HeadlineNasional

OTT KPK di Ponorogo, Bupati Sugiri Sancoko Ditangkap Meski Daerah Baru Sabet Pengakuan UNESCO

×

OTT KPK di Ponorogo, Bupati Sugiri Sancoko Ditangkap Meski Daerah Baru Sabet Pengakuan UNESCO

Sebarkan artikel ini
OTT KPK Ponorogo
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Foto: Antara

Topikseru.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, pada Jumat (7/11/2025).

Operasi senyap ini menjerat Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, yang dikonfirmasi langsung oleh Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto.

“Benar,” ujar Fitroh singkat ketika dikonfirmasi mengenai OTT di Ponorogo, termasuk penangkapan Bupati Sugiri Sancoko.

Hingga berita ini ditulis, KPK belum merinci pihak lain yang turut terjaring maupun detail perkara yang sedang diselidiki.

Kontras dengan Pengakuan Internasional

Menariknya, penangkapan Sugiri Sancoko datang hanya beberapa hari setelah Ponorogo mendapatkan pengakuan bergengsi dari UNESCO.

Kabupaten yang dikenal dengan sebutan Bumi Reog resmi bergabung dalam UNESCO Creative Cities Network (UCCN) kategori Crafts and Folk Art atau Kriya dan Seni Rakyat.

“Capaian ini menempatkan Ponorogo sejajar dengan 407 kota dunia yang memiliki ekosistem budaya dan kreativitas berkelanjutan,” ujar Sugiri Sancoko, atau akrab disapa Kang Giri, pada Sabtu (1/11/2025).

Sugiri menekankan, pengakuan ini menjadi puncak perjalanan panjang masyarakat Ponorogo dalam melestarikan seni tradisi sebagai penggerak ekonomi kreatif daerah.

Dengan status baru sebagai Kota Kreatif UNESCO, Ponorogo kini memiliki dua pengakuan internasional, yaitu sebagai pemilik Warisan Budaya Takbenda (Intangible Cultural Heritage/ICH) dan sebagai kota dengan ekosistem kreatif berbasis tradisi.

“Reog Ponorogo bukan sekadar tarian, tapi sumber inspirasi dan semangat bagi seluruh pelaku ekonomi kreatif. Pengakuan ini membuka peluang kolaborasi internasional dan memperkuat sektor budaya,” tambahnya.

Ekosistem Kreatif Reog Ponorogo

Sugiri menjelaskan, UNESCO menilai Ponorogo berdasarkan kekuatan ekosistem Reog yang unik. Seni tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tapi juga mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.

“Mulai dari pembuatan dadak merak, topeng Bujangganong, kostum, hingga perangkat gamelan, semuanya menjadi bagian dari ekosistem kreatif yang tumbuh dari tradisi Reog Ponorogo,” ujarnya.

Keberhasilan Ponorogo menembus jaringan kota kreatif dunia menunjukkan bahwa seni tradisional dapat menjadi penggerak ekonomi lokal, sekaligus menarik perhatian internasional.

Namun, OTT KPK terhadap bupati daerah tersebut kini menimbulkan tanda tanya publik mengenai integritas pejabat daerah di balik prestasi internasional ini.