Nasional

BGN Catat 897.777 Lapangan Kerja Baru dari Program Makan Bergizi Gratis

×

BGN Catat 897.777 Lapangan Kerja Baru dari Program Makan Bergizi Gratis

Sebarkan artikel ini
SPPG Medan ditutup
Ilustrasi: Sejumlah pekerja menyiapkan paket makanan untuk program makan bergizi gratis (MBG) di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)

Topikseru.com, Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) melaporkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menciptakan lebih dari 890 ribu lapangan kerja baru melalui pembentukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah.

Sekretaris Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola BGN, Ermia Sofiyessi, menyebut capaian tersebut menjadi salah satu dampak signifikan dari implementasi program nasional itu.

“Capaian lapangan kerja baru di SPPG kita sudah mencapai 897.777,” ujar Ermia di Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Angka tersebut menunjukkan ekspansi besar-besaran infrastruktur layanan gizi pemerintah yang kini menjangkau hampir seluruh wilayah Indonesia.

21.897 SPPG Beroperasi, Layani 65 Juta Penerima Manfaat

Per 12 Februari 2026, BGN mencatat sebanyak 21.897 SPPG telah beroperasi aktif. Unit layanan tersebut tersebar di berbagai daerah dan melayani sekitar 65 juta penerima manfaat.

Kelompok penerima manfaat mencakup siswa dari jenjang PAUD hingga SMA, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita.

“Per 12 Februari ada 21.897 SPPG sudah berjalan. Saat ini portal sudah ditutup, hanya menunggu proses pembangunan sampai selesai. Penerima manfaat saat ini sudah mencapai 65 juta,” kata Ermia.

Program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu program prioritas pemerintah dalam memperkuat ketahanan gizi nasional sekaligus menggerakkan ekonomi lokal melalui penyerapan tenaga kerja.

Target Maret 2026: 23 Ribu SPPG Beroperasi

BGN menargetkan pada Maret 2026 jumlah SPPG yang beroperasi meningkat menjadi 23 ribu unit. Saat ini, sekitar 5.000 SPPG masih dalam tahap pembangunan.

Ekspansi tersebut dilakukan untuk memperluas jangkauan layanan sekaligus memastikan distribusi makanan bergizi berjalan merata di seluruh wilayah.

Baca Juga  Polda Sumut Kelola 39 SPPG, Irjen Whisnu Minta Jangan Langgar Hal Ini

Pada 2025, total 32 ribu SPPG telah beroperasi secara nasional. Namun tingginya animo masyarakat terhadap Program MBG mendorong BGN menaikkan target pembangunan pada 2026.

Tahun ini, BGN menetapkan target tambahan 33.670 SPPG baru, dengan rincian 25.400 unit di daerah aglomerasi dan 8.270 unit di wilayah terpencil.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan kesetaraan akses gizi antara kawasan perkotaan dan daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).

Guru dan Tenaga Kependidikan Mulai Terima MBG

Selain perluasan infrastruktur, BGN juga memperluas cakupan penerima manfaat. Jika pada 2025 guru dan tenaga kependidikan belum termasuk dalam program, maka mulai Januari 2026 kelompok tersebut resmi menerima manfaat MBG di sekolah.

“Pada tahun 2025 guru dan tenaga kependidikan belum mendapatkan MBG. Mulai Januari 2026 guru dan tenaga kependidikan sudah menerima di sekolah,” tutur Ermia.

Penambahan penerima manfaat ini memperkuat posisi Program Makan Bergizi Gratis bukan hanya sebagai intervensi gizi, tetapi juga sebagai instrumen kebijakan sosial yang menyasar komunitas pendidikan secara menyeluruh.

Dampak Ekonomi dan Sosial Program MBG

Dengan hampir 900 ribu lapangan kerja baru, Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berdampak pada peningkatan status gizi masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis komunitas.

SPPG di berbagai daerah melibatkan tenaga kerja lokal mulai dari pengelola dapur, tenaga distribusi, hingga manajemen operasional. Skema ini dinilai menciptakan efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian daerah.

Pemerintah berharap percepatan pembangunan SPPG dan perluasan penerima manfaat dapat memperkuat fondasi sumber daya manusia Indonesia melalui pemenuhan gizi yang merata dan berkelanjutan.