Nasional

TNI AL Kerahkan Lima KRI, Termasuk Kapal Rumah Sakit, untuk Misi Kemanusiaan di Sumatera

×

TNI AL Kerahkan Lima KRI, Termasuk Kapal Rumah Sakit, untuk Misi Kemanusiaan di Sumatera

Sebarkan artikel ini
TNI AL kirim bantuan ke Sumatera
Sejumlah prajurit menyaksikan keberangkatan KRI dr Soeharso menuju ke Sumatera, dari Pelabuhan Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta, Minggu (30/11/2025). Foto: Antara

Ringkasan Berita

  • KRI dr Soeharso bertolak sekitar pukul 10.45 WIB, setelah dilepas langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laks…
  • Selain SHS, dua kapal lainnya yakni KRI Teluk Gilimanuk-531 (TGK) dan KRI Semarang-594 (SMR) juga diberangkatkan dari…
  • Kapal rumah sakit tersebut membawa bantuan logistik, personel kesehatan, serta perlengkapan medis lengkap.

Topikseru.com – TNI Angkatan Laut mengirimkan KRI dr Soeharso-990 (SHS) dari Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta, Minggu (30/11/2025), untuk menjalankan misi kemanusiaan di wilayah Sumatera yang tengah dilanda bencana hidrometeorologi.

Kapal rumah sakit tersebut membawa bantuan logistik, personel kesehatan, serta perlengkapan medis lengkap.

KRI dr Soeharso bertolak sekitar pukul 10.45 WIB, setelah dilepas langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali.

Selain SHS, dua kapal lainnya yakni KRI Teluk Gilimanuk-531 (TGK) dan KRI Semarang-594 (SMR) juga diberangkatkan dari Jakarta.

“Nantinya kapal-kapal tersebut akan berpencar menuju beberapa titik, seperti Lhokseumawe, Nias, Sibolga, hingga Langsa,” kata Laksamana Ali saat memberikan keterangan.

Total Lima KRI Dikerahkan dari Jakarta, Surabaya, dan Belawan

Selain tiga kapal dari Jakarta, TNI AL juga mengerahkan dua armada lainnya:

  • KRI dr Rajiman Wedyodiningrat-992 (RJW) dari Surabaya
  • KRI Sutedi Senaputra-378 (SSA) yang sudah siaga di Belawan menuju Langsa, Aceh

Dengan demikian, total lima kapal perang dikerahkan untuk mempercepat distribusi bantuan dan akses ke daerah terdampak.

Kelima kapal tersebut membawa bahan kontak (logistik), pasokan makanan, obat-obatan, tenaga medis, serta berbagai perlengkapan operasional untuk mendukung penanganan darurat.

Bawa Lima Helikopter untuk Droping Bantuan

Laksamana Ali mengungkapkan bahwa kapal-kapal tersebut juga mengangkut lima helikopter, yang akan digunakan untuk menjangkau wilayah yang terisolasi akibat bencana.

Baca Juga  Aksi Kamisan Medan Galang Dana untuk Korban Banjir Bandang Sumatera, Kritik Pemerintah Dinilai Lamban

“Mereka akan membantu mengirimkan logistik ke daerah yang aksesnya terputus, baik karena longsor maupun banjir,” ungkapnya.

Zeni Marinir Dikerahkan untuk Perbaikan Infrastruktur

Selain bantuan medis dan logistik, TNI AL juga mengirim personel Zeni Marinir yang bertugas membantu rehabilitasi infrastruktur, mulai dari jalan, jembatan, hingga fasilitas umum lain yang rusak akibat bencana.

Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan akses vital bagi masyarakat terdampak.

Fokus pada Kapal Rumah Sakit

Kadispenal Laksamana Pertama TNI Tunggul menjelaskan bahwa pengerahan utama diarahkan pada Kapal Rumah Sakit (KRS), yakni:

  • KRI dr Soeharso-990
  • KRI dr Rajiman Wedyodiningrat-992

Kedua kapal ini mengangkut tenaga medis serta fasilitas kesehatan yang dirancang untuk penanganan gawat darurat skala besar.

Detail personel dan fasilitas:

KRI dr Soeharso-990

  • 9 personel kesehatan organik KRI
  • 80 personel Batalyon Kesehatan Marinir (Yonkes)
  • Membawa satu paket lengkap Rumah Sakit Lapangan (Rumkitlap)
    – tenda medis
    – velbed
    – ambulans

KRI dr Rajiman Wedyodiningrat-992

  • 11 personel medis
  • Peralatan kesehatan tambahan
  • Ambulans dan tabung oksigen dalam jumlah besar

Kedua kapal rumah sakit tersebut siap melakukan layanan medis, operasi, evakuasi, hingga perawatan lanjutan.

Logistik Koordinasi Kodaeral I, II, dan III

Seluruh proses pemuatan logistik, yang mencakup makanan, minuman, pakaian, obat-obatan hingga tabung oksigen, dikendalikan oleh Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) I, II, dan III.

Koordinasi terpadu dilakukan agar bantuan dapat segera didistribusikan ke titik-titik paling terdampak di Sumatera bagian utara.