Nasional

Batas Akhir Qadha Puasa Ramadan, Sampai Kapan Bayar Utang Puasa Sebelum Ramadan Berikutnya?

×

Batas Akhir Qadha Puasa Ramadan, Sampai Kapan Bayar Utang Puasa Sebelum Ramadan Berikutnya?

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi batas akhir qadha puasa Ramadan sebelum memasuki Ramadan berikutnya
Ilustrasi umat berdoa menjelang waktu berbuka saat menjalankan qadha puasa, mengingat batas akhir qadha puasa Ramadan sebelum datangnya bulan suci berikutnya.

Ringkasan Berita

  • 1146) Imam Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadis ini menunjukkan bolehnya menunda qadha puasa hing…
  • Bagi umat Islam yang masih memiliki utang puasa tahun lalu, penting untuk segera melunasinya sebelum bulan suci tiba.
  • Batas Waktu Qadha Puasa Menurut Ulama Berdasarkan penjelasan Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag), waktu untuk mel…

Topikseru.comRamadan tinggal menghitung hari. Bagi umat Islam yang masih memiliki utang puasa tahun lalu, penting untuk segera melunasinya sebelum bulan suci tiba.

Lantas, kapan sebenarnya batas akhir qadha puasa Ramadan?

Batas Waktu Qadha Puasa Menurut Ulama

Berdasarkan penjelasan Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag), waktu untuk melaksanakan qadha puasa Ramadan terbuka luas, yakni sejak berakhirnya Ramadan hingga datangnya Ramadan berikutnya.

Hal ini merujuk pada hadis riwayat Aisyah RA yang diriwayatkan dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim:

كَانَ يَكُونُ عَلَيَّ الصَّوْمُ مِنْ رَمَضَانَ، فَمَا أَسْتَطِيعُ أَنْ أَقْضِيَ إِلَّا فِي شَعْبَانَ

“Dahulu aku memiliki utang puasa Ramadan, dan aku tidak mampu mengqadhanya kecuali di bulan Syakban.”
(HR. Bukhari No. 1950 dan Muslim No. 1146)

Imam Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadis ini menunjukkan bolehnya menunda qadha puasa hingga bulan Syakban, selama belum masuk Ramadan berikutnya.

Baca Juga  Promo Murah Meraih Indomaret 11 Februari 2026 Sambut Ramadan: Ada Banyak Diskon Lho!

Dengan demikian, batas akhir qadha puasa adalah sebelum datangnya Ramadan berikutnya.

Dalil Al-Qur’an tentang Kewajiban Qadha

Kewajiban mengganti puasa Ramadan dijelaskan dalam Surah Al-Baqarah ayat 184:

“…Maka siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), (wajib mengganti) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain…” (QS Al-Baqarah: 184)

Ayat ini menegaskan bahwa setiap hari puasa yang ditinggalkan wajib diganti sebanyak jumlah hari yang ditinggalkan.

Apakah Qadha Harus Berurutan?

Para ulama menjelaskan bahwa qadha puasa tidak harus dilakukan secara berurutan.

Yang terpenting adalah jumlah hari yang diganti sesuai dengan yang ditinggalkan.

Namun demikian, menyegerakan qadha lebih utama agar tidak menumpuk hingga mendekati Ramadan.

Baca Juga  Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah akan Jatuh Pada Rabu Legi, 18 Februari 2026 Masehi

Bagaimana Jika Terlambat Hingga Ramadan Berikutnya?

Mayoritas ulama berpendapat, jika seseorang menunda qadha tanpa uzur hingga masuk Ramadan berikutnya, maka ia tetap wajib mengqadha dan dianjurkan (sebagian ulama mewajibkan) membayar fidyah berupa memberi makan satu orang miskin untuk setiap hari yang ditinggalkan.

Adapun jika keterlambatan disebabkan uzur syar’i seperti sakit berkepanjangan, maka tidak ada kewajiban fidyah, cukup mengganti puasanya ketika mampu.

Segera Lunasi Sebelum Terlambat

Bulan Syakban menjadi kesempatan terakhir bagi umat Islam yang memiliki utang puasa.

Jangan menunda hingga Ramadan tiba, karena kewajiban tersebut tetap harus ditunaikan.

Menyegerakan qadha bukan hanya soal kewajiban, tetapi juga bentuk kesungguhan dalam menyempurnakan ibadah sebelum memasuki bulan suci Ramadan.