Nasional

Tragedi Terra Drone: Kisah Ibu Hamil Tua yang Gagal Selamat dan Pilu Keluarga yang Ditinggalkan

×

Tragedi Terra Drone: Kisah Ibu Hamil Tua yang Gagal Selamat dan Pilu Keluarga yang Ditinggalkan

Sebarkan artikel ini
Terra Drone
Kisah pilu suami yang syok saat istrinya menjadi korban meninggal dunia di insiden kebakaran di Gedung Terra Drone, Jakpus. (X.com/@Prince - Instagram.com/@tante.rempong)

Ringkasan Berita

  • Salah satu kisah yang paling menyayat hati datang dari seorang suami yang harus menerima kenyataan pahit bahwa istrin…
  • Kronologi Kebakaran Gedung Terra Drone dan Deretan Korban Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 12.30 WIB, saat …
  • Menurut informasi dari Pemadam Kebakaran DKI Jakarta, sumber api dipastikan berasal dari lantai dasar gedung.

Topikseru.com – Linimasa media sosial kembali dipenuhi ungkapan duka dan empati setelah tragedi kebakaran Gedung Terra Drone di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada Selasa, 9 Desember 2025, yang merenggut 22 nyawa.

Insiden yang terjadi di waktu siang hari itu tidak hanya meninggalkan puing-puing dan kepulan asap, tetapi juga menggoreskan luka mendalam bagi keluarga para korban, terutama mereka yang kehilangan orang terkasih dalam hitungan menit.

Salah satu kisah yang paling menyayat hati datang dari seorang suami yang harus menerima kenyataan pahit bahwa istrinya yang sedang hamil tua menjadi salah satu korban meninggal dunia dalam tragedi tersebut.

Momen saat suami itu menangis histeris terekam dalam sebuah video dan kemudian viral di media sosial, memancing rasa simpati warganet dari berbagai penjuru Indonesia.

Kronologi Kebakaran Gedung Terra Drone dan Deretan Korban

Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 12.30 WIB, saat sebagian besar karyawan tengah beristirahat untuk makan siang. Menurut informasi dari Pemadam Kebakaran DKI Jakarta, sumber api dipastikan berasal dari lantai dasar gedung.

Meski api tidak menjalar ke lantai-lantai di atas, asap pekat yang naik secara cepat menyebabkan banyak korban tewas karena kekurangan oksigen (asfiksia).

Tim Damkar mengerahkan puluhan personel untuk memadamkan api, dan proses penanganan baru dinyatakan selesai beberapa jam kemudian. Namun, upaya itu tak mampu menyelamatkan 22 nyawa yang terjebak, termasuk ibu hamil yang tengah menanti kelahiran anak pertamanya.

Suami Korban Hamil Tua: Menangis saat Mengetahui Istrinya Meninggal Dunia

Di antara keluarga korban yang menunggu proses identifikasi di RS Polri Kramat Jati, terlihat seorang pria yang tidak mampu menahan tangisnya saat menerima kabar bahwa istrinya telah meninggal dunia.

Video tersebut dibagikan oleh akun Instagram @tante.rempong.official, memperlihatkan momen ketika sang suami mencoba tetap berdiri meski tubuhnya gemetar hebat.

Dalam unggahan tersebut tertulis:

Baca Juga  Israel Dilanda Kebakaran Hebat, 24 Warga Terluka

“Abang ini menangis setelah tahu istrinya yang telah hamil tua meninggal dunia dalam kebakaran Gedung Terra Drone.”

Diketahui, sang istri seharusnya melahirkan pada Januari 2026, menjadikan kabar kematian ini semakin memilukan. Pasangan itu tengah menantikan anak pertama mereka, impian besar yang kini harus terkubur dalam tragedi tersebut.

Berdasarkan penelusuran, suami korban sebelumnya datang ke posko DVI Antemortem RS Polri untuk mencari keberadaan istrinya.

Saat itu, ia masih berharap menemukan sang istri dalam keadaan selamat. Namun, wajahnya seketika berubah pucat ketika petugas memberikan kabar mengenai status istrinya.

Tak lama berselang, video lain memperlihatkan sang suami dipeluk oleh anggota keluarga yang mencoba menenangkannya.

Kesedihan yang begitu dalam tampak jelas di matanya, menggambarkan betapa besarnya kehilangan yang harus ia terima dalam satu hari.

Kisah dari Keluarga: Istri Korban Terjebak di Lantai 5

Sepupu suami korban, Prasetyo, turut memberikan keterangan bahwa korban yang sedang hamil besar berada di lantai 5 ketika kebakaran terjadi.

Menurut Prasetyo, korban awalnya berusaha turun ke lantai 1.  Namun asap yang kian pekat membuatnya kembali naik ke lantai 5 dan ruangan di lantai tersebut penuh asap sehingga membuat korban tidak bisa keluar.

“Mungkin kehabisan oksigen,” ujar Prasetyo.

Ia juga menambahkan bahwa kondisi tubuh korban tetap utuh, menandakan korban bukan terkena api secara langsung, melainkan karena tidak dapat menghirup udara bersih.

Lebih memilukan lagi, korban disebut tengah mengandung anak pertama. Kehamilannya sudah memasuki usia matang, dan Hari Perkiraan Lahir (HPL) berada pada bulan Januari 2026.

Prasetyo menekankan:

“Sudah tua usia kandungannya. Kemungkinan Januari sudah HPL-nya.”

Kabar ini membuat banyak warganet menumpahkan rasa sedih karena tragedi itu tidak hanya merenggut satu nyawa, tetapi juga calon bayi yang tidak sempat melihat dunia.

Rencana Pemakaman di Lampung

Pihak keluarga dari Lampung sudah dalam perjalanan menuju Jakarta untuk menjemput jenazah. Rencananya, korban akan dimakamkan di kampung halamannya.

“Rencana dimakamkan di Lampung. Keluarga sedang dalam perjalanan ke sini,” ucap Prasetyo

Tampak jelas bahwa keluarga masih berada dalam kondisi syok dan sangat terpukul dengan musibah ini. Namun mereka tetap berupaya menyiapkan yang terbaik bagi pemakaman korban.