Nasional

PBB Soroti Serangan Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus, Desak Pelaku Segera Ditangkap

×

PBB Soroti Serangan Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus, Desak Pelaku Segera Ditangkap

Sebarkan artikel ini
Andrie Yunus KontraS
Arsip foto - Perwakilan Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD), Andrie Yunus (kedua kiri) saat ditemui di Polda Metro Jaya, Jakarta

Topikseru.com, Jakarta – Sejumlah pejabat hak asasi manusia di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan keprihatinan mendalam atas serangan air keras yang menimpa aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.

Serangan tersebut terjadi di Jakarta dan memicu desakan internasional agar pihak berwenang segera menangkap pelaku serta mengusut tuntas kasus tersebut.

PBB: Serangan terhadap Pembela HAM Sangat Mengkhawatirkan

Komisaris Tinggi HAM PBB, Volker Türk, menyatakan keprihatinannya terhadap insiden tersebut.

Melalui pernyataan yang disampaikan lewat akun media sosial resmi UN Human Rights Office di platform X, Türk menyebut serangan tersebut sebagai tindakan kekerasan yang serius terhadap pembela hak asasi manusia.

“Sangat prihatin terhadap serangan air keras yang mengerikan terhadap Andrie Yunus, Wakil Koordinator KontraS,” tulisnya.

Türk menegaskan bahwa siapa pun pelaku yang terlibat dalam tindakan kekerasan tersebut harus dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum.

Menurutnya, para pembela HAM memiliki peran penting dalam mengangkat isu-isu yang menjadi perhatian publik, sehingga mereka harus mendapatkan perlindungan.

“Pembela HAM harus dilindungi saat menjalankan peran penting mereka dan dapat menyoroti isu publik tanpa rasa takut,” tegasnya.

Pelapor Khusus PBB Desak Investigasi Menyeluruh

Keprihatinan serupa juga disampaikan oleh Pelapor Khusus PBB untuk Pembela HAM, Mary Lawlor.

Lawlor mendesak pemerintah Indonesia untuk melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap serangan tersebut.

“Saya menyerukan otoritas Indonesia untuk melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap serangan yang menyeramkan ini,” katanya melalui media sosial.

Dia menegaskan bahwa praktik impunitas terhadap kekerasan yang menargetkan pembela HAM tidak dapat diterima.

Baca Juga  Aksi Kamisan Medan Panas! Massa Soroti Tanah Dirampas, Pendidikan Mahal, dan Makan Bergizi Gratis yang Dinilai “Pembohongan Publik”

Kronologi Serangan di Jakarta Pusat

Insiden penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus terjadi pada Kamis malam (12/3) di kawasan Jakarta Pusat.

Saat itu, korban diketahui baru saja menyelesaikan kegiatan perekaman siniar di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).

Dalam perjalanan pulang, Andrie diserang oleh individu tak dikenal yang menyiramkan cairan diduga air keras ke tubuhnya.

Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka bakar di sejumlah bagian tubuh dan saat ini masih menjalani perawatan medis.

Pemerintah Kutuk Tindakan Kekerasan

Pemerintah Indonesia melalui Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai, turut mengecam keras aksi kekerasan tersebut.

Pigai menegaskan bahwa negara tidak boleh membiarkan praktik kekerasan atau premanisme terhadap siapa pun, termasuk para aktivis pembela HAM.

Dia juga meminta aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini agar para pelaku dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.

Selain itu, Pigai menekankan pentingnya memastikan korban dan keluarganya memperoleh keadilan.

Sorotan terhadap Keamanan Pembela HAM

Kasus serangan terhadap Andrie Yunus kembali memunculkan perhatian publik terhadap keamanan para aktivis hak asasi manusia di Indonesia.

Berbagai pihak menilai perlindungan terhadap pembela HAM menjadi hal penting agar mereka dapat menjalankan tugas advokasi dan pengawasan tanpa intimidasi maupun ancaman kekerasan.

PBB pun menegaskan bahwa perlindungan terhadap aktivis HAM merupakan bagian dari komitmen global dalam menjaga demokrasi dan supremasi hukum.