara pelantikan yang khidmat, Purbaya Yudhi Sadewa mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Presiden Prabowo, pejabat tinggi negara, serta jajaran menteri kabinet. Dengan tangan kanan diangkat, ia berkomitmen untuk bekerja demi kepentingan bangsa:
“Demi Allah saya bersumpah, bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara.”
Ia menegaskan komitmen etisnya yang akan menujung tinggi etika jabatan.
“Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab.”
Momentum ini menandai transisi penting dalam kepemimpinan keuangan nasional, yang kini berada di tangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Profil Lengkap Purbaya Yudhi Sadewa
Purbaya Yudhi Sadewa lahir sebagai seorang akademisi dan praktisi ekonomi yang memiliki latar belakang pendidikan dan pengalaman yang luas.
Ia menamatkan studi sarjana di Teknik Elektro, Institut Teknologi Bandung (ITB), kemudian melanjutkan pendidikan ke jenjang internasional dengan meraih gelar Master of Science dan Doktor Ilmu Ekonomi di Purdue University, Indiana, Amerika Serikat.
Latar belakangnya yang menggabungkan sains dan ekonomi menjadikannya sosok yang memiliki sudut pandang analitis, sistematis, dan komprehensif. Hal inilah yang kerap menjadi keunggulannya dalam merumuskan kebijakan publik maupun strategi di sektor swasta.
Jejak Karier Profesional Purbaya Yudhi Sadewa
Karier Purbaya Yudhi Sadewa terbagi dalam beberapa fase penting: industri, riset, korporasi, hingga pemerintahan.
Awal Karier di Dunia Industri
1989–1994: Field Engineer di Schlumberger Overseas SA, sebuah perusahaan energi global. Pengalaman ini menanamkan dasar disiplin kerja, manajemen risiko, serta pengelolaan proyek internasional.
Karier di Dunia Riset dan Korporasi
2000–2005: Senior Economist di Danareksa Research Institute.
2005–2013: Chief Economist Danareksa Research Institute, yang menjadikannya salah satu ekonom terkemuka Indonesia.
2006–2008: Direktur Utama PT Danareksa Sekuritas.
2013–2015: Anggota Dewan Direksi PT Danareksa (Persero).
Dalam fase ini, Purbaya Yudhi Sadewa banyak memberikan analisis ekonomi yang dijadikan acuan dalam kebijakan publik maupun keputusan korporasi.
Peran Strategis di Pemerintahan
2010–2014: Staf Khusus Bidang Ekonomi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
2015–2016: Staf Khusus Bidang Ekonomi Kemenko Polhukam.
2015: Deputi III Bidang Pengelolaan Isu Strategis, Kantor Staf Presiden.
2016–2018: Staf Khusus Bidang Ekonomi Kemenko Kemaritiman.
2018–2020: Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi, Kemenko Maritim dan Investasi.
2020–2025: Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Dengan jejak panjang ini, Purbaya Yudhi Sadewa dikenal sebagai teknokrat serba bisa yang memahami dunia riset, korporasi, serta birokrasi pemerintahan.
Kedekatan Purbaya Yudhi Sadewa dengan Lingkaran Kekuasaan
Selain teknokrat ulung, Purbaya Yudhi Sadewa juga dikenal dekat dengan lingkaran kekuasaan, khususnya dengan Luhut Binsar Pandjaitan. Pada 2015, ketika Luhut menjabat Kepala Staf Kepresidenan, ia melantik Purbaya sebagai Deputi Staf Kepresidenan.
Kedekatannya dengan Luhut tidak hanya membentuk jaringan politik yang kuat, tetapi juga menunjukkan kepercayaan para senior terhadap kemampuannya dalam mengelola isu strategis nasional. Purbaya juga tercatat sebagai bagian dari Tim Bravo Lima, kelompok relawan pendukung Presiden Joko Widodo, yang semakin memperkuat posisinya di arena politik praktis.
Visi Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan
Sebagai Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menghadapi sejumlah tantangan besar:
Menjaga Stabilitas Fiskal – memastikan defisit anggaran terkendali dan APBN tetap sehat.
Reformasi Pajak dan Pendapatan Negara – memperluas basis pajak, meningkatkan kepatuhan, dan mendukung sistem perpajakan digital.
Penguatan Sektor Keuangan – memperkokoh perbankan dan pasar modal agar tangguh menghadapi krisis global.
Mendukung Pertumbuhan Ekonomi – menciptakan kebijakan fiskal yang kondusif bagi UMKM, investasi, dan industrialisasi nasional.
Transformasi Digital Keuangan – mempercepat digitalisasi sistem fiskal, termasuk transparansi belanja negara.
Visi ini sejalan dengan arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan pembangunan ekonomi berdaulat, mandiri, dan berkeadilan.
Rekam Jejak Lengkap Purbaya Yudhi Sadewa
Ketua Dewan Komisioner LPS (2020–2025)
Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi, Kemenko Maritim dan Investasi (2018–2020)
Staf Khusus Bidang Ekonomi, Kemenko Polhukam (2015–2016)
Deputi III Bidang Pengelolaan Isu Strategis, Kantor Staf Presiden (2015)
Staf Khusus Bidang Ekonomi, Kemenko Perekonomian (2010–2014)
Chief Economist Danareksa Research Institute (2005–2013)
Direktur Utama PT Danareksa Sekuritas (2006–2008)
Senior Economist di Danareksa Research Institute (2000–2005)
Field Engineer, Schlumberger Overseas SA (1989–1994)
Rekam jejak panjang ini menunjukkan bahwa Purbaya Yudhi Sadewa adalah sosok yang matang dalam teori dan praktik, menjadikannya pilihan tepat untuk memegang jabatan strategis sebagai Menteri Keuangan.
Dengan pelantikan ini, publik menaruh harapan besar kepada Purbaya Yudhi Sadewa untuk melanjutkan reformasi fiskal dan kebijakan keuangan negara.
Integritas, kapabilitas analisis, serta pengalaman panjangnya diharapkan mampu menjawab tantangan global, menjaga stabilitas nasional, sekaligus membawa Indonesia menuju era pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Keberhasilan Purbaya Yudhi Sadewa akan menjadi faktor kunci dalam mendukung agenda besar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, yakni memperkuat fondasi ekonomi Indonesia yang lebih inklusif, berdaya saing, dan berpihak kepada rakyat. (*)













