Nasional

Pemerintah Siapkan Kontrak Impor LPG Jangka Panjang, Antisipasi Gejolak Timur Tengah

×

Pemerintah Siapkan Kontrak Impor LPG Jangka Panjang, Antisipasi Gejolak Timur Tengah

Sebarkan artikel ini
impor LPG Indonesia
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia.

Topikseru.com, Jakarta – Pemerintah Indonesia menyiapkan kontrak impor Liquefied Petroleum Gas (LPG) jangka panjang dengan sejumlah negara untuk menjaga stabilitas pasokan energi nasional di tengah dinamika geopolitik global.

Kebijakan tersebut disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, dalam sidang kabinet paripurna di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat.

Menurut Bahlil, langkah tersebut merupakan strategi pemerintah untuk memastikan pasokan LPG tetap aman meskipun terjadi perubahan kondisi geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Diversifikasi Sumber Impor LPG

Pemerintah saat ini mengandalkan beberapa negara sebagai sumber impor LPG. Data Kementerian ESDM menunjukkan sekitar 70–75 persen LPG Indonesia berasal dari Amerika Serikat, sementara sekitar 20 persen berasal dari kawasan Timur Tengah, dan sisanya dipasok oleh negara lain seperti Australia.

Dengan situasi geopolitik yang dinilai dinamis, pemerintah berencana memperluas kerja sama impor LPG melalui kontrak jangka panjang dengan sejumlah negara pemasok.

“Dengan kondisi sekarang yang di Middle East, kita pecah lagi untuk kita ambil kontrak jangka panjang dengan Amerika dan beberapa negara lain. Di akhir minggu ini kita masuk dua kargo dari Australia. Itu untuk LPG,” ujar Bahlil.

Jadwal Kedatangan Kargo LPG

Selain menyiapkan kontrak baru, pemerintah juga telah menjadwalkan kedatangan beberapa kargo LPG guna memastikan pasokan energi tetap stabil, terutama menjelang perayaan Idul Fitri.

Baca Juga  Menteri Bahlil Pertemukan Kubu Kadin Arsjad dan Anindya: Dua-duanya Sudah Insaf

Bahlil menjelaskan bahwa sejumlah pengiriman LPG akan tiba secara bertahap dalam beberapa minggu ke depan.

“Pemerintah selalu siaga untuk memastikan masuk lagi dua kargo pada 28 Maret, kemudian 4 April satu kargo lagi masuk, dan 8 April masuk satu kargo lagi,” jelasnya.

Langkah ini diambil untuk menjaga ketersediaan LPG di dalam negeri sekaligus mengantisipasi lonjakan permintaan selama periode Ramadan dan Lebaran.

Pasokan Solar Nasional Aman

Selain memastikan ketersediaan LPG, pemerintah juga menyatakan pasokan solar nasional berada dalam kondisi aman.

Hal tersebut karena kebutuhan solar domestik kini telah sepenuhnya dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri.

Kondisi ini didukung oleh pengoperasian proyek pengembangan kilang melalui program Refinery Development Master Plan di Kilang Balikpapan.

Program tersebut dinilai mampu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak.

Alternatif Impor Minyak Mentah

Sementara itu, untuk kebutuhan minyak mentah, sekitar 20 persen impor Indonesia sebelumnya berasal dari Timur Tengah.

Pemerintah kini juga menyiapkan alternatif pasokan dari negara lain melalui skema kerja sama jangka panjang guna memperkuat ketahanan energi nasional.

Diversifikasi sumber energi ini diharapkan dapat menjaga stabilitas pasokan sekaligus mengurangi risiko gangguan distribusi akibat ketegangan geopolitik di kawasan penghasil energi dunia.