Topikseru.com – Presiden Prabowo Subianto menjelaskan alasan pemerintah tidak menetapkan bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah Sumatra sebagai bencana nasional.
Hal tersebut disampaikan Prabowo saat rapat terbuka di sela kunjungannya meninjau pembangunan hunian bagi korban bencana di Aceh Tamiang.
Prabowo merespons pertanyaan dan desakan publik yang mempertanyakan status bencana nasional, mengingat dampak bencana yang meluas di beberapa provinsi.
Dalam penjelasannya, Presiden menekankan bahwa penetapan status bencana nasional mempertimbangkan skala kemampuan negara dalam menangani dampak bencana.
“Jadi saudara-saudara, masih ada yang mempersoalkan kenapa tidak bencana nasional? Ya masalahnya adalah kita punya 38 provinsi. Masalah ini berdampak di 3 provinsi. Masih ada 35 provinsi lain. Jadi kalau sementara kita, 3 provinsi ini kita sebagai bangsa, sebagai negara kita mampu menghadapi, ya kita tidak perlu menyatakan bencana nasional,” kata Prabowo seperti dikutip dari siaran daring kanal YouTube Sekretariat Presiden. Meski demikian, Presiden menegaskan bahwa ketiadaan status bencana nasional tidak berarti pemerintah mengurangi intensitas bantuan.
Ia memastikan penanganan yang dilakukan pemerintah pusat saat ini telah dikerahkan secara maksimal dengan melibatkan banyak kementerian dan lembaga.
“Nyatanya dari seluruh kabinet hari ini ada berapa menteri di sini? Dua menteri sedang di Aceh Utara. Sepuluh menteri sedang di Aceh sekarang. Ada beberapa menteri lagi yang sedang di tempat lain? Dan juga kita masih hadapi beberapa lagi kabupaten di beberapa provinsi lain yang juga ada masalah,” ujar Prabowo.
Presiden menegaskan komitmennya untuk menangani dampak bencana di Sumatra secara serius dan menyeluruh, termasuk dari sisi pembiayaan.
“Jadi saudara-saudara, kita memandang sangat serius dan kita akan habis-habisan untuk membantu. Kita sudah siapkan anggaran cukup besar untuk mengatasi ini,” tutupnya.
Rapat tersebut digelar di tengah agenda Presiden meninjau pembangunan rumah hunian yang dibangun oleh Danantara di Aceh Tamiang. Dalam kesempatan itu, Prabowo didampingi Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam pengantarnya menyampaikan bahwa rapat dilakukan untuk meninjau pembangunan 600 unit hunian dari total 15 ribu rumah yang direncanakan dibangun oleh Danantara.
Rapat turut dihadiri 10 menteri dan anggota Kabinet Merah Putih serta 15 direktur utama badan usaha milik negara (BUMN).
Data korban di 3 provinsi Sementara itu, berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang dirilis pada 31 Desember 2025, bencana hidrometeorologi di tiga provinsi di Sumatra telah berdampak pada ribuan warga selama lebih dari satu bulan terakhir.
Di Provinsi Sumatera Utara, tercatat 365 orang meninggal dunia, 60 orang dilaporkan hilang, dan 11.574 orang mengungsi.
Di Aceh, jumlah korban meninggal mencapai 527 orang, 31 orang dinyatakan hilang, dan sebanyak 356.655 orang harus mengungsi. Adapun di Sumatra Barat, BNPB mencatat 262 orang meninggal dunia, 74 orang hilang, dan 9.935 orang mengungsi akibat bencana tersebut.












