Ringkasan Berita
- Kali ini, sorotan muncul setelah Nisya mendapatkan tawaran pendidikan pramugari gratis dari sebuah sekolah penerbanga…
- Kronologi Nisya Menyamar Jadi Pramugari Batik Air Kasus ini mencuat setelah Nisya tertangkap basah memasuki pesawat r…
- “Dulu merantau dari Palembang ke Jakarta minta izin ke keluarga untuk melamar kerja sebagai pramugari, namun gagal,…
Topikseru.com, Jakarta – Khairun Nisa alias Nisya, wanita yang viral usai terbongkar menyamar sebagai pramugari Batik Air, kembali menjadi perbincangan publik.
Kali ini, sorotan muncul setelah Nisya mendapatkan tawaran pendidikan pramugari gratis dari sebuah sekolah penerbangan, Aeronev Academy.
Kabar tersebut memicu pro dan kontra di tengah masyarakat.
Sebagian menilai langkah tersebut sebagai bentuk empati, sementara lainnya mempertanyakan kelayakan pemberian pendidikan gratis kepada sosok yang sempat melakukan penyamaran.
Kronologi Nisya Menyamar Jadi Pramugari Batik Air
Kasus ini mencuat setelah Nisya tertangkap basah memasuki pesawat rute Jakarta–Palembang dengan mengenakan atribut lengkap pramugari Batik Air, mulai dari seragam, tas, hingga ID card palsu.
Aksi tersebut akhirnya terungkap dan Nisya diamankan oleh pihak maskapai.
Dari informasi yang beredar di media sosial, Nisya diketahui telah menyamar sebagai pramugari sejak tahun 2021.
Salah satu pengguna media sosial X mengaku pernah mengenal Nisya dan menyebut bahwa yang bersangkutan sempat melamar sebagai pramugari, namun gagal diterima.
Pernah Tertipu Calo dan Malu pada Keluarga
Di balik aksinya, terungkap latar belakang yang memicu tindakan nekat Nisya.
Ia disebut pernah mengeluarkan dana hingga Rp30 juta melalui calo untuk bisa bekerja sebagai pramugari. Namun, upaya tersebut berujung penipuan.
Rasa malu kepada keluarga lantaran gagal diterima bekerja membuat Nisya memilih berpura-pura menjadi pramugari, baik di kehidupan nyata maupun di media sosial.
“Dulu merantau dari Palembang ke Jakarta minta izin ke keluarga untuk melamar kerja sebagai pramugari, namun gagal,” ujar Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Yandri Mono, Kamis (8/1/2026).
Tawaran Sekolah Pramugari Gratis dari Aeronev Academy
Setelah kasusnya viral, Aeronev Academy mengumumkan tawaran pendidikan pramugari gratis untuk Nisya melalui media sosial.
“Panggilan Pendidikan Pramugari Gratis untuk Kak Nisa,” tulis akun resmi Aeronev Academy.
Disebutkan, Nisya berpotensi mendapatkan sejumlah fasilitas pendidikan. Namun hingga kini, belum dijelaskan secara rinci mekanisme, durasi, serta syarat dari program pendidikan gratis tersebut.
Pro dan Kontra Publik di Media Sosial
Respons publik pun terbelah. Sejumlah warganet mempertanyakan keputusan pemberian pendidikan gratis tersebut, mengingat latar belakang kasus yang melibatkan pemalsuan identitas.
Sebagian menilai langkah itu kurang tepat dan khawatir akan dampaknya di dunia kerja. Sementara itu, ada pula warganet yang menilai Nisya seharusnya mendapatkan pendampingan psikologis sebelum menentukan langkah karier selanjutnya.
Tidak Ditahan, Batik Air Pilih Jalur Damai
Meski telah menyamar selama bertahun-tahun, Nisya tidak ditahan oleh pihak kepolisian. Batik Air memutuskan untuk tidak menempuh jalur hukum.
“Selama pemeriksaan, tidak ditemukan indikasi tindak pidana apa pun terhadap yang bersangkutan,” jelas Kompol Yandri.
Pihak Batik Air memilih menyelesaikan persoalan melalui kesepakatan damai. Nisya diminta membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya, serta seluruh atribut Batik Air yang digunakan telah disita.
Kasus pramugari gadungan Batik Air ini menjadi sorotan publik, bukan hanya soal pelanggaran identitas, tetapi juga menyangkut tekanan sosial, kesehatan mental, serta dampak viralitas di media sosial. Tawaran pendidikan gratis yang diterima Nisya pun masih menjadi perdebatan di tengah masyarakat









