Nasional

Presiden Prabowo kepada Menteri: Jangan Ragu, Telepon Saya Langsung

×

Presiden Prabowo kepada Menteri: Jangan Ragu, Telepon Saya Langsung

Sebarkan artikel ini
Prabowo
Presiden Prabowo Subianto memimpin sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (6/11). Foto: Antara/Yogi Rachman

Ringkasan Berita

  • Sebelum bertolak ke luar negeri, Presiden menyampaikan pesan penting kepada para menteri dan kepala lembaga Kabinet M…
  • Mantan Menteri Pertahanan RI ini akan berada di luar negeri selama 16 hari dan meminta menterinya untuk menghubunginy…
  • Prabowo akan menghadiri KTT APEC di Peru, KTT G20 di Brasil, serta kunjungan resmi kenegaraan di China, Amerika Serik…

TOPIKSERU.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto akan melakukan kunjungan kerja ke luar negeri untuk menghadiri sejumlah pertemuan tingkat tinggi. Sebelum bertolak ke luar negeri, Presiden menyampaikan pesan penting kepada para menteri dan kepala lembaga Kabinet Merah Putih.

Prabowo akan menghadiri KTT APEC di Peru, KTT G20 di Brasil, serta kunjungan resmi kenegaraan di China, Amerika Serikat dan Inggris, dalam waktu dekat.

Mantan Menteri Pertahanan RI ini akan berada di luar negeri selama 16 hari dan meminta menterinya untuk menghubunginya bila ada hal penting yang akan mereka sampaikan.

“Saya kira dengan teknologi sekarang, ada vid-con dan sebagainya. Jadi hal-hal yang saya anggap penting, kita bisa melaksanakan suatu pertemuan melalui video conferencing,” kata Prabowo di Kantor Presiden Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (6/11).

Baca Juga  Jimly Buka Peluang Revisi UU Demi Reformasi Polri, Komite Siap Himpun Aspirasi Publik

Presiden Prabowo bahkan meminta para menteri tidak ragu berkomunikasi dengan dirinya bila ada hal penting, meski hal itu sudah disampaikan kepada menteri koordinator terkait.

“Kalau saudara sudah menyampaikan ke Menko, tetapi saudara masih ingin suatu kejelasan dari saya, jangan ragu-ragu untuk menghadap, menghubungi saya. Jangan juga ragu-ragu untuk telepon saya, saudara-saudara boleh telepon langsung,” ujar Presiden.

Prabowo juga menekankan bahwa selayaknya pemimpin tim, Presiden dan para menteri adalah kolega yang sama-sama mengabdi untuk rakyat.

Oleh karena itu, Presiden pun meminta para menteri untuk meninggalkan hal-hal yang bersifat protokoler dan feodal.

“Silakan gunakan teknologi, tetapi tentunya hal-hal yang rawan, tidak perlu lewat telepon. Ini zaman modern, ini banyak telinga yang ingin dengar. Tapi kalau saudara ingin menyampaikan hal-hal yang penting, silakan saya membuka pintu,” kata Prabowo.

Selain berkunjung ke lima negara, Presiden Prabowo juga tengah mempelajari undangan untuk menghadiri KTT G7.

Menurut Presiden, undangan tersebut menjadi kehormatan karena Indonesia dianggap pantas bersama negara-negara anggota G7, serta memiliki nilai strategis yang berhubungan dengan perekonomian RI.